Banten

Mengintip Menu Makan Bergizi Gratis Hari Pertama di Tangsel

A. Zaki Iskandar | 6 Januari 2025, 10:29 WIB
Mengintip Menu Makan Bergizi Gratis Hari Pertama di Tangsel

 


AKURAT BANTEN - Pelaksanaan hari pertama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dimulai hari ini, Senin (06/01/2025). Sebanyak 3 ribu porsi didistribusikan ke sejumlah sekolah dengan menu makan yang seragam.

Ribuan porsi itu didistribusikan ke 5 sekolah dasar (SD), 1 sekolah menengah pertama (SMP) dan 1 sekolah menengah atas (SMA) di Kota Tangsel.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Bahan Baku MBG dari Desa, Libatkan Koperasi dan Bumdes Sehingga dapat Gerakan Perekonomian

Pantauan Akurat di SDN Lengkong Wetan 1, Kecamatan Serpong, makanan bergizi gratis didistribusikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Tangsel yang berjarak 2 kilometer dari lokasi sekolah.

Makanan dikirim pada pagi hari, saat jam belajar mengajar berlangsung. Makanan dikirim dari dapur menggunakan mobil box. 

 Baca Juga: MBG Belum Dimulai, Sekolah Sudah Paksa Siswa Beli Wadah Makanan Rp60 ribu, BGN: Itu Pungutan Liar

Menu makanan itu dikemas dalam tempat makan stainless. Ada pun menu makanannya antara lain, nasi, ayam kecap, sayur capcay, susu kemasan, serta buah jeruk.

Makanan itu disantap pada jam istirahat belajar yang terbagi dua sesi yakni sesi pagi dan siang.

 Baca Juga: Pemkot Tangsel Tambah Alokasi Anggaran untuk Program MBG Menjadi Rp139 Miliar

Aktivitas serupa juga didapati di SDN Lengkong Wetan 2, ratusan porsi makanan bergizi diletakan di tengah lapangan sekolah sebelum didistribusikan kepada siswa di kelas.

Penanggungjawab Program MBG SDN Lengkong Wetan 2, Agus meyakini, menu makan bergizi gratis ini sudah sesuai dengan kebutuhan gizi para siswa di sekolah tersebut. 

 Baca Juga: Gibran Tinjau MBG di SMKN 3 Kota Tangerang, Berikut Sajian Menunya

Terlebih, kata Agus, sebelumnya para siswa telah dilakukan pemeriksaan kondisi tubuh untuk menentukan kandungan gizi yang diperlukan dalam pemberian menu makan.

Dari hasil skrining itu, kata Agus, pihaknya menemukan adanya siswa yang memiliki alergi pada jenis makanan tertentu. Karenanya, menu makanan anak tersebut akan dibedakan dari menu siswa umum lainnya.

 Baca Juga: Pemkot Tangsel Simulasikan MBG di TK, Siap Implementasi Tahun Depan

"Kita sudah lakukan skrining dari berat badan, tinggi badan, alergi, penyakit sudah kita lakukan screening semua," tutur Agus.

Baca Juga: Program Uji Coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Berjalan Baik, Target Sasaran 99 Sekolah dan 70 ribuan Siswa

Ada pun skema pemberian MBG kepada siswa itu, dijelaskan Agus, para wali kelas diwajibkan melaporkan absensi kehadiran siswa untuk menentukan kuantitas porsi makanan yang akan didistribusikan kepada siswa.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Sebut Anggaran Capai Rp8 Miliar Per Desa, Perkuat Ekonomi Pedesaan Melalui Program MBG

"Nanti wali kelas yang akan memberikan langsung kepada siswa karena wali kelas yang paling mengetahui kondisi siswa," tuturnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.