Banten

ART dan Pedagang Seblak Duduk di Samping Presiden, Potret Nyata Rumah Subsidi untuk Rakyat Kecil

Riski Endah Setyawati | 21 Desember 2025, 12:03 WIB
ART dan Pedagang Seblak Duduk di Samping Presiden, Potret Nyata Rumah Subsidi untuk Rakyat Kecil

Akurat Banten - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri pelaksanaan Akad Massal 50.030 Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan sekaligus penyerahan kunci rumah subsidi yang digelar di Serang, Banten.

Acara nasional tersebut menjadi perhatian publik karena menampilkan simbol yang jarang terlihat dalam seremoni kenegaraan, yakni kehadiran warga kecil yang duduk sejajar dengan kepala negara.

Di deretan kursi utama, Presiden Prabowo tampak duduk berdampingan dengan Ayu yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga dan Fauzi Nurdian yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pedagang seblak.

Keduanya merupakan penerima manfaat program perumahan bersubsidi yang selama ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Momen sederhana itu menyampaikan pesan kuat bahwa akses terhadap hunian layak tidak lagi menjadi privilese kelompok tertentu.

Pemandangan tersebut sekaligus menegaskan bahwa negara hadir langsung menyapa dan mendengar suara masyarakat kecil yang selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan memiliki rumah.

Baca Juga: Profil hingga Jejak Karir John Herdman, Kandidat Kuat Pelatih Timnas Indonesia yang Baru

Program KPR FLPP yang digulirkan pemerintah memungkinkan pekerja sektor informal dan pekerja rumah tangga untuk memiliki rumah dengan skema pembiayaan yang terjangkau.

Bagi Ayu dan Fauzi, kesempatan tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan hidup mereka.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo tidak menutupi rasa bahagianya melihat capaian program perumahan bersubsidi yang mulai menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

"Jadi, sekarang, hari ini saya merasa gembira, walaupun saya sadar perjalanan masih jauh, cita-cita kita masih jauh. 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah," ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa pekerjaan besar di sektor perumahan masih menanti dan membutuhkan kerja keras lintas kementerian.

"Jadi, Pak Ara kerja keras, semua menteri kita kompak, kita cari jalannya. Kalau ada kehendak, pasti ada jalan," lanjutnya.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menjadi ujung tombak pelaksanaan program tersebut di lapangan.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut bahwa penerima rumah subsidi berasal dari latar belakang sosial dan ekonomi yang sangat beragam.

Menurutnya, kisah para penerima manfaat mencerminkan daya juang masyarakat kecil yang tidak menyerah pada keterbatasan.

"Mereka menolak menyerah dengan situasi yang sulit. Kadang-kadang izin, Pak, ada yang single parent," kata Maruarar.

Ia menambahkan bahwa sebagian penerima manfaat harus bekerja sendiri karena pasangan tidak memiliki pekerjaan atau sedang sakit.

Baca Juga: GUCI BERDUKA: Detik-detik Banjir Bandang 'Menelan' Pancuran 13, Wisata Legendaris Tegal Kini Lumpuh

"Ada yang suaminya tidak ada pekerjaan. Ada yang suaminya sakit, tapi mereka bekerja keras," ujarnya.

Maruarar secara khusus menyoroti kisah Ayu yang selama ini bekerja sebagai ART dan kini bisa memiliki rumah atas namanya sendiri.

Menurutnya, kepemilikan rumah tersebut memberikan rasa aman dan martabat bagi perempuan pekerja dengan penghasilan terbatas.

Program perumahan bersubsidi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan sosial.

Pemerintah menargetkan perluasan program ini guna menekan backlog perumahan nasional yang masih tinggi.

Selain menyediakan rumah, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Bagi Fauzi, rumah subsidi bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga simbol pengakuan atas kerja kerasnya sebagai pedagang kecil.

Kehadiran Presiden yang duduk sejajar dengan rakyat kecil menjadi pesan visual yang kuat tentang arah kebijakan perumahan nasional.

Acara di Serang tersebut menutup hari dengan harapan baru bagi ribuan keluarga yang kini selangkah lebih dekat dengan impian memiliki rumah sendiri.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.