Banten

Tidak Punya Biaya Berobat, Payudara Penderita Kanker di Kota Serang Membusuk

Irsyad Mohammad | 29 November 2023, 19:01 WIB
Tidak Punya Biaya Berobat, Payudara Penderita Kanker di Kota Serang Membusuk

AKURAT BANTEN - Miris dialami Siti Kamidah (40), warga Pakel Jaya, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. 

Sudah dua tahun dirinya mengidap penyakit kanker payudara.

Selama dua tahun itu, Siti Kamidah berusaha untuk terus berjuang melawan penyakitnya, walaupun dengan keterbatasan biaya.

Baca Juga: Bareskrim Selidiki Peretasan Data Pemilih di KPU, Apakah Pelaku Akan Ditangkap?

Kondisinya saat ini sudah memburuk, payudaranya sudah mengkerut dan membusuk, bahkan mengeluarkan bau.

Beruntung, Siti Kamidah selalu dibantu oleh kakaknya yang terus perduli terhadapnya.

Walaupun hanya berjualan uli, sang kakak pun terus memberikan perhatiannya kepada adiknya tersebut.

Nami mengaku, kesehariannya hanya berjualan uli yang penghasilannya tidak dapat mencukupi untuk biaya transportasi pengobatan adiknya.

Uang yang didapat olehnya dari berjualan uli hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Baca Juga: Ribuan Buruh di Kota Tangerang Geruduk Kantor Gubernur Banten

"Sebetulnya saya gak punya uang, saya hanya berjualan gemblong (Uli), memang biaya pengobatan itu gratis tapi ongkosnya gak punya," katanya, Rabu (29/11/2023). 

Sebelumnya, kata Nami, adiknya bekerja di Jakarta. Namun setelah memiliki benjolan dia kembali ke Serang lantaran terasa sakit pada payudaranya.

"Adik saya ini kerja di Jakarta. Ada benjolan di payudaranya, ternyata kanker. Sekarang sudah jalan dua tahun," cetusnya.

Dia menerangkan, Siti Kamidah pernah beberapa kali diajak berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah.

"Pernah dibawa ke Provinsi (RSUD Banten) doang, pulang kesini, terus mau kesitu lagi engga bisa, harus ada rujukan katanya," ungkapnya.

Penyakit yang diderita Siti Kamidah, kata Nami, sudah sangat parah. Payudara adiknya itu kini membusuk dan mengeluarkan bau.

Baca Juga: Ajak Rano Karno, Mahfud MD Gelar Seminar Kebangsaan di Universitas Buddhi Dharma Kota Tangerang

Dia berharap ada bantuan dari pemerintah setempat untuk biaya pengobatan adiknya itu.

"Sekarang disininya (payudara) sudah busuk, makanya kami berharap ada bantuan dari pemerintah," jelasnya.

Sebab, selama ini Nami dibantu oleh relawan, yakni Munah yang juga menjadi tetangganya untuk membawa adiknya Siti Kamidah berobat secara mandiri.

Namun, karena keterbatasan biaya Nami berharap ada bantuan dari pemerintah Kota Serang untuk kesembuhan adiknya ini.

"Kalau berobat ke Provinsi sudah dua kali, tapi sekarang sudah buntu. Kami berharap dapat dibantu oleh pemerintah agar adik saya bisa sembuh," tandasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.