Banten

Tahapan Buka Puasa Ala Rasulullah SAW, Segerakan Berbuka Hingga Makan Kurma!

Maulida Sahla Sabila | 18 Maret 2024, 10:57 WIB
Tahapan Buka Puasa Ala Rasulullah SAW, Segerakan Berbuka Hingga Makan Kurma!

AKURAT BANTEN - Buka puasa merupakan salah satu nikmat yang dirasakan oleh seorang Muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Buka puasa, tentu bukan hanya sekedar membatalkan puasa, tetapi ada tahapan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW terkait adab saat buka puasa.

Lantas bagaimana, tahapan buka puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Simak ulasan berikut.

Tahapan Buka Puasa Ala Rasulullah

Mengutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama, berikut merupakan tahapan buka puasa ala Rasulullah SAW.

Baca Juga: Keistimewaan dan Manfaat Shalat Tahajud di Bulan Ramadhan, Jadi Sedekah Rahasia Hingga Penghapus Dosa!

Menyegerakan untuk Berbuka

Tahapan yang pertama yaitu Rasulullah SAW menganjurkan untuk segera berbuka puasa jika yakin bahwa waktu buka puasa telah tiba. Hal tersebut ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Manusia akan selalu berada di dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbuka puasa.”

Membaca Basmalah

Sebagaimana adab makan dan minum, buka puasa juga harus diawali dengan membaca basmalah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Ketika salah satu dari kalian akan makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala. Dan jika ia lupa menyebut nama Allah ta’ala di awal, maka ucapakan: Bismillahi awwalahu wa aakhirohu.”

Berbuka Dengan Kurma dan Air Putih

Sunah Rasulullah SAW dianjurkan ketika buka puasa dengan tiga atau lebih biji kurma. Akan tetapi jika tidak ada kurma maka bisa diganti dengan air putih. Hal ini dijelaskan sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Apabila kamu inginberbuka, hendaklah berbuka dengan kurma. Jika tidak ada , berbukalah dengan air putih karena ia suci.”

Baca Juga: 5 Tradisi Menyambut Ramadhan di Indonesia, Penuh Makna dan Suka Cita!

Membaca doa buka puasa

Ketika waktu buka puasa tiba, maka hendaklah berdoa terlebih dahulu sebelum menyantap makanan buka puasa. Berikut merupakan beberapa hadis dan riwayat yang disusun para ulama dalam beberapa kitab.

Allahumma laka shumtu, wa’ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa’alaika tawakaltu, dzahabadzh dzhama-a. wabtalatil-uruqu, wa tsabatal arju, insyaallahu ta’ala. Ya wasi’al-fadhli, ighfirli, alhamdulillahilladzi a’anani (hadani) fashumtu, wa razaqani fa-afthartu.”

Artinya: “Ya Allah kepadamu aku berpuasa, atas rezekimu aku berbuka, kepadamu aku beriman, kepadamu aku berserah diri. Telah hilang dahaga dan telah basah tenggorokan, semoga tetaplah pahala puasa, insyaAllah. Wahai yang Maha Luas Anugerahnya, berikanlah ampunanbagiku. Segala puji bagi Allah yang telah menolongku sehingga aku berpuasa dan telah memberikan rezeki kepadaku sehingga aku bisa berbuka.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.