Kisah Pemimpin Yang Angkuh, Sombong Dan Dzalim

AKURAT BANTEN - Alkisah, pada zaman dahulu tersebutlah seorang Raja Namrud yang teramat angkuh dan dzalim, karena kesombongannya kemudian diazab oleh Allah SWT.
Akhir-akhir ini sifat sombong dan angkuh kerap ditunjukkan oleh para pemimpin dan para pejabat kita, Khususnya pada ajang kontestasi pemilu 2024.
Nah, Kejadian semacam ini pernah juga terjadi pada seorang raja yang hidup di masa Nabi Ibrahim, yakni Raja Namrud diazab oleh Allah.
Dikutip dari Islami.co, Raja Namrud dikenal karena memiliki harta karun yang luar biasa. Cadangan makanannya berlimpah, bala tentaranya banyak, serta istana yang megah bersama menara babel Raja Namrud.
Karena nikmat yang melimpah tersebut membuat ia lupa diri dan meminta pengakuan kepada seluruh rakyatnya untuk menjadikan dirinya Tuhan.
Setiap orang yang datang ke istananya untuk meminta makanan akan ditanya "Siapakah Tuhanmu?" Maka, mereka semua menjawab "Engkau wahai rajaku." Raja Namrud pun memberikan makanan kepada mereka.
- Baca Juga: Kisah Teladan Khalifah Umar Bin Khattab, Tolak Anaknya Jadi Kepala Negara
- Baca Juga: 2 NIKMAT Yang Allah Berikan, Sering Terlupakan oleh Manusia, Ini Haditsnya!
- Baca Juga: PADA HARI JUM'AT: Allah Menciptakan Adam, Adam dimasukkannya ke dalam surga, Adam di Keluarkan Dari Surga, Dan Pada Hari Jumat Kiamat Itu Terjadi.
Suatu ketika Nabi Ibrahim datang ke hadapan Raja Namrud, ditanya lah "Siapakah Tuhanmu?" Nabi Ibrahim pun menjawab:
"Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan."
Raja Namrud kembali mengatakan:
"Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan,"
Maka, Nabi Ibrahim meminta Raja Namrud untuk menerbitkan matahari dari Barat seperti yang dilakukan oleh Allah SWT:
"Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkan lah ia dari Barat."
Kisah tersebut jelas difirmankan oleh Allah SWT dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 258 yang berbunyi:
"Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," dia berkata, "Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata, "Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat." Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
Mendengar Nabi Ibrahim menjawab itu, Raja Namrud hanya terdiam dan mengusirnya. Nabi Ibrahim pun pulang dengan membawa tangan kosong.
Dengan maha kuasanya Allah SWT memberikan rezeki tak terduga kepada Nabi Ibrahim. Ia mengubah sebuah kantong pasir menjadi makanan lezat dengan berbagai macam pilihan.
Setelah hari itu, Raja Namrud pun gelisah. Allah SWT pun mengutus malaikat dan mengajaknya untuk beriman kepada Allah. Hanya saja, lagi-lagi sifat sombongnya membuat ia lupa diri.
Ia menyangkal kekuasaan Allah dengan berkata, "Memangnya ada Tuhan selain diriku?" Malaikat utusan Allah pun datang hingga dua kali tetapi Raja Namrud tetap tak mau beriman.
Pada kali ketiga malaikat datang dan ditolak oleh Raja Namrud. Malaikat pun berkata "Kumpulkan lah seluruh bala tentaramu hingga tiga hari."
Ia pun mengumpulkan seluruh tentaranya, lalu Allah mengazabnya dengan mengirim jutaan nyamuk menuju bala tentara Raja Namrud. Saking banyaknya, sinar matahari pun tertutup oleh gerombolan nyamuk.
Nyamuk tersebut menghisap seluruh darah bala tentara Raja Namrud. Melihat itu, Raja Namrud pun lari dan bersembunyi ke ruangan khusus tetapi satu nyamuk mengikutinya dan masuk ke kepalanya melalui lubang hidungnya.
Maha suci Allah dengan segala kekuasaannya, Hanya dengan satu nyamuk mampu menyiksa Raja Namrud selama 400 tahun, Akhirnya Raja Namrud pun meninggal dunia dalam keadaan dzalim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










