Tak Boleh Ada Anak Lapar di Kelas: Misi Besar Prabowo Lewat 1.072 Satuan Pelayanan Gizi

AKURAT BANTEN-Acara peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 gudang ketahanan pangan Polri oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 13 Februari 2026, bukan sekadar seremoni pemerintahan biasa.
Ini adalah sebuah langkah konkret yang memiliki implikasi langsung bagi dunia pendidikan dan tumbuh kembang generasi muda Indonesia di masa depan.
Di tengah suasana peresmian, Presiden tidak dapat menyembunyikan rasa optimismenya, dan menegaskan bahwa ekosistem pangan yang terbangun merupakan fondasi bagi kedaulatan rakyat yang sesungguhnya.
"Ini akan mengamankan kita semua, mengamankan ketahanan pangan kita, juga membantu gizi anak-anak kita. Ini sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang sangat penting," tegas Presiden Prabowo.
Pesan ini jelas: negara hadir untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak Indonesia yang harus berjuang memahami pelajaran sambil menahan lapar.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan rasa bangga dan bahagianya melihat langsung ekosistem pangan yang terbangun.
“Saya sangat bahagia hari ini, saya sangat bangga. Ini juga akan mengamankan kita semua, mengamankan ketahanan pangan kita, juga membantu rakyat kita, membantu gizi anak-anak kita. Ini sesuatu yang luar biasa, ini sesuatu yang sangat penting,” ujarnya menegaskan komitmen terhadap program yang menyentuh aspek dasar kehidupan masyarakat, terutama anak-anak.
Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ruang kelas dan guru yang kompeten, tetapi juga oleh kondisi fisik dan nutrisi siswa.
Anak yang kekurangan gizi cenderung berprestasi rendah, mudah lelah, dan mengalami hambatan dalam proses belajar.
Sementara anak yang terpenuhi kebutuhan gizinya memiliki energi optimal untuk berpikir, berkonsentrasi, serta mengembangkan potensi diri secara maksimal.
Sementara itu, laporan dari perwakilan Polda Metro Jaya dalam dialog dengan Presiden menunjukkan, bagaimana fasilitas ini dijalankan secara nyata di daerah.
Ia mengatakan, “Hari ini dilaksanakan panen raya ikan nila dan bandeng, yang akan kami distribusikan ke 57 SPPG Polda Metro Jaya,” ujarnya,
seraya menggambarkan keterlibatan langsung aparat dalam mendukung pemenuhan gizi di komunitas.
Dengan hadirnya ribuan SPPG di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil, harapan program ini ke depan semakin nyata: anak-anak Indonesia tidak lagi belajar dalam keadaan lapar atau kurang gizi.
Ini berarti sekolah tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang fisik dan mental anak secara keseluruhan.
Baca Juga: Dramatis! Tanggul Jebol Picu Banjir 2 Meter di Babakan Madang: Mobil Hanyut, 8 Rumah Hancur Lebur
Lebih jauh lagi, pembangunan fasilitas ketahanan pangan menunjukkan perhatian pemerintah tidak hanya pada angka statistik, tetapi pada keseharian masyarakat.
Ketika anak-anak sehat dan terjamin gizinya, efektivitas pendidikan meningkat, sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar angan-angan, tetapi tujuan yang mungkin dapat dicapai.
Sebagai masyarakat, sudah saatnya kita melihat masalah pendidikan secara komprehensif — bukan hanya dari sudut akademik, tetapi juga dari sisi gizi dan kesehatan.
Investasi terhadap pemenuhan gizi anak bukanlah pengeluaran yang sia-sia, melainkan investasi masa depan anak bangsa, di bumi Indonesia (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









