Banten

Haaland Mulai Diusik! João Pedro dan Kai Havertz Disebut Bisa Bikin Perebutan Sepatu Emas Makin Panas

Aullia Rachma Puteri | 30 September 2026, 00:22 WIB
Haaland Mulai Diusik! João Pedro dan Kai Havertz Disebut Bisa Bikin Perebutan Sepatu Emas Makin Panas
Joao Pedro pemain Chelsea. - Getty Images

AKURAT BANTEN - Erling Haaland kembali memulai musim Premier League dengan ketajaman yang membuat para penyerang lain harus bekerja ekstra keras jika ingin merebut Sepatu Emas.

Namun, memasuki awal musim 2026/2027, sejumlah nama mulai muncul sebagai pesaing. João Pedro menjadi salah satu yang paling menarik perhatian, sementara Kai Havertz juga disebut berpotensi menyelinap ke papan atas.

Pandangan tersebut disampaikan mantan gelandang Timnas Inggris, Danny Murphy. Menurutnya, João Pedro merupakan salah satu pemain yang paling berpeluang mengganggu dominasi Haaland, sedangkan Havertz dapat menjadi kuda hitam dalam persaingan pencetak gol terbanyak.

Haaland sendiri mengawali musim dengan catatan lima gol dari lima pertandingan Premier League. Torehan tersebut membuat penyerang Manchester City itu berada di puncak daftar pencetak gol sementara.

Baca Juga: Putusan Manchester City Bisa Bikin 8 Klub Ikut Terseret, Ada MU hingga Liverpool

Di belakangnya ada Alexander Isak dengan empat gol. João Pedro menjadi salah satu pemain yang mengoleksi tiga gol, bersama sejumlah pemain lainnya.

Data resmi Premier League juga menempatkan Haaland di posisi teratas dengan lima gol, disusul Isak empat gol, sementara João Pedro dan sejumlah pemain lain mengoleksi tiga gol.

João Pedro Punya Senjata dari Lini Belakang

Murphy melihat João Pedro memiliki modal penting untuk terus mengejar Haaland. Penyerang Chelsea tersebut tidak hanya memiliki kemampuan menyelesaikan peluang, tetapi juga mendapatkan suplai dari pemain-pemain kreatif seperti Cole Palmer dan Morgan Rogers.

Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan Murphy menyebut João Pedro sebagai ancaman utama bagi Haaland. Jika Palmer, Rogers, dan João Pedro mampu menjaga kebugaran serta Chelsea terus memberikan banyak peluang, produktivitas pemain asal Brasil itu berpotensi meningkat.

Baca Juga: Baru Awal Musim, MU Sudah Cari Pengganti Carrick? Nama Antonio Conte Muncul dari Italia

João Pedro sendiri mencetak 15 gol Premier League pada musim 2025/2026, catatan terbaiknya dalam satu musim di kompetisi tersebut. Yang menarik, seluruh gol tersebut berasal dari permainan terbuka karena tidak ada yang dicetak melalui penalti.

Chelsea juga memberikan João Pedro nomor punggung 9 untuk musim 2026/2027, menunjukkan perannya sebagai salah satu penyerang utama skuad.

Havertz Bisa Jadi Kuda Hitam

Sementara itu, Havertz mempunyai situasi yang sedikit berbeda. Pemain Arsenal tersebut tidak berada sedekat João Pedro dengan Haaland dalam daftar pencetak gol saat ini, tetapi tetap menjadi bagian dari pembahasan karena perannya sebagai penyerang utama Arsenal.

Havertz mencetak dua gol dalam lima pertandingan awal Premier League dan masih mendapatkan kepercayaan Mikel Arteta sebagai penyerang tengah.

Baca Juga: Manchester City Terancam Hukuman Berat, Piers Morgan Desak Premier League Jatuhkan Sanksi Degradasi

Posisi tersebut sebenarnya sangat penting dalam persaingan Sepatu Emas karena semakin banyak menit bermain dan peluang yang didapat, semakin besar pula kesempatan seorang pemain menambah koleksi golnya.

Persaingan internal Arsenal juga menarik. Klub London Utara tersebut telah mendatangkan Viktor Gyökeres, tetapi Havertz masih mendapatkan kesempatan sebagai pilihan utama Arteta pada awal musim.

Gyökeres bahkan mencetak gol untuk Swedia pada jeda internasional September, tetapi belum menggusur Havertz dari peran utama di Arsenal.

Haaland Tetap Punya Rekam Jejak Mengerikan

Meski demikian, mengejar Haaland bukan pekerjaan sederhana.

Striker Norwegia tersebut telah memenangkan tiga Sepatu Emas Premier League dalam empat musim. Pada musim 2025/2026, ia mencetak 27 gol dan kembali menjadi pencetak gol terbanyak liga.

Baca Juga: Pochettino Bereaksi Keras soal Kasus Manchester City: “Kita Jalani Masa Penuh Tipu Daya”

Satu-satunya musim ketika Haaland gagal memenangkan penghargaan tersebut adalah 2024/2025, ketika Mohamed Salah menjadi juara.

Haaland bahkan tetap menunjukkan produktivitasnya ketika memperkuat Norwegia pada jeda internasional September. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2 atas Denmark, menambah panjang daftar golnya bersama tim nasional.

Dengan musim masih panjang, selisih dua gol antara Haaland dan João Pedro belum berarti banyak. Havertz pun masih memiliki waktu untuk mengejar.

Yang jelas, jika para pesaing mampu mempertahankan produktivitas dan mendapatkan menit bermain secara konsisten, dominasi Haaland di puncak daftar pencetak gol Premier League bakal menghadapi lebih banyak tekanan.

Baca Juga: Debut Impian Michael Kayode: Cetak Gol, Bantu Italia Hancurkan Turki 4-1

Perburuan Sepatu Emas baru memasuki babak awal. Haaland masih memimpin, tetapi João Pedro sudah mengintip dari belakang, sementara Havertz siap menjadi kejutan dari London Utara.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.