Banten

Pochettino Bereaksi Keras soal Kasus Manchester City: “Kita Jalani Masa Penuh Tipu Daya”

Aullia Rachma Puteri | 29 September 2026, 23:36 WIB
Pochettino Bereaksi Keras soal Kasus Manchester City: “Kita Jalani Masa Penuh Tipu Daya”
Manchester City. - Getty Images/Carl Recine

AKURAT BANTEN - Kasus dugaan pelanggaran aturan finansial Manchester City kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai putusan panel independen terkait 115 dakwaan yang diajukan Premier League. Salah satu suara yang ikut bereaksi adalah Mauricio Pochettino.

Mantan manajer Tottenham Hotspur tersebut mengaku prihatin dengan dampak kasus itu terhadap persaingan di Premier League. Bahkan, Pochettino menyebut jika pelanggaran tersebut terbukti, sepak bola Inggris telah melewati sebuah "masa penuh tipu daya".

Pernyataan itu disampaikan Pochettino setelah laporan menyebut Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Namun, prosesnya belum benar-benar berakhir.

Manchester City masih mempertahankan posisi bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran dan diperkirakan mengajukan banding. Sanksi terhadap klub juga belum dijatuhkan.

Baca Juga: Debut Impian Michael Kayode: Cetak Gol, Bantu Italia Hancurkan Turki 4-1

"Jika benar mereka melanggar 114 aturan, berarti kita telah menjalani masa penuh tipu daya," ujar Pochettino, seperti dikutip Reuters.

Pelatih Timnas Amerika Serikat itu juga mempertanyakan bagaimana dugaan pelanggaran dalam jumlah besar tersebut bisa berlangsung dalam waktu panjang tanpa tindakan regulator yang lebih cepat.

"Di mana pengawasannya?" menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan Pochettino ketika membicarakan kasus tersebut.

Ia menilai persoalan ini bukan hanya berkaitan dengan Manchester City, tetapi juga menyentuh kredibilitas sistem pengawasan kompetisi.

Baca Juga: Bukan Cuma Menang 4-1, Italia Ukir Sejarah Lewat Kakak-Adik Esposito Setelah Lebih dari 1 Abad

Teringat Masa di Tottenham

Komentar Pochettino memiliki latar belakang yang cukup kuat. Ia menangani Tottenham pada periode 2014 hingga 2019, termasuk ketika klub London Utara tersebut mencapai final Liga Champions 2019.

Pada masa itu, Tottenham sedang membangun stadion baru dan harus sangat berhati-hati dalam mengelola keuangan. Pochettino mengingat bahwa klub bahkan tidak mendatangkan pemain baru selama 18 bulan.

Situasi tersebut membuatnya mempertanyakan bagaimana klub-klub lain menjalani kompetisi ketika aturan finansial diterapkan dengan cara yang berbeda atau ketika proses penegakan aturan berlangsung sangat lama. Reuters mencatat Pochettino menyoroti kondisi tersebut sebagai bagian dari persoalan keadilan kompetitif.

Kasus Berawal dari Dugaan Pelanggaran 2009-2018

Premier League mengajukan 115 dakwaan terhadap Manchester City pada Februari 2023. Tuduhan tersebut berkaitan dengan periode 2009/2010 hingga 2017/2018 dan mencakup persoalan informasi keuangan klub, pendapatan, remunerasi serta kepatuhan terhadap sejumlah aturan liga. Persidangan panel independen berlangsung hingga Desember 2024.

Baca Juga: Barcelona Sudah Menggila di Liga Champions, tapi Lamine Yamal Bilang Trofi Tetap Bergantung pada Keberuntungan

Laporan mengenai putusan terbaru menyebut sebagian besar dakwaan dinyatakan terbukti. Namun, detail lengkap putusan belum dipublikasikan secara terbuka dan proses banding masih menjadi tahap berikutnya.

Manchester City sendiri tetap membantah tuduhan tersebut. CEO klub Ferran Soriano juga menegaskan bahwa City akan terus berupaya membuktikan posisi mereka dan membersihkan nama klub. Ia menyebut proses hukum tersebut masih dapat berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, belum tepat menyebut Manchester City telah menerima hukuman final. Bentuk sanksi, jika akhirnya dijatuhkan, baru dapat diketahui setelah proses hukum selesai.

Berbagai kemungkinan telah menjadi bahan pembahasan, mulai dari denda hingga pengurangan poin atau hukuman yang lebih berat, tetapi belum ada keputusan final mengenai sanksi tersebut.

Baca Juga: David Beckham Tak Masuk 4 Pemain Kelas Dunia Versi Sir Alex Ferguson, Responsnya Justru Bikin Terdiam

Bagi Pochettino, persoalan terbesar bukan sekadar hukuman yang mungkin diterima City. Ia lebih menyoroti dampak jangka panjang terhadap klub-klub lain yang selama ini berkompetisi dalam kondisi regulasi yang sama.

Kasus ini pun masih jauh dari kata selesai. Di tengah perdebatan mengenai putusan, banding, dan kemungkinan sanksi, sepak bola Inggris kini menghadapi pertanyaan yang lebih besar, yaitu seberapa efektif sistem regulasi Premier League dalam memastikan persaingan berlangsung sesuai aturan?

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.