Banten

Barcelona Sudah Menggila di Liga Champions, tapi Lamine Yamal Bilang Trofi Tetap Bergantung pada Keberuntungan

Aullia Rachma Puteri | 29 September 2026, 22:41 WIB
Barcelona Sudah Menggila di Liga Champions, tapi Lamine Yamal Bilang Trofi Tetap Bergantung pada Keberuntungan
Lamine Yamal mencoba melewati Gabriel Suazo di laga Sevilla vs Barcelona, Minggu (20/9/2026)(@AP Photo/Jose Breton)

AKURAT BANTEN - Lamine Yamal tidak ragu memasang target tinggi bersama Barcelona pada Liga Champions 2026/2027. Winger berusia 19 tahun itu ingin membawa Blaugrana kembali mengangkat trofi kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Namun, menurut Yamal, kualitas permainan saja belum cukup untuk memastikan sebuah tim menjadi juara.

Yamal menyebut faktor keberuntungan dan pengalaman juga bisa menentukan perjalanan sebuah tim di Liga Champions. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan ON Sport ketika ia berbicara mengenai ambisi Barcelona pada musim ini.

"Semua tergantung takdir. Liga Champions tidak ditentukan dalam satu pertandingan. Anda bisa bermain buruk dan kehilangan gelar," ujar Yamal.

Baca Juga: David Beckham Tak Masuk 4 Pemain Kelas Dunia Versi Sir Alex Ferguson, Responsnya Justru Bikin Terdiam

Ia kemudian menambahkan bahwa sebuah tim membutuhkan keberuntungan serta pengalaman yang terus terakumulasi dari tahun ke tahun.

Ucapan tersebut bukan berarti Yamal menganggap Barcelona tidak memiliki kualitas untuk menjadi juara.

Sebaliknya, pemain yang mengenakan nomor 10 itu menegaskan bahwa target Blaugrana adalah memenangkan trofi.

Ia bahkan berharap keberuntungan berpihak kepada Barcelona musim ini. Yamal mengatakan timnya datang untuk mengejar gelar, bukan sekadar menjalani kompetisi tanpa target.

Baca Juga: Tan Cheng Hoe Disebut Lebih Cerdik dari John Herdman, Adu Taktik Indonesia vs Malaysia Berakhir Buntu

Ambisi tersebut memiliki dasar. Barcelona mengawali perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan meyakinkan.

Pada pertandingan pertama fase liga, skuad Hansi Flick menghancurkan Feyenoord dengan skor 5-1 di Camp Nou pada 9 September 2026.

Raphinha mencetak dua gol, sementara Karim Adeyemi, Yamal, dan Gabriel Jesus masing-masing menyumbang satu gol.

Yamal sendiri mencetak gol keempat Barcelona pada menit ke-77. Gol tersebut menambah catatan impresifnya di Liga Champions. UEFA mencatat sebelum dimulainya musim ini, Yamal telah mengoleksi 12 gol dan 11 assist dari 34 penampilan di kompetisi tersebut.

Baca Juga: Dua Gol dalam Dua Laga! Viktor Gyokeres Mendadak Tajam, Mikel Arteta Dapat Sinyal di Tengah Cedera Havertz

Bahkan, kemenangan atas Feyenoord menjadi pertandingan bersejarah bagi Yamal. Ia mengambil alih ban kapten setelah Raphinha ditarik keluar dan menjadi pemain termuda yang pernah menjadi kapten Barcelona pada usia 19 tahun 58 hari.

Meski demikian, perjalanan menuju trofi Liga Champions masih sangat panjang. Barcelona pernah merasakan pahitnya tersingkir pada musim lalu ketika Atletico Madrid menghentikan langkah mereka di perempat final.

Barcelona menang 2-1 pada leg kedua, tetapi tetap tersingkir dengan agregat 2-3. UEFA mencatat gol Ademola Lookman menjadi pembeda dalam duel tersebut.

Pengalaman itulah yang membuat komentar Yamal mengenai keberuntungan menjadi relevan. Dalam pertandingan sistem gugur, satu kesalahan, satu peluang yang gagal dimanfaatkan, atau satu momen kecil dapat mengubah jalannya sebuah pertandingan.

Baca Juga: Kylian Mbappe Cedera Lutut, Real Madrid Ungkap Kondisi Terbaru Sang Kapten Prancis

Barcelona kini memiliki modal awal yang positif. Mereka juga mempunyai pemain muda seperti Yamal yang semakin matang, ditambah pengalaman para pemain senior dalam menghadapi pertandingan besar.

Namun, Yamal memahami bahwa Liga Champions memiliki cerita sendiri. Performa bagus sepanjang musim tidak otomatis menjamin trofi.

Karena itu, target Barcelona musim ini jelas: mempertahankan level permainan, belajar dari pengalaman pahit sebelumnya, dan berharap detail-detail kecil berpihak kepada mereka ketika memasuki fase paling menentukan.

Bagi Yamal, kombinasi antara kualitas, pengalaman, dan sedikit keberuntungan itulah yang pada akhirnya bisa membawa trofi Liga Champions kembali ke Barcelona.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.