Banten

Tan Cheng Hoe Disebut Lebih Cerdik dari John Herdman, Adu Taktik Indonesia vs Malaysia Berakhir Buntu

Aullia Rachma Puteri | 29 September 2026, 16:52 WIB
Tan Cheng Hoe Disebut Lebih Cerdik dari John Herdman, Adu Taktik Indonesia vs Malaysia Berakhir Buntu
Pelatih Timnas Malaysia Tan Cheng Hoe. - Official FAM Facebook

AKURAT BANTEN - Duel Timnas Indonesia kontra Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 menghadirkan pertarungan taktik yang menarik.

Skor akhir 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/9/2026), memang tidak menghasilkan gol, tetapi pertandingan tersebut justru memunculkan perdebatan mengenai adu strategi kedua pelatih, John Herdman dan Tan Cheng Hoe.

Pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Shah, menilai Tan Cheng Hoe lebih cerdik dalam membaca pertandingan dan mengoptimalkan potensi pemain Malaysia.

Menurutnya, kemampuan Harimau Malaya mengatur tempo menjadi salah satu kunci permainan mereka, terutama setelah Timnas Indonesia kehilangan satu pemain.

Baca Juga: Dua Gol dalam Dua Laga! Viktor Gyokeres Mendadak Tajam, Mikel Arteta Dapat Sinyal di Tengah Cedera Havertz

"Secara global, Tan Cheng Hoe lebih unggul dari John Herdman. Taktik Malaysia mengatur tempo permainan sangat jitu," ujar Raja Isa.

Penilaian tersebut semakin mengemuka setelah Thom Haye menerima kartu merah pada menit ke-36. Gelandang Indonesia itu awalnya mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Arif Aiman, tetapi keputusan berubah menjadi kartu merah langsung setelah wasit Ko Hyung-jin melakukan tinjauan VAR.

Unggul jumlah pemain selama lebih dari satu jam, Malaysia kemudian meningkatkan tekanan. Situasi ini membuat Indonesia lebih banyak bertahan dan mengandalkan disiplin lini belakang untuk mempertahankan gawang Maarten Paes.

Secara statistik, Malaysia memang menguasai pertandingan setelah Indonesia bermain dengan 10 pemain. Penguasaan bola Harimau Malaya mencapai 63 persen berbanding 37 persen milik Indonesia. Malaysia juga tercatat melepaskan delapan tembakan ke arah gawang, sedangkan Garuda hanya menghasilkan satu.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tak Main Lawan Norwegia, Aksinya Usai Laga Bikin Heboh

Namun, dominasi tersebut tidak berubah menjadi gol. Maarten Paes tampil penting di bawah mistar Indonesia, sementara Justin Hubner juga melakukan penyelamatan krusial dengan menghalau peluang Malaysia di garis gawang pada penghujung pertandingan.

Raja Isa melihat keberhasilan Malaysia mengontrol tempo sebagai bagian dari kecerdikan Tan Cheng Hoe. Menurutnya, Malaysia tidak perlu terburu-buru meski bermain di kandang lawan.

Setelah Indonesia kehilangan Thom Haye, Malaysia dinilai mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan tekanan secara bertahap.

Menariknya, Tan Cheng Hoe sendiri mengakui Malaysia memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. Pelatih berusia 58 tahun tersebut menyebut timnya mendominasi dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal menyelesaikannya menjadi gol.

Baca Juga: Man City Terancam Degradasi, Ini yang Bisa Terjadi pada Erling Haaland dan Para Bintang Klub

"Saya pikir pada babak kedua kami menciptakan beberapa peluang, kami mendominasi," ujar Tan.

Di sisi lain, hasil 0-0 menunjukkan sisi berbeda dari permainan John Herdman. Setelah kehilangan Haye, Indonesia tidak lagi memiliki banyak ruang untuk mengembangkan serangan dan harus mengutamakan organisasi pertahanan.

FIFA mencatat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin setelah dua pertandingan. Hasil tersebut membuat persaingan Grup A tetap terbuka. Indonesia akan menghadapi Bangladesh pada laga terakhir, sedangkan Malaysia berjumpa Singapura.

Dengan demikian, perdebatan mengenai siapa yang lebih cerdik dalam duel Herdman kontra Tan Cheng Hoe masih berada pada ranah penilaian.

Baca Juga: Manchester City dan Kasus 115 Pelanggaran, Mengapa Ancaman Degradasi Bisa Muncul?

Fakta di lapangan menunjukkan Malaysia lebih dominan secara statistik dan bermain dengan keunggulan jumlah pemain, tetapi Indonesia mampu mempertahankan skor 0-0 hingga peluit akhir.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.