Banten

Putusan Manchester City Bisa Bikin 8 Klub Ikut Terseret, Ada MU hingga Liverpool

Aullia Rachma Puteri | 30 September 2026, 00:11 WIB
Putusan Manchester City Bisa Bikin 8 Klub Ikut Terseret, Ada MU hingga Liverpool
Manchester City. - Getty Images

AKURAT BANTEN - Perkara finansial Manchester City memasuki babak baru setelah Premier League mengonfirmasi temuan komisi independen mengenai pelanggaran serius terhadap regulasi finansial dalam periode 2009/10 hingga 2017/18. Namun, saga tersebut belum berakhir.

City menyatakan akan mengajukan banding, sementara jenis sanksi yang akan dijatuhkan juga belum ditentukan.

Di tengah proses tersebut, perhatian tidak hanya tertuju kepada Manchester City. Sejumlah klub yang pernah bersaing langsung dengan The Citizens berpotensi ikut terdampak apabila sanksi akhirnya memengaruhi hasil kompetisi masa lalu atau membuka jalan bagi tuntutan kompensasi.

Dari laporan Sports Mole, menyebut setidaknya delapan klub yang berpotensi berada dalam pusaran persoalan tersebut.

Baca Juga: Baru Awal Musim, MU Sudah Cari Pengganti Carrick? Nama Antonio Conte Muncul dari Italia

1. Tottenham Hotspur

Tottenham menjadi salah satu klub yang paling sering disebut dalam pembahasan potensi kompensasi. Spurs beberapa kali berada di posisi yang berdekatan dengan City dalam periode yang diperiksa.

Salah satu contohnya adalah musim 2009/10. Tottenham finis di posisi keempat, sedangkan City berada di peringkat kelima.

Pada beberapa musim berikutnya, posisi Spurs juga menjadi bagian dari persaingan tiket kompetisi Eropa.

2. Manchester United

Manchester United memiliki kaitan langsung dengan beberapa perebutan gelar melawan rival sekotanya.

Baca Juga: Manchester City Terancam Hukuman Berat, Piers Morgan Desak Premier League Jatuhkan Sanksi Degradasi

Pada musim 2011/12, United finis sebagai runner-up dengan 89 poin, jumlah yang sama dengan City. Gelar ditentukan oleh selisih gol setelah Sergio Aguero mencetak gol dramatis pada pekan terakhir. United kembali finis di bawah City pada 2017/18.

3. Liverpool

Liverpool menjadi salah satu pesaing terdekat City dalam perebutan gelar. Pada musim 2013/14, The Reds mengakhiri kompetisi hanya dua poin di belakang City, yakni 84 berbanding 86 poin.

Liverpool juga menjadi runner-up pada 2018/19 dengan 97 poin, meski musim tersebut berada di luar periode utama perkara finansial yang sedang diperiksa. Karena itu, dampak terhadap musim tersebut tidak bisa dianggap otomatis berkaitan dengan kasus.

4. Arsenal

Arsenal juga masuk dalam daftar klub yang berpotensi terdampak. Pada 2016/17, The Gunners finis kelima, sedangkan City berada di posisi ketiga.

Baca Juga: Pochettino Bereaksi Keras soal Kasus Manchester City: “Kita Jalani Masa Penuh Tipu Daya”

Arsenal kehilangan tiket Liga Champions untuk musim berikutnya setelah 20 musim berturut-turut tampil di kompetisi tersebut.

5. Everton

Everton beberapa kali berada dalam persaingan dengan City untuk posisi Eropa. Pada 2013/14, misalnya, Everton finis kelima, sementara City menjadi juara.

Selain persoalan posisi liga, Everton juga pernah menghadapi City di semifinal Piala Liga 2015/16 sebelum tersingkir.

Dampak terhadap kompetisi piala tentu berbeda dengan persoalan klasemen Premier League dan tidak otomatis berubah akibat kasus finansial City.

Baca Juga: Debut Impian Michael Kayode: Cetak Gol, Bantu Italia Hancurkan Turki 4-1

6. Chelsea

Chelsea juga tercatat dalam daftar klub yang berpotensi terdampak. Pada 2017/18, The Blues finis kelima, sedangkan City menjadi juara dengan rekor 100 poin.

Chelsea juga merupakan salah satu klub yang disebut telah mempertahankan hak untuk mengajukan klaim kompensasi terkait kasus City, bersama Arsenal, Liverpool, dan Manchester United. Namun, klaim tersebut tetap membutuhkan proses hukum tersendiri.

7. Sunderland

Sunderland memiliki hubungan berbeda dengan kasus ini. Mereka kalah 1-3 dari City pada final Piala Liga 2014.

Jika hasil kompetisi domestik pada akhirnya menjadi bagian dari konsekuensi hukum, pertandingan-pertandingan tersebut dapat kembali menjadi perhatian. Namun, belum ada keputusan yang menyatakan hasil final Piala Liga tersebut akan diubah.

Baca Juga: Bukan Cuma Menang 4-1, Italia Ukir Sejarah Lewat Kakak-Adik Esposito Setelah Lebih dari 1 Abad

8. Stoke City

Stoke City juga masuk daftar karena pernah menghadapi City di final Piala FA 2011. City menang 1-0 melalui gol Yaya Toure.

Pertandingan tersebut menjadi salah satu contoh laga final yang mungkin kembali dibahas jika sanksi nantinya memiliki konsekuensi terhadap kompetisi domestik.

Namun, sejauh ini belum ada keputusan resmi mengenai perubahan hasil pertandingan atau pemberian trofi secara retrospektif.

Efek Domino Masih Menunggu Keputusan

Yang perlu digarisbawahi, delapan klub tersebut belum otomatis mendapatkan keuntungan apa pun.

Baca Juga: Barcelona Sudah Menggila di Liga Champions, tapi Lamine Yamal Bilang Trofi Tetap Bergantung pada Keberuntungan

Premier League baru menyatakan bahwa komisi independen menemukan pelanggaran, sementara sanksi terhadap Manchester City masih harus ditentukan. City juga sudah menyatakan akan menempuh jalur banding.

Di sisi lain, sejumlah klub Premier League memang telah mencari nasihat hukum mengenai kemungkinan mengajukan klaim kompensasi.

Arsenal, Manchester United, Liverpool, dan Tottenham termasuk empat klub yang dilaporkan telah mempertahankan hak mereka untuk melakukan langkah tersebut.

Dengan demikian, kasus Manchester City berpotensi berkembang jauh melampaui persoalan satu klub. Jika proses hukum akhirnya memunculkan konsekuensi terhadap hasil kompetisi atau kerugian finansial klub lain, efeknya dapat menyentuh sejarah Premier League selama bertahun-tahun.

Baca Juga: David Beckham Tak Masuk 4 Pemain Kelas Dunia Versi Sir Alex Ferguson, Responsnya Justru Bikin Terdiam

Untuk saat ini, semuanya masih menunggu satu hal penting: sanksi final dan hasil proses banding Manchester City.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.