Manchester City Terancam Hukuman Berat, Piers Morgan Desak Premier League Jatuhkan Sanksi Degradasi

AKURAT BANTEN - Kasus finansial Manchester City memasuki babak baru dan kembali memanaskan perdebatan di sepak bola Inggris.
Setelah proses panjang terkait dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League, broadcaster sekaligus jurnalis Inggris Piers Morgan secara terbuka meminta The Citizens mendapatkan hukuman berat, termasuk degradasi dari Premier League.
Morgan menyampaikan pandangannya melalui media sosial. Ia menilai hukuman terhadap Manchester City harus sebanding dengan pelanggaran yang telah dinyatakan terbukti.
Morgan bahkan meminta City tidak hanya didegradasi, tetapi juga kehilangan gelar-gelar yang menurutnya diperoleh secara tidak sah.
Baca Juga: Pochettino Bereaksi Keras soal Kasus Manchester City: “Kita Jalani Masa Penuh Tipu Daya”
Sikap Morgan tersebut tidak terlalu mengejutkan mengingat ia dikenal sebagai pendukung Arsenal. Namun, pernyataannya muncul ketika kasus Manchester City memang sedang memasuki fase penting.
Premier League Konfirmasi Temuan Pelanggaran
Premier League pada 29 September mengonfirmasi bahwa Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran serius terhadap regulasi finansial liga dalam periode 2009/2010 hingga 2017/2018.
Investigasi terhadap City sebelumnya menghasilkan 115 dakwaan yang diajukan pada Februari 2023 setelah penyelidikan selama empat tahun.
Dalam perkembangan terbaru, Premier League menyebut komisi independen menemukan adanya pengaturan kontrak yang dianggap tidak menggambarkan kesepakatan sebenarnya dengan sejumlah mitra komersial.
Baca Juga: Debut Impian Michael Kayode: Cetak Gol, Bantu Italia Hancurkan Turki 4-1
Komisi juga menemukan skema yang menurut liga digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan menekan biaya yang dilaporkan hingga lebih dari 900 juta poundsterling selama periode terkait.
Namun, ada satu hal yang sangat penting, yaitu sanksi belum dijatuhkan.
Richard Masters selaku CEO Premier League menyatakan masih terdapat sejumlah bagian dalam perkara yang harus diselesaikan, termasuk penentuan hukuman atas pelanggaran tersebut. Manchester City juga telah menyatakan akan menempuh jalur banding.
City tetap mempertahankan posisi bahwa mereka tidak bersalah. Dalam pernyataan klub, Manchester City menyebut mereka memiliki bukti yang menurut mereka mendukung seluruh posisi klub dan menilai keputusan komisi mengandung kesalahan material dalam hukum, prinsip, maupun fakta.
Baca Juga: Bukan Cuma Menang 4-1, Italia Ukir Sejarah Lewat Kakak-Adik Esposito Setelah Lebih dari 1 Abad
Degradasi Baru Sebatas Tuntutan
Karena proses banding belum selesai dan sanksi belum ditetapkan, tuntutan Morgan agar Manchester City didegradasi masih merupakan pandangan pribadi, bukan keputusan Premier League.
Berbagai jenis hukuman memang telah menjadi bahan pembahasan, mulai dari denda dan pengurangan poin hingga sanksi yang lebih berat.
Degradasi atau bahkan pengeluaran dari kompetisi juga disebut sebagai salah satu kemungkinan yang dapat muncul dalam proses disipliner, tetapi belum ada keputusan final mengenai bentuk hukuman City.
Kasus ini menjadi semakin sensitif karena periode pelanggaran yang dipersoalkan bertepatan dengan era kesuksesan besar Manchester City.
Klub tersebut membangun dominasi di sepak bola Inggris dan memenangkan sejumlah trofi utama selama periode tersebut.
Itulah sebabnya tuntutan pencabutan gelar juga bermunculan dari sejumlah pihak. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan resmi yang membatalkan gelar-gelar Manchester City.
City Hadapi Pertarungan Hukum Berikutnya
Manchester City kini menghadapi dua persoalan sekaligus. Di satu sisi, klub harus menghadapi temuan komisi independen. Di sisi lain, mereka memiliki kesempatan untuk mempertahankan posisi melalui proses banding.
Pihak klub sebelumnya juga menegaskan bahwa proses hukum masih panjang dan meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses selesai.
Dengan demikian, seruan Piers Morgan menjadi bagian dari reaksi luas terhadap kasus tersebut, tetapi belum menggambarkan hukuman yang benar-benar akan diterima Manchester City.
Babak berikutnya justru akan sangat menentukan. Jika proses banding tidak mengubah keputusan, Premier League kemudian harus menentukan sanksi yang dianggap sesuai dengan pelanggaran yang telah dinyatakan terbukti.
Untuk saat ini, satu hal sudah jelas: kasus finansial Manchester City belum selesai. Dan pertanyaan terbesar bukan lagi sekadar apakah ada pelanggaran, melainkan seperti apa hukuman yang akhirnya dijatuhkan kepada juara Inggris tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 4Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 5Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 8Terungkap di Sidang MK, Bawaslu Sempat Terkendala Akses Data Pendidikan Gibran
- 9Baru Awal Musim, MU Sudah Cari Pengganti Carrick? Nama Antonio Conte Muncul dari Italia
- 10Manchester City Terancam Hukuman Berat, Piers Morgan Desak Premier League Jatuhkan Sanksi Degradasi










