Banten

Spanyol Juara Piala Dunia Wanita U-20 2026! Laia Lopez Jadi Pahlawan, Korea Utara Tumbang Dramatis

Abdurahman | 28 September 2026, 23:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia Wanita U-20 2026! Laia Lopez Jadi Pahlawan, Korea Utara Tumbang Dramatis
Kiper Spanyol, Laia Lopez, melakukan dua penyelamatan krusial dalam adu penalti saat La Rojita mengalahkan juara bertahan Korea Utara dalam final yang berlangsung ketat (Foto:@Fifa.com)

AKURAT BANTEN— Drama luar biasa tersaji di final Piala Dunia Wanita U-20 FIFA 2026. Spanyol akhirnya keluar sebagai juara setelah menaklukkan juara bertahan Korea Utara melalui adu penalti dengan skor 4-3, Minggu (27/9/2026).

Pertandingan yang digelar di Stadion Miejski ŁKS Łódź tersebut berlangsung sangat ketat. Kedua tim sama-sama gagal mencetak gol sepanjang waktu normal hingga tambahan waktu.

Situasi berubah menjadi drama menegangkan ketika pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Di momen inilah kiper Spanyol, Laia Lopez, muncul sebagai sosok penentu.

Baca Juga: Eks Kepala BPN Kota Serang Didakwa Korupsi, Pungutan Pengurusan Dokumen Bikin Geger

Laia Lopez Jadi Pahlawan Spanyol

Adu penalti berlangsung sengit. Lopez tampil gemilang dengan menggagalkan dua eksekusi penalti Korea Utara, termasuk tendangan terakhir yang memastikan Spanyol mengunci kemenangan.

Keberhasilan tersebut sekaligus membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia Wanita U-20 untuk kedua kalinya.

Sebelumnya, La Rojita—julukan tim muda Spanyol—pernah menjadi juara pada edisi 2022 di Kosta Rika.

Dua penyelamatan Laia Lopez dalam adu penalti mengubah final yang buntu selama 120 menit menjadi malam penuh sejarah bagi Spanyol.

Menurut laporan FIFA, duel tersebut memang berjalan sangat berimbang. Korea Utara bahkan menunjukkan pertahanan luar biasa sepanjang turnamen hingga menjadi tim pertama yang mampu tidak kebobolan satu gol pun selama seluruh perjalanan Piala Dunia Wanita U-20.

Namun, rekor pertahanan tersebut akhirnya runtuh bukan melalui gol lawan, melainkan lewat drama dari titik putih.

Baca Juga: Air Menghitam serta Bau Busuk, Pendangkalan Parah Kali Sipon Resahkan Pedagang dan Warga

Pertandingan Berjalan Ketat Sejak Awal

Korea Utara sempat mendapatkan peluang berbahaya pada babak pertama.

Kesalahan lini belakang Spanyol membuat Ho Kyong memperoleh kesempatan dari luar kotak penalti. Namun, Laia Lopez bergerak cepat keluar dari sarangnya dan melakukan penyelamatan menggunakan tangan untuk menggagalkan peluang tersebut.

Spanyol kemudian meningkatkan tekanan selepas jeda.

Pada menit ke-78, Pau Comendador memperoleh peluang emas. Tendangannya memaksa kiper Korea Utara, Pak Ju-Gyong, melakukan penyelamatan gemilang.

Pertandingan semakin menegangkan ketika memasuki babak tambahan.

Marisa Garcia yang baru masuk pada masa extra time hampir memecahkan kebuntuan. Namun, dua peluangnya kembali berhasil dimentahkan Pak Ju-Gyong.

Tidak ada gol hingga peluit panjang.

120 menit berlalu, tetapi papan skor tetap 0-0.

Akhirnya, trofi harus ditentukan melalui adu penalti.

Baca Juga: Kenal via MiChat, Pria Asal Magetan Nekat Habisi Nyawa Wanita di Ruko Steam Tangerang

Spanyol Balas Kekalahan dari Korea Utara

Kemenangan ini juga memiliki cerita tersendiri bagi Spanyol.

Dua generasi pemain dari kedua negara sebelumnya pernah bertemu dalam final Piala Dunia Wanita U-17 2024. Saat itu Korea Utara menang melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir 1-1.

Dua tahun kemudian, situasi berbalik.

Spanyol kembali bertemu Korea Utara di pertandingan final turnamen dunia kelompok usia, tetapi kali ini La Rojita yang keluar sebagai pemenang setelah drama adu penalti.

Yang semakin menarik, sejumlah pemain yang tampil di final U-20 2026 juga pernah terlibat dalam pertemuan kedua negara di level U-17 tersebut.

Baca Juga: Gibran Terancam? Hakim MK Pernah di UTS Insearch-Autralia Juga, Pertanyaan soal Pendidikan Makin Tajam

Gelar Kedua Spanyol

Kesuksesan di Polandia membuat Spanyol kembali mengangkat trofi Piala Dunia Wanita U-20.

Gelar 2026 menjadi yang kedua bagi Spanyol setelah sebelumnya mereka menjuarai turnamen tersebut pada 2022.

Spanyol juga mencatat pencapaian penting lainnya. Gelar ini menjadi gelar dunia kedua secara beruntun bagi sepak bola Spanyol pada 2026, setelah tim nasional putra Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 pada Juli lalu.

Pelatih Spanyol, David Aznar, menyebut final tersebut sebagai pertandingan yang sangat sulit. Ia juga menilai keberhasilan ini menjadi penutup indah bagi generasi pemain yang telah meraih banyak kesuksesan di level usia muda.

Sementara itu, bek Spanyol Silvia Cristobal mengungkapkan betapa besarnya kebahagiaan tim setelah berhasil mengangkat trofi yang mereka impikan sejak kecil.

Baca Juga: Sinar Mas Land Perkuat Ekosistem Pendidikan BSD City, ILON Academy Buka Jenjang SMP

Korea Utara Tetap Cetak Rekor

Meski gagal mempertahankan gelar, Korea Utara tetap meninggalkan catatan luar biasa di Polandia.

Mereka datang sebagai juara bertahan dan melaju hingga final dengan pertahanan yang sangat sulit ditembus.

Bahkan sebelum final, Korea Utara telah mencatat enam pertandingan tanpa kebobolan. Mereka mengalahkan Portugal 2-0, Costa Rica 4-0, Kanada 2-0, serta Colombia 3-0 di semifinal.

Di final, mereka kembali mampu menjaga gawangnya tetap bersih selama 120 menit.

Namun, sepak bola akhirnya menghadirkan drama berbeda.

Bukan gol yang menghentikan Korea Utara, melainkan adu penalti.

Baca Juga: Dari KKK ke Kebijakan Kota, Bappeda Dorong Inovasi Mahasiswa Berlanjut

Malam Milik Laia Lopez

Pada akhirnya, final Piala Dunia Wanita U-20 2026 bukan hanya tentang skor 0-0 selama 120 menit.

Ini adalah pertandingan tentang kesabaran, pertahanan, tekanan mental dan keberanian ketika seluruh gelar harus dipertaruhkan dari titik putih.

Dan ketika momen terbesar itu datang, Laia Lopez berdiri sebagai pahlawan Spanyol.

Dua penyelamatannya mengantarkan La Rojita kembali ke puncak dunia.

Spanyol 0-0 Korea Utara (4-3 adu penalti).

Trofi pun kembali ke tangan Spanyol (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman