Garuda Bikin Legenda ASEAN Terpukau! 4 Mantan Bintang Bongkar Kekuatan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

AKURAT BANTEN – Kekuatan Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026 kembali menjadi sorotan. Bukan hanya dari dalam negeri, materi pemain skuad Garuda juga mendapat perhatian dari sejumlah legenda sepak bola Asia Tenggara.
Hal itu terungkap dalam acara Trophy Tour FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026).
Empat mantan pemain dari tiga negara ASEAN hadir dalam acara tersebut. Mereka adalah dua legenda Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Ponaryo Astaman, serta legenda Malaysia Safiq Rahim dan legenda Singapura Baihakki Khaizan.
Perbincangan mereka menjadi menarik karena Timnas Indonesia akan tampil sebagai tuan rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Baca Juga: KPK Kembali Geledah Kantor Summarecon di Bogor, Kasus Dugaan Suap HGB Makin Disorot
Kurniawan Sebut Materi Garuda Hampir Lengkap
Kurniawan Dwi Yulianto menilai skuad yang dipersiapkan pelatih John Herdman memiliki materi pemain yang sangat kuat.
Menurutnya, mayoritas pemain terbaik Indonesia sudah dapat dipanggil untuk menghadapi turnamen tersebut.
Namun, terdapat satu nama penting yang belum bisa memperkuat Garuda karena masalah cedera, yakni Jay Idzes.
Materi pemain yang dipanggil oleh Coach John adalah pemain yang terbaik, minus mungkin Jay Idzes karena masih cedera.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa Kurniawan melihat Timnas Indonesia datang dengan komposisi yang relatif lengkap.
Meski demikian, mantan penyerang Timnas Indonesia itu mengingatkan agar kekuatan di atas kertas tidak membuat skuad Garuda lengah.
Menurut Kurniawan, setiap lawan tetap harus dihadapi dengan serius karena negara-negara lain juga mempersiapkan tim terbaik mereka.
Ponaryo Soroti Pemain yang Berkompetisi di Eropa
Pandangan senada disampaikan Ponaryo Astaman.
Mantan kapten Timnas Indonesia tersebut menyoroti kehadiran sejumlah pemain yang sebelumnya tidak tampil pada Piala AFF 2026, termasuk para pemain yang berkarier di Eropa.
Ponaryo melihat situasi tersebut memberikan tambahan kualitas dan kedalaman bagi skuad Garuda.
Semua pemain terbaik yang kemarin tidak bermain di Piala AFF, berkompetisi di Eropa, pada saat ini bisa kita mainkan.
Menurut Ponaryo, komposisi yang disiapkan John Herdman kali ini merupakan salah satu kekuatan penting Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026.
Harapannya, para pemain tersebut mampu tampil maksimal sepanjang turnamen.
Baca Juga: Bukan Cuma The Prediksi, Deretan Artis Ini Ikut Hadiri Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby
Legenda Malaysia dan Singapura Ikut Angkat Bicara
Yang tak kalah menarik, penilaian positif juga datang dari legenda negara tetangga.
Baihakki Khaizan mengakui adanya perkembangan dalam kualitas pemain Timnas Indonesia.
Mantan pemain Timnas Singapura itu menyebut dirinya menghormati strategi yang dilakukan Indonesia dalam membangun skuad dengan memaksimalkan pemain-pemain berkualitas.
Baihakki juga menilai perkembangan sepak bola Indonesia semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Safiq Rahim juga ikut memberikan pandangan mengenai kekuatan Garuda menjelang turnamen.
Kehadiran kedua legenda Malaysia dan Singapura tersebut membuat diskusi di Trophy Tour semakin menarik karena mereka bukan hanya melihat Timnas Indonesia dari perspektif internal, tetapi juga dari sisi rival di kawasan ASEAN.
Baca Juga: Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
Garuda Jangan Terlena
Meski mendapat penilaian positif, Kurniawan tetap mengingatkan pentingnya konsentrasi dan kedisiplinan selama pertandingan.
Menurutnya, penguasaan pertandingan saja tidak cukup jika tidak diikuti kemampuan menciptakan hasil akhir.
Pengalaman pada Piala AFF 2026 menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda.
Kurniawan menekankan bahwa konsentrasi penuh selama 90 menit akan menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Ia juga meminta publik sepak bola Indonesia memberikan dukungan kepada para pemain dan tidak mudah mencaci ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
Baca Juga: Dokumen Pendidikan Gibran Disorot, Nama Ibu hingga Data Digital Bikin Publik Bertanya-tanya
Kesempatan Membuktikan Kekuatan Sebenarnya
FIFA ASEAN Cup 2026 kini menjadi panggung berikutnya bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan perkembangan sepak bola nasional.
Dengan status sebagai tuan rumah dan materi pemain yang dinilai kuat oleh para legenda ASEAN, perhatian terhadap Garuda semakin besar.
Namun, penilaian positif tersebut tetap harus dibuktikan di lapangan.
Malaysia, Singapura, dan Bangladesh yang berada satu grup bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Justru dengan komposisi pemain yang lebih lengkap, tuntutan terhadap Timnas Indonesia juga semakin besar.
Kini pertanyaannya bukan sekadar seberapa kuat skuad Garuda di atas kertas, tetapi apakah John Herdman mampu meramu seluruh materi tersebut menjadi tim yang konsisten dan efektif sepanjang turnamen.
FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi kesempatan bagi para pemain Indonesia untuk menjawab ekspektasi tersebut di hadapan publik sendiri.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 5Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 6Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 7Sidang MK Soal Ijazah Gibran Dimulai Hari Ini, Denny Indrayana Bawa Perkara ke Babak Baru
- 8Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan
- 9Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 10Denny Indrayana Bongkar Dokumen Pendidikan Gibran di MK, Suket Penyetaraan Jadi Sorotan









