Banten

Kecil-kecil Cabe Rawit! Fajar Alamri, Bocah 5 Tahun yang Ikut Turnamen Biliar Internasional Tuai Pujian Erick Thohir

Cristina Malonda | 13 Februari 2026, 06:00 WIB
Kecil-kecil Cabe Rawit! Fajar Alamri, Bocah 5 Tahun yang Ikut Turnamen Biliar Internasional Tuai Pujian Erick Thohir

AKURAT BANTEN - Ajang Carabao International Open (CIO) 2026 di Jakarta menghadirkan kejutan istimewa. Bukan hanya persaingan sengit dari ratusan atlet dunia, tetapi juga penampilan memukau seorang bocah lima tahun bernama Fajar Alamri, atlet biliar cilik asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Penampilan Fajar sukses menyedot perhatian publik, tak terkecuali Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang memberikan apresiasi langsung melalui media sosial resminya.

Dalam unggahan video yang memperlihatkan aksi Fajar di meja biliar, Erick Thohir menuliskan pujian, menyebut bocah tersebut sebagai “kecil-kecil cabe rawit”.

Baca Juga: Hore! Mudik Idul Fitri 2026 Bisa Sampai 13 Hari, Pemerintah Tetapkan Jadwal Libur Panjang Lebaran, ASN dan Swasta Bisa WFA

Julukan itu menggambarkan keberanian dan kemampuan Fajar yang tampil percaya diri di tengah turnamen internasional bergengsi.

Carabao International Open 2026 sendiri diikuti oleh 341 atlet dari 31 negara, menjadikannya salah satu turnamen biliar paling kompetitif di kawasan Asia. Di tengah para pemain senior dan profesional, kehadiran Fajar menjadi sorotan tersendiri.

Menpora juga memberikan pesan motivasi agar Fajar terus berlatih dan menjaga semangat bertanding demi meraih prestasi yang lebih tinggi untuk Indonesia di masa depan.

Baca Juga: Habib Bahar Dapat Penangguhan Penahanan, Kuasa Hukum: Akan Tempuh Restorative Justice

Aksi Menggemaskan di Meja Biliar
Fajar turun di kategori Carabao Junior Open 2026 yang berlangsung pada 4–8 Februari. Meski usianya masih sangat belia, keberaniannya tampil di panggung internasional patut diacungi jempol.

Dengan tinggi badan yang belum sebanding dengan meja biliar standar, Fajar harus berdiri di atas papan pijakan setiap kali hendak memukul bola putih. Pemandangan tersebut membuat banyak penonton terpukau sekaligus haru melihat semangatnya.

Perjalanan Fajar memang belum berujung manis. Langkahnya terhenti di sesi pertama hari kedua setelah kalah tipis 3-4 dari sesama atlet Indonesia, Mustofa Nur Ali.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Jalur TransJakarta: Kronologi Lengkap Pejalan Kaki Tewas Terlindas Bus di Penjaringan

Kekalahan tersebut membuat Fajar tak kuasa menahan air mata di pelukan sang ayah sebuah momen yang menunjukkan betapa besar tekad dan cintanya terhadap olahraga ini.

Dipuji Legenda Dunia: Efren Reyes dan Django Bustamante
Tak hanya pejabat negara, aksi Fajar juga menarik perhatian dua legenda biliar dunia asal Filipina, Efren “Bata” Reyes dan Django Bustamante.

Keduanya menyaksikan langsung penampilan Fajar dalam rangkaian acara Battle For Legacy yang digelar oleh Moor Production bersama Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI).

Efren Reyes menilai Fajar sebagai salah satu talenta muda Indonesia yang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi atlet unggulan di masa depan.

Menurut Reyes, di berbagai negara seperti Filipina dan Indonesia, anak-anak memang mulai menekuni biliar sejak usia sangat muda.

Baca Juga: Indonesia Bakal Kirim 8.000 TNI ke Gaza, MUI Ingatkan Soal Risiko Politik dan Moral

Namun, ia menekankan bahwa kunci untuk melahirkan atlet kelas dunia adalah pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.

Harapan Baru Biliar Indonesia
Kisah Fajar Alamri menjadi simbol semangat generasi baru olahraga biliar Indonesia. Meski baru berusia lima tahun, keberaniannya tampil di kompetisi internasional menunjukkan bahwa masa depan olahraga ini memiliki harapan cerah.

Dengan dukungan keluarga, pembinaan dari POBSI, serta perhatian dari pemerintah, bukan tidak mungkin Fajar akan tumbuh menjadi salah satu nama besar di dunia biliar internasional.

Perjalanan Fajar mungkin masih panjang, tetapi langkah kecilnya di Carabao International Open 2026 telah menjadi awal cerita besar bagi dunia biliar Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.