Banten

Gegara Como 1907 Milik Djarum Grup, Bikin AC Milan Gelisah dan Dikritik Pengamat Sepak Bola Italia Tanpa Pemain Lokal

Taufikurahman, M.Si | 18 Februari 2026, 21:35 WIB
Gegara Como 1907 Milik Djarum Grup, Bikin AC Milan Gelisah dan Dikritik Pengamat Sepak Bola Italia Tanpa Pemain Lokal

AKURAT BANTEN - COMO 1907 milik Djarum Grup menjadi fenomena baru dan menjadi perbincangan hangat para pengamat sepak bola di kasta tertinggi Liga Italia, kebangkitan Como 1907 sebagai tim promosi tak bisa dipandang sebelah mata karena beberapa kemenangannya mampu mendepak beberapa club yang sudah punya nama besar.

Bermain berani, rapi, dan disiplin, klub asal Lombardia itu mampu menahan bahkan menantang tim-tim mapan Serie A. Melalui sentuhan Cesc Fabregas, dari sisi teknis, Ia membawa identitas permainan modern yang menuai pujian. Saat ini Como berada di peringkat ketujuh dengan koleksi 41 poin dari 24 laga.

Tentunya, laga melawan AC Milan turut membuat kekhawatiran tersendiri bagi sang peracik strategi Massimiliano Allegri mengharuskan timnya untuk tampil maksimal. Jika tim besutan Cesc Fabregas mampu mencuri kemenangan di San Siro, mereka berpeluang memangkas jarak dengan Juventus di zona empat besar dan menjaga asa tampil di Liga Champions musim depan.

Baca Juga: Bacaan Doa Kamilin Setelah Tarawih Itu Apa? Ada Doa Setelah Witir Juga yang Jarang Diketahui

Massimiliano Allegri, menyebutkan pentingnya disiplin dan kesabaran bagi timnya saat menghadapi Como 1907 pada laga lanjutan Liga Italia 2025/2026. Duel tersebut akan berlangsung di Stadion San Siro, Milan, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.

Dikutip dari laman resmi AC Milan, Massimiliano Allegri mengatakan "Kami harus mempersiapkan diri dan memainkan pertandingan ini sebaik mungkin. (karena) Itu akan membutuhkan penampilan yang disiplin dan kami juga harus bersabar," kata Allegri, pada Rabu (17/02/2026).

Kecemasan Massimiliano Allegri

Ungkapan Allegri tentunya sangat beralasan karena Como datang dengan kepercayaan diri tinggi usai membuat juara bertahan Napoli takluk pada perempat final Piala Italia 2025/2026 lewat drama adu penalti, pada Rabu (11/02/2026).

Memasuki tiga bulan terakhir musim, segalanya akan ditentukan mulai sekarang. Menurut Allegri "Bagi klub-klub Italia, lolos ke Liga Champions adalah persoalan hidup dan mati,” kata Allegri.

Baca Juga: PKH Tahap Pertama 2026 Cair Menjelang Ramadan, Ini Rincian Bantuan dan Cara Cek Status Penerima

Kondisi Pemain Jelang Laga

Berdasarkan laporan terakhir jelang laga, sebagian besar pemain berada dalam kondisi prima. Namun, Christian Pulisic masih dalam pemantauan, sementara Santiago Gimenez dipastikan belum bisa tampil. Rafael Leao juga belum sepenuhnya pulih, meski peluangnya bermain masih terbuka.

“Adrien Rabiot masih menjalani sanksi larangan bermain. Namun, Alexis Saelemaekers bisa tampil, begitu juga Luka Modric. Modric selalu tenang dan sering hadir di momen-momen penting. Dia seorang juara,” ungkap Allegri.

AC Milan saat ini, menempati posisi kedua klasemen tertaut delapan poin dari Inter Milan yang masih duduk nyaman diposisi pertama klasemen sementara dengan perolehan 53 poin dari 24 laga Liga Italia 2025/2026.

Baca Juga: Jelang Ramadan 1447 H, THR 2026 Dipastikan Turun Lebih Cepat

Como1907 Dikritik Soal Tak Tampilkan Pemain Italia

Dalam dua pertandingan terakhir kontra Fiorentina pada 28 Januari dan Atalanta pada 1 Februari, Como menurunkan susunan pemain inti tanpa satu pun pemain berkewarganegaraan Italia. Fenomena ini langsung memicu diskusi panjang dan meluas soal arah proyek klub dan kontribusinya terhadap regenerasi sepak bola nasional.

Berdasarkan data menit bermain yang tercatat di Transfermarkt, kehadiran pemain Italia di skuad utama Como memang sangat minim. Situasi ini membuat identitas klub dipertanyakan, terutama di tengah krisis talenta lokal yang kerap disorot FIGC dan pemerhati sepak bola Italia.

Fabregas tidak menampik adanya ketimpangan tersebut. Ia menyebut kondisi ini sebagai konsekuensi dari kebutuhan taktis tim dalam persaingan Serie A yang menuntut kesiapan instan.

Baca Juga: Cukup Pakai NIK! Begini Cara Mudah Cek Desil dan Status Bansos PKH-BPNT 2026 Secara Mandiri

“Di Italia, jika Anda memainkan pemain muda dan dia tidak langsung meyakinkan, Anda akan mengeluarkannya,” ujar Fabregas, dikutip dari Football Italia.

Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu menegaskan pendekatannya berbeda, terutama dalam menilai pemain muda.

“Jika saya percaya pada seorang pemain muda, dia akan bermain setidaknya tujuh atau delapan pertandingan sehingga saya dapat menilainya dengan benar,” kata Fabregas.

Baca Juga: KUR BRI 2026 Jadi Andalan UMKM Jelang Ramadhan, Bunga 6 Persen dan Plafon hingga Rp500 Juta Siap Dongkrak Usaha

Como 1907 Sulit Mendapatkan Talenta Muda Italia Karena Telah Direkrut Klub-klub Besar

Meski demikian, keterbatasan pemain lokal bukan berarti Como menutup diri. Fabregas mengklaim pihaknya aktif mencari talenta Italia bersama direktur olahraga, Ludi. Masalahnya, peta persaingan pasar membuat ruang gerak Como sangat sempit.

Banyak pemain muda potensial Italia telah diamankan klub-klub besar dengan kontrak jangka panjang. Kondisi itu memaksa Como mengambil jalur lain, yakni membangun dari dalam.

Akademi menjadi tumpuan utama proyek jangka panjang klub. Hasilnya mulai terlihat di level usia muda. Tim U-19 Como saat ini memimpin klasemen Primavera 2 dengan raihan 37 poin dari 16 pertandingan, mencetak 36 gol dan hanya kebobolan 15 kali.

Baca Juga: WNA China Dikeroyok Usai Tabrak Motor di Palu Mobil Dilempari Batu hingga Harta Raib

Di tengah pujian atas performa tim utama, Como kini berdiri di persimpangan. Kesuksesan jangka pendek telah diraih, namun pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan identitas lokal tidak sepenuhnya hilang dalam perjalanan menuju elite Serie A.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.