WNA China Dikeroyok Usai Tabrak Motor di Palu Mobil Dilempari Batu hingga Harta Raib

Akurat Banten - Insiden kecelakaan lalu lintas di Kota Palu, Sulawesi Tengah, berujung aksi kekerasan terhadap seorang warga negara asing asal China.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, saat korban yang diketahui bernama Guo Zhenrong mengemudikan mobil Mitsubishi Pajero Sport berwarna hitam dengan nomor polisi B 1526 JJB.
Menurut keterangan aparat kepolisian, kendaraan yang dikemudikan korban menabrak sepeda motor yang sedang terparkir di tepi Jalan Rata Lembah.
Benturan tersebut memicu perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian.
Situasi yang awalnya hanya kecelakaan biasa berubah menjadi tegang ketika sejumlah orang diduga tersulut emosi dan melakukan pengejaran terhadap mobil korban.
Mobil Pajero yang dikemudikan korban bahkan sempat dilempari batu oleh massa yang mengikuti dari belakang.
Korban akhirnya menghentikan laju kendaraannya di depan gerai Indomaret Kayumalue Ngapa.
Baca Juga: Tradisi Keramas Massal di Sungai Cisadane Jadi Momen Sakral Warga Babakan Sambut Ramadhan
Di lokasi itulah, korban diduga menjadi sasaran penganiayaan dan pencurian oleh sekelompok orang yang hingga kini belum teridentifikasi.
Kapolsek Tawaeli Iptu Zulham Abdillah mengatakan anggotanya yang berada tidak jauh dari tempat kejadian langsung bergerak cepat begitu menerima informasi adanya keributan.
Polisi segera mengamankan korban dari kerumunan warga dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Atas arahan Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, kami langsung mengamankan korban dan mengevakuasinya ke RSUD Madani untuk mendapatkan penanganan medis, karena keselamatan korban menjadi prioritas utama,” ujar Zulham.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Madani untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan akibat luka yang dideritanya.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka di bagian mulut serta kehilangan beberapa gigi.
Tak hanya itu, barang-barang pribadinya juga dilaporkan hilang, mulai dari telepon seluler, tas berisi dokumen penting, hingga uang tunai.
Polisi menyebut uang tunai sebesar Rp2,14 juta ditemukan di lokasi kejadian dan telah diamankan sebagai barang bukti.
Selain itu, sejumlah barang bukti lain turut dikumpulkan untuk mendukung proses penyelidikan.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas para pelaku penganiayaan dan pencurian.
“Hingga saat ini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan, dan pencarian barang milik korban yang hilang masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian,” kata Zulham.
Kapolsek menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus tersebut secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing emosi dalam menyikapi sebuah peristiwa, apalagi sampai melakukan tindakan main hakim sendiri.
Menurutnya, setiap persoalan hukum seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan lalu lintas yang seharusnya dapat diselesaikan melalui jalur hukum justru bisa berujung pada tindak pidana baru ketika emosi tidak terkendali.
Polisi memastikan keamanan warga, termasuk warga negara asing yang berada di wilayah hukum Kota Palu, tetap menjadi perhatian utama.
Sementara itu, situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif setelah aparat melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara.
Proses hukum terhadap para pelaku kini menjadi fokus utama penyidik guna memastikan keadilan bagi korban sekaligus memberikan efek jera.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









