Heboh Isu Indonesia Cuma Kirim 12 Atlet ke SEA Games 2025, Begini Penjelasan Erick Thohir

AKURAT BANTEN - Media sosial sempat ramai dengan unggahan yang menyebut Indonesia hanya akan mengirimkan 12 atlet ke ajang SEA Games 2025 di Thailand.
Unggahan itu bahkan menampilkan pernyataan yang diklaim berasal dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang disebut-sebut menyalahkan keterbatasan anggaran sebagai alasan minimnya jumlah atlet yang dikirim.
Dalam unggahan yang beredar di platform Threads, narasi tersebut ditulis dengan kalimat mencolok,
“Cuma bisa kirim 12 atlet Indonesia ke SEA Games di Thailand, Erick Thohir: Anggaran minim.”
Di bawahnya, terdapat tambahan narasi yang membandingkan anggaran olahraga dengan program pemerintah lainnya,
“SEA Games gak ada anggaran, MBG jalan terus.”
Baca Juga: Immanuel Ebenezer Tak Punya Mobil, KPK Kembalikan Alphard ke Kemnaker, Kok Bisa?
Namun setelah ditelusuri, klaim tersebut ternyata tidak benar. Erick Thohir membantah kabar yang menyebut Indonesia hanya akan mengirim 12 atlet.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk memastikan keikutsertaan Indonesia di SEA Games 2025 tetap terlaksana secara maksimal, meski dengan komposisi atlet yang lebih efisien dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tidak benar kalau Indonesia hanya kirim 12 atlet. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk partisipasi SEA Games. Dengan itu, kita bisa kirim sekitar 120 atlet,” kata Erick Thohir dalam keterangan pers, Senin, 6 Oktober 2025.
Baca Juga: Puluhan Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Kuota Haji Kian Terkuak
Ia menjelaskan, jumlah tersebut memang lebih sedikit dibandingkan partisipasi Indonesia di edisi sebelumnya yang mencapai 700 hingga 900 atlet.
Namun, langkah efisiensi ini dilakukan agar pengiriman kontingen lebih terarah, dengan fokus pada cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali emas dan memperkuat posisi Indonesia di klasemen akhir.
Erick juga menegaskan bahwa keputusan ini bukan semata karena keterbatasan anggaran, melainkan bagian dari strategi baru pembinaan prestasi olahraga nasional.
Pemerintah kini ingin mengedepankan kualitas atlet dan persiapan yang matang, dibanding sekadar mengirim jumlah besar tanpa hasil maksimal.
Baca Juga: Gelombang Penghapusan PKH di Pamekasan 47 Penerima Ketahuan Pakai Bantuan untuk Judi Online
Lebih lanjut, Erick menyebut Kementerian Pemuda dan Olahraga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk sinkronisasi anggaran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikatakan telah membuka ruang kerja sama lintas kementerian agar kebutuhan pembiayaan kontingen Indonesia bisa tercukupi tanpa mengganggu alokasi anggaran prioritas nasional lainnya.
“Menkeu sangat mendukung. Kami sedang sinkronkan anggaran agar semua bisa berjalan dengan efisien tapi tetap menjamin kesiapan atlet kita,” ujarnya.
Baca Juga: Gelombang Besar Pemusnahan Narkoba di Aceh Ungkap Skala Peredaran yang Mengejutkan
Kabar menyesatkan mengenai pengiriman 12 atlet ini sebelumnya telah diklarifikasi oleh pihak Kemenpora dan sejumlah media nasional.
Publik diimbau agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, apalagi menjelang ajang penting seperti SEA Games yang menjadi kebanggaan kawasan Asia Tenggara.
Dengan dukungan yang kini tengah difinalisasi, pemerintah berharap Indonesia tetap bisa tampil kompetitif dan menjaga tradisi juara di ajang dua tahunan tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa efisiensi anggaran bukan berarti pengurangan semangat untuk berprestasi di kancah internasional.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan




