Bukan Angka Kecil! Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta, Jemaah Cukup Lunasi Sekitar Rp23 Juta

AKURAT BANTEN – Kabar baik datang bagi calon jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan berangkat pada 2027. Pemerintah bersama DPR RI akhirnya menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi dengan skema yang membuat beban pembayaran jemaah lebih ringan.
Dalam kesepakatan terbaru, rata-rata BPIH 2027 ditetapkan sebesar Rp98.466.351 per jemaah.
Namun, angka tersebut bukan seluruhnya harus dibayar langsung oleh jemaah.
Pemerintah dan Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR RI menetapkan porsi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung jemaah rata-rata sebesar Rp54.648.825 atau 55,50 persen dari total BPIH.
Sementara itu, 44,50 persen atau sekitar Rp43.817.526 per jemaah bersumber dari Nilai Manfaat pengelolaan keuangan haji.
Yang paling menarik, beban pelunasan jemaah pada 2027 turun sekitar Rp3,4 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Jokowi Akhirnya Buka Suara! Ijazah SMA Gibran Dipersoalkan MK, Begini Jawabannya
Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati
Kesepakatan BPIH 2027 dicapai pemerintah dan DPR dalam rapat penetapan di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa Panja Komisi VIII DPR RI dan Panja Pemerintah telah menyepakati rata-rata BPIH 2027 sebesar Rp98.466.351 per jemaah.
Angka tersebut sekaligus menjadi titik akhir dari pembahasan yang sebelumnya cukup panjang karena pemerintah pada awalnya mengusulkan BPIH jauh lebih tinggi, yakni sekitar Rp107,34 juta per jemaah.
Artinya, terdapat penyesuaian signifikan dari usulan awal hingga angka final yang disepakati.
Bagi masyarakat, bagian paling penting tentu bukan hanya total BPIH, tetapi berapa uang yang harus benar-benar disiapkan dari kantong sendiri.
Baca Juga: CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
Jemaah Tak Perlu Membayar Rp98 Juta
Inilah bagian yang sering menimbulkan salah persepsi.
Total BPIH sebesar Rp98,46 juta bukan berarti setiap jemaah harus membayar uang sebesar itu secara langsung.
Pembiayaan haji 2027 dibagi menjadi dua sumber utama.
Pertama, Bipih yang dibayar langsung jemaah sebesar rata-rata Rp54.648.825.
Kedua, Nilai Manfaat sebesar rata-rata Rp43.817.526, atau 44,50 persen dari total BPIH.
Nilai manfaat tersebut berasal dari pengelolaan keuangan haji dan digunakan untuk membantu membiayai penyelenggaraan ibadah haji.
Dengan skema tersebut, pemerintah dan DPR berusaha mencari titik keseimbangan antara kemampuan jemaah dan keberlanjutan pengelolaan dana haji.
Baca Juga: Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
Berapa Uang yang Harus Dilunasi Jemaah?
Ini yang paling ditunggu calon jemaah.
Dari Bipih rata-rata Rp54.648.825 tersebut, jemaah sudah memiliki setoran awal sebesar Rp25 juta.
Selain itu, terdapat Nilai Manfaat Virtual Account sekitar Rp3,4 juta dan subsidi pemerintah sekitar Rp3,2 juta.
Setelah memperhitungkan berbagai komponen tersebut, rata-rata sisa pelunasan yang harus dibayarkan jemaah menjadi sekitar:
Rp23.048.825
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kewajiban pelunasan pada 2026.
Kebijakan subsidi pemerintah menjadi salah satu faktor penting yang membuat beban pelunasan jemaah turun sekitar Rp3,4 juta.
Baca Juga: 3 Brankas Eks Jampidsus Dibongkar, 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Terungkap dalam Dakwaan
Pemerintah Beri Subsidi, Beban Jemaah Dipangkas
Penurunan tersebut bukan terjadi begitu saja.
Pemerintah memberikan subsidi terhadap sebagian komponen biaya haji. DPR juga menyebut kebijakan tersebut diambil untuk memberikan ruang yang lebih ringan kepada masyarakat di tengah berbagai tekanan biaya penyelenggaraan haji.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyebut penurunan biaya haji 2027 sebagai kabar positif bagi masyarakat.
Kebijakan itu dinilai penting karena biaya penyelenggaraan haji juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan harga energi dan biaya penerbangan.
Dengan demikian, calon jemaah mendapat keringanan tanpa harus menanggung seluruh kenaikan komponen biaya penyelenggaraan.
Baca Juga: Gaji PNS dan Pensiunan Bakal Lewat Koperasi? Ini Skema yang Sedang Disiapkan Pemerintah
BPIH 2027 Hampir Rp100 Juta, Ke Mana Saja Uangnya?
Besaran BPIH yang mencapai hampir Rp100 juta per jemaah mencakup berbagai kebutuhan penyelenggaraan haji.
Berdasarkan kesepakatan Panja, komponen BPIH rata-rata terdiri atas:
Biaya dalam negeri: sekitar Rp5,64 juta per jemaah.
Operasional di Arab Saudi: sekitar Rp54,32 juta per jemaah.
Biaya penerbangan: sekitar Rp38,51 juta per jemaah.
Biaya tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, pelayanan di embarkasi dan debarkasi, dokumen perjalanan, perlengkapan jemaah, hingga layanan selama berada di Arab Saudi.
Di Tanah Suci, pembiayaan juga mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, serta pelayanan di Armuzna.
Baca Juga: Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
Ada Kabar Penting Soal Kuota Haji Indonesia 2027
Selain masalah biaya, pemerintah dan DPR juga menggunakan asumsi kuota haji Indonesia sebanyak 221.000 jemaah untuk penyusunan BPIH 2027.
Jumlah tersebut menjadi salah satu dasar dalam menghitung kebutuhan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.
Pemerintah juga menggunakan asumsi nilai tukar sekitar Rp17.500 per dolar AS dan Rp4.666,67 per riyal Arab Saudi dalam perhitungan BPIH 2027.
Baca Juga: Usai Putusan MK, Ahmad Khozinudin Bawa Bukti Baru ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan Gibran
Kabar Baik bagi Calon Jemaah
Bagi calon jemaah yang masuk dalam alokasi keberangkatan 2027, penetapan ini menjadi kabar yang cukup melegakan.
Pasalnya, meskipun total biaya penyelenggaraan haji masih berada di kisaran Rp98 juta per jemaah, pemerintah dan DPR berhasil menekan jumlah yang harus ditanggung langsung oleh jemaah.
Terlebih, sisa pelunasan rata-rata sekitar Rp23 juta menjadi angka yang jauh lebih ringan dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, calon jemaah tetap perlu mencermati informasi resmi mengenai mekanisme dan jadwal pelunasan.
Kementerian Haji dan Umrah mengimbau calon jemaah yang masuk alokasi kuota 1448 H/2027 M untuk mempersiapkan diri dan mengikuti informasi resmi terkait tahapan pelunasan.
BPIH 2027 ditetapkan rata-rata Rp98,47 juta per jemaah. Tetapi jemaah tidak membayar seluruh angka tersebut.
Porsi yang menjadi Bipih jemaah adalah sekitar Rp54,65 juta, sedangkan sekitar Rp43,82 juta berasal dari Nilai Manfaat.
Setelah memperhitungkan setoran awal Rp25 juta, nilai manfaat Virtual Account sekitar Rp3,4 juta dan subsidi pemerintah sekitar Rp3,2 juta, pelunasan rata-rata menjadi sekitar Rp23,05 juta.
Angka inilah yang menjadi kabar paling ditunggu calon jemaah: beban pelunasan haji 2027 turun sekitar Rp3,4 juta dibandingkan tahun sebelumnya.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Bikin Geger, Dedi Mulyadi Turunkan Pakar ITB dan UI
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 4CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 5Dinsos Kota Tangerang Bantu Ibu dan Anak Penjual Tisu di Daan Mogot, Upayakan Reunifikasi Keluarga
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 79 Hakim MK Dilaporkan ke MKMK Usai Putusan Gugatan Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 8Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Gugur di MK, Kuasa Hukum Rayakan Putusan dengan Sujud Syukur
- 9Dani Olmo Jadi Rebutan Bayern Munchen, €90 Juta Disiapkan tetapi Ada Satu Masalah Besar
- 10Kekalahan dari PSG Masih Menghantui Mikel Arteta, Pelatih Arsenal: “Racun Itu Masih Mengalir”





