Banten

Lawang Sewu Semarang Bukan Cuma Punya Banyak Pintu, Ini Kisah di Balik Bangunan Bersejarahnya

Viona Sebastian Nolani | 22 September 2026, 12:28 WIB
Lawang Sewu Semarang Bukan Cuma Punya Banyak Pintu, Ini Kisah di Balik Bangunan Bersejarahnya
Intip Jejak Sejarah Kereta Api di Lawang Sewu - kai.id

AKURAT BANTEN - Menjelang akhir pekan, Semarang menjadi salah satu kota yang banyak dipilih untuk berwisata karena menawarkan destinasi dengan unsur sejarah, budaya, hingga bangunan peninggalan masa lalu.

Salah satu tempat wisata yang memiliki hubungan kuat dengan sejarah perkeretaapian Indonesia adalah Lawang Sewu yang berada di sekitar kawasan Tugu Muda, Kota Semarang.

Bangunan Lawang Sewu didirikan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api swasta pada masa Hindia Belanda.

Baca Juga: Gibran Digugat ke MK, Palti Hutabarat Tantang Wapres Buka Suara, 'Kini Waktunya Hadapi Semua Tuduhan'

Pembangunan gedung utama Lawang Sewu dimulai pada 1904 dan rampung pada 1907 untuk digunakan sebagai kantor pusat NIS yang turut berperan dalam perkembangan jaringan kereta api pada masa itu.

Nama Lawang Sewu melekat di tengah masyarakat karena bangunannya memiliki karakter arsitektur dengan banyak pintu dan jendela.

Saat ini, Lawang Sewu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Semarang yang menghadirkan berbagai koleksi, informasi, serta ruang edukasi mengenai perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia.

Data kunjungan menunjukkan Lawang Sewu menerima 639.091 pengunjung sepanjang 2024.

Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Makin Melebar, PSI Ungkap Pandangan Jokowi soal Isu yang Tak Kunjung Usai

Pada 2025, jumlah wisatawan yang datang ke Lawang Sewu tercatat sebanyak 620.550 pengunjung.

Sementara itu, selama Januari hingga Agustus 2026, Lawang Sewu telah mencatat 376.997 pengunjung.

Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah kunjungan ke Lawang Sewu sepanjang 2024 hingga Agustus 2026 mencapai 1.636.638 pengunjung.

Akses wisata menuju Kota Semarang juga ditunjang oleh perjalanan menggunakan kereta api yang melayani sejumlah stasiun utama di kota tersebut.

Pada periode Januari–Agustus 2026, Stasiun Semarang Tawang mencatat sebanyak 1.262.315 pelanggan naik dan turun.

Jumlah tersebut terdiri dari 628.946 pelanggan yang naik dan 633.369 pelanggan yang turun di Stasiun Semarang Tawang.

Sementara itu, Stasiun Semarang Poncol melayani 1.867.005 pelanggan naik dan turun selama periode yang sama.

Rinciannya, sebanyak 902.984 pelanggan tercatat naik dan 964.021 pelanggan tercatat turun di Stasiun Semarang Poncol.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa destinasi heritage seperti Lawang Sewu menjadi salah satu bagian dari pengalaman perjalanan masyarakat ketika berkunjung ke Semarang.

“Perjalanan kereta api memiliki hubungan erat dengan perkembangan berbagai kota di Indonesia, termasuk Semarang. Lawang Sewu menjadi salah satu peninggalan yang menyimpan cerita perjalanan perkeretaapian dari masa lalu hingga saat ini. Masyarakat dapat mengenal sejarah tersebut melalui bangunan, koleksi, dan informasi yang tersedia saat berkunjung,” ujar Anne.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang sepanjang 2024 mencapai 7.345.373 wisatawan.

Jumlah tersebut terdiri dari 7.321.077 wisatawan nusantara dan 24.296 wisatawan mancanegara.

Dengan latar sejarah yang kuat, Lawang Sewu dapat menjadi salah satu pilihan wisata akhir pekan di Kota Semarang bagi masyarakat yang ingin menikmati bangunan heritage sekaligus mengenal sejarah perkembangan perkeretaapian Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.