Prabowo Terima Medali Special Warfare Command dari Thailand, Jadi Kepala Negara Asing Pertama yang Raih Baret Merah

AKURAT BANTEN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima tanda kehormatan militer dari Kerajaan Thailand berupa Medali Special Warfare Command milik Royal Thai Army saat kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Selain menerima medali tersebut, Presiden Prabowo juga dianugerahi baret merah yang menjadi simbol Pasukan Khusus Thailand serta airborne aiguillette atau tali ornamen yang melambangkan keberanian, kesiapan menjalankan tugas, dan kehormatan.
Penganugerahan ini sekaligus mencatat sejarah sebagai pertama kalinya seorang kepala negara asing menerima baret merah Pasukan Khusus Thailand.
Dalam konferensi pers bersama, PM Anutin mengatakan bahwa Presiden Prabowo merupakan sosok prajurit yang mendapat penghormatan tinggi dari angkatan bersenjata Thailand.
Baca Juga: Terungkap Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur, Ternyata Dipicu Fenomena Lake Mixing
Menurut PM Anutin, penghargaan militer itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Presiden Prabowo kepada bangsa dan negara.
“Oleh karena itu, angkatan bersenjata Tailan menyerahkan cenderamata kepada Bapak Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan,” ucap PM Anutin.
Menanggapi penganugerahan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Kerajaan Thailand atas kehormatan yang diberikan.
Ia menilai penghargaan tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan serta eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Thailand.
“Penghargaan ini di luar dugaan saya dan saya anggap sebagai cerminan dari kepercayaan, persahabatan, saling menghormati dan eratnya hubungan antara Indonesia dan Tailan,” kata Presiden Prabowo.
Pemberian tanda kehormatan militer ini semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Thailand yang terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari diplomasi dan ekonomi hingga kerja sama pertahanan dan militer yang dibangun di atas semangat saling menghormati, saling percaya, serta persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan






