Diduga Dikeroyok Puluhan Anggota Ormas, Pria di Medan Alami Luka Parah dan Ditemukan di Depan Rumah Sakit

AKURAT BANTEN - Peristiwa dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang warga Kota Medan bernama Rahmadsyah (47) kini tengah dalam penanganan aparat kepolisian.
Pria tersebut diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan di kawasan Jalan Jermal VII, Kecamatan Medan Denai.
Kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.
Baca Juga: ART Tewas dengan Luka Melepuh di Bogor, Tiga Rekan Kerja Diduga Aniaya Korban karena Charger Hilang
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, membenarkan bahwa laporan telah diterima dan proses pendalaman sedang dilakukan.
"Kami sedang melakukan penyelidikan," ujarnya.
Rahmadsyah diketahui merupakan adik kandung seorang anggota TNI, Serka Dede Andiruka.
Menurut keterangan Dede, adiknya diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekitar 50 orang yang disebut berasal dari sebuah ormas.
Peristiwa itu disebut terjadi di area indekos tempat korban tinggal.
Dede mengungkapkan bahwa adiknya mengalami serangan secara brutal hingga tak sadarkan diri.
"Terjadilah di situ pemukulan, pengeroyokan namanya sudah ramai di situ. Terakhir kali dipukul pakai (tongkat) bisbol kepalanya, setelah itu dibacok. Baru dia sudah enggak sadarkan diri, langsung diseret, dibacok itu di dalam kamar," kata Dede.
Setelah mengalami penganiayaan, korban diduga dibawa paksa menggunakan mobil oleh para pelaku.
Dalam kondisi terluka, Rahmadsyah kemudian ditemukan berada di depan Rumah Sakit Muhammadiyah.
Dede mengaku pertama kali mengetahui keberadaan sang adik setelah memperoleh informasi dari pihak rumah sakit.
"Kami dapat informasi keberadaan adik saya lewat dokter. Nah, saya yang pertama datang ke situ. Awalnya saya enggak boleh masuk karena pakai baju dinas. Saya kan abang kandungnya, baru boleh masuk," tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan medis awal, korban mengalami luka serius pada bagian kepala.
Kondisi tersebut bahkan membuat tenaga medis harus melakukan tindakan darurat sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.
"Dokter menjelaskan kepada saya, kami tidak bisa menangani secara keberlanjutan. Sehingga penanganan medis sementara karena tengkorak kepalanya itu terkelupas lebih kurang 3-5 inch lebarnya. Jadi langsung ditutup sama dokter, baru dijahit," ungkap Dede.
Setelah mendapatkan penanganan awal, Rahmadsyah kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Baca Juga: ART Tewas dengan Luka Melepuh di Bogor, Tiga Rekan Kerja Diduga Aniaya Korban karena Charger Hilang
Sementara itu, motif di balik dugaan penyerangan tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Namun berdasarkan penuturan Dede, insiden itu diduga berkaitan dengan upaya adiknya membela seorang teman bernama Bram yang sehari sebelumnya disebut telah menjadi korban pemukulan oleh kelompok yang sama.
"Ada adik-adikan dia umurnya kurang lebih 20 atau 23 namanya Bram. Bram ini sebelumnya waktu hari Jumat itu sudah dipukuli orang. Sehingga adik saya ini karena dia merasa abangnya, jadi datanglah 'siapa yang kemarin yang memukuli adikku?' kan gitu," jelas Dede.
Tak lama setelah Rahmadsyah mempertanyakan kejadian tersebut, sejumlah orang disebut datang mencari dirinya.
Hingga kini, keberadaan Bram juga belum diketahui.
Dede menduga pemuda tersebut turut dibawa oleh kelompok yang sama dan belum kembali hingga saat ini.
Baca Juga: ART Tewas dengan Luka Melepuh di Bogor, Tiga Rekan Kerja Diduga Aniaya Korban karena Charger Hilang
"Jadi yang namanya Bram itu sampai sekarang belum kembali. Masih diculik sama mereka lah. Bahasa enaknya, masih diculik sama mereka. Saya masih mencari keberadaan si Bram di mana, belum ditemukan sampai sekarang," katanya.
Pihak keluarga berharap proses penyelidikan dapat mengungkap penyebab serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
"Belum diketahui motif penyerangan. Pasti ada dasarnya, ada latar belakangnya, apa ini kok bisa menyerang kan begitu," pungkas Dede.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!





