Prabowo Ungkap Kecemasan Global soal Perang Dunia III, Indonesia Bisa Kena Dampak 'Nuclear Winter'

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa para pemimpin dunia saat ini diliputi kekhawatiran serius terhadap kemungkinan pecahnya Perang Dunia III. Kekhawatiran tersebut ia dengar secara langsung ketika menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Januari 2026.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam forum tersebut, Prabowo membahas berbagai isu strategis, mulai dari kondisi global hingga arah kebijakan dan program kerja pemerintah ke depan.
Baca Juga: Prabowo Ultimatum Gubernur-Bupati Bali! Sindir Masalah Sampah yang Bikin Citra Pariwisata Buruk
Prabowo menjelaskan bahwa situasi geopolitik internasional saat ini berada dalam fase yang sangat rapuh. Menurutnya, ketegangan di sejumlah kawasan dunia, konflik berkepanjangan antarnegara, serta meningkatnya rivalitas kekuatan besar menjadi sumber kecemasan banyak pemimpin dunia.
Ia menyebut, dalam berbagai pertemuan internasional, para kepala negara dan pejabat tinggi secara terbuka mengungkapkan ketakutan bahwa dunia sedang berada di ambang konflik berskala besar yang dapat menyeret banyak negara.
Baca Juga: Danantara Tegaskan Batas Bisnis Asuransi BUMN, Area Tumpang Tindih Penjaminan Mulai Dibereskan
Dalam konteks tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif. Indonesia, kata dia, tidak berpihak pada kekuatan atau blok manapun dan terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog damai.
Namun demikian, Prabowo mengingatkan bahwa sikap nonblok tidak berarti Indonesia akan sepenuhnya aman jika perang dunia benar-benar terjadi. Ia menilai, dampak perang berskala global akan dirasakan oleh seluruh negara tanpa terkecuali, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Buntut Penganiayaan Banser di Tangerang, Polisi Tetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai Tersangka
Prabowo menyoroti bahaya yang jauh lebih besar apabila konflik global melibatkan penggunaan senjata nuklir. Menurutnya, perang nuklir berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang sangat ekstrem dan berlangsung dalam jangka waktu panjang.
Ia menjelaskan bahwa debu radioaktif akibat ledakan nuklir dapat menyebar ke atmosfer dan menghalangi sinar matahari dalam waktu lama, sebuah kondisi yang dikenal sebagai nuclear winter. Fenomena tersebut berisiko mengganggu iklim global dan kehidupan manusia selama puluhan tahun.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut dampak nuklir juga dapat menjalar ke wilayah perairan Indonesia. Paparan radioaktif berpotensi mencemari laut, mengancam ekosistem dan populasi ikan, serta berdampak serius terhadap ketahanan pangan nasional dan kehidupan masyarakat pesisir.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik









