Tragedi Sepatu Sempit di Samarinda, Penyesalan Ibu Pecah Usai Putranya Pergi dalam Keterbatasan

AKURAT BANTEN - Di rumah kontrakan sederhana di kawasan Jalan Tramidi RT 13, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Samarinda, Ratnasari menahan tangis saat mengenang sosok putranya, Mandala Risky Syaputra.
Dengan suara pelan dan sesekali terhenti karena emosi, perempuan itu membagikan cerita tentang perjuangan hidup yang selama ini dijalani bersama anak keduanya tersebut.
Mandala, remaja 16 tahun yang dikenal pendiam dan penuh pengertian, tumbuh di tengah kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas.
Sebagai siswa SMK Negeri 4 Samarinda, ia menjalani kesehariannya tanpa banyak tuntutan.
Ratnasari mengungkapkan, putranya hampir tak pernah meminta sesuatu yang memberatkan.
Bahkan ketika dirinya berniat membelikan kebutuhan pribadi seperti sepatu atau pakaian, Mandala justru lebih memilih mengalah demi kondisi rumah tangga mereka.
Baca Juga: Jokowi Digugat Perdata di PN Solo, Soroti Ijazah dan Ketidakhadiran Sidang
“Tidak usah, Ma. Lebih baik untuk kebutuhan di rumah saja,” ujar Ratnasari.
Kalimat sederhana itu kini menjadi penyesalan mendalam bagi seorang ibu yang merasa belum mampu memberikan hal layak bahkan untuk kebutuhan dasar anaknya.
“Penyesalannya itu… keinginan anak saja tidak bisa kita wujudkan,” katanya.
Setiap hari, Ratnasari berjuang mencari nafkah dengan berjualan jajanan tradisional keliling.
Sejak pagi buta usai salat subuh, ia mulai menyiapkan dagangan seperti risol, klepon, dan dadar gulung untuk dijajakan dari satu tempat ke tempat lain.
Penghasilan sekitar Rp65 ribu per hari harus cukup untuk menghidupi lima anaknya serta memenuhi kebutuhan dapur.
Dalam kondisi seperti itu, Mandala tumbuh menjadi pribadi yang memahami kerasnya perjuangan sang ibu.
Ia tak pernah menuntut uang jajan berlebih, berjalan kaki ke sekolah setiap hari, dan berusaha menjalani hidup dengan sederhana.
Jarak sekitar 10 menit menuju sekolah ditempuhnya tanpa keluhan.
Mandala juga dikenal memiliki rasa empati tinggi.
Saat keluarga mereka harus pindah rumah, ia justru memikirkan agar lokasi baru lebih dekat ke sekolah demi tidak merepotkan temannya yang sering memberinya tumpangan.
“Dia mikir juga bensin temannya, bolak-balik jemput dia,” tutur Ratnasari.
Meski dikenal tertutup soal penderitaan fisik, Mandala sempat mengeluhkan rasa pegal di kakinya usai menjalani magang.
Baca Juga: Jokowi Digugat Perdata di PN Solo, Soroti Ijazah dan Ketidakhadiran Sidang
Namun keluhan itu hanya disampaikan singkat.
“Cuma bilang pegal saja,” kenang ibunya.
Kini setelah kepergian sang putra, Ratnasari harus berusaha bangkit di tengah luka mendalam.
Ia sempat tetap berjualan demi kebutuhan tahlilan, meski akhirnya memilih berhenti sementara untuk menenangkan diri.
Baca Juga: Amerika Serikat Klaim Tenggelamkan 6 Kapal Iran dan Gagalkan Serangan Rudal
Anak sulungnya kini turut membantu perekonomian keluarga dan meminta ibunya beristirahat.
“Tidak usah kerja dulu, tunggu saya gajian,” kata anaknya.
Meski demikian, Ratnasari menyadari bahwa bekerja adalah satu-satunya cara untuk terus bertahan hidup dan menjaga anak-anaknya yang lain.
Di tengah tekanan hidup dan komentar sosial yang kadang menyakitkan, ia mencoba menerima semuanya dengan lapang dada.
“Ikhlas… sudah kehendak Tuhan,” ucapnya lirih.
Namun di balik keikhlasan itu, tersimpan duka mendalam seorang ibu yang harus hidup dengan kehilangan besar.
Ratnasari kini hanya berusaha melanjutkan hidup, menjaga keluarganya, serta menguatkan hati setiap hari.
Sebab bagi dirinya, meski rasa kehilangan tak akan pernah tergantikan, hidup harus tetap berjalan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






