Sebabkan Bau dan Gatal-gatal Lapak Sampah di Kunciran Kota Tangerang Dikeluhkan Warga

AKURAT BANTEN - Aktivitas pengelolaan sampah Lapak Among di Kampung Kunciran, Kelurahan Kunciran, tepatnya di Jalan Raya Gempol RT 01 RW 02, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, menuai keluhan warga. Keberadaan lokasi tersebut diduga dilakukan tanpa sosialisasi kepada warga sekitar dan menimbulkan gangguan lingkungan hingga kesehatan.
Mamat salah satu warga, mengaku keberatan dengan aktivitas yang berlangsung di dekat rumahnya. Ia menyebut bau menyengat serta lalu-lalang kendaraan pengangkut sampah menjadi sumber utama gangguan.
"Keberatan, bener-bener keberatan," ujarnya.
Baca Juga: Lolos dari Pengawasan Ketat Selat Hormuz, Tanker Minyak Iran Tiba-Tiba Sudah di Perairan Indonesia
Menurutnya, kendaraan pengangkut jenis bak motor (baktor) keluar masuk lokasi hampir sepanjang hari. Aktivitas itu menimbulkan kebisingan yang mengganggu kenyamanan warga.
"Bau, terus kendaraan yang masuk siang-malam, pulang-pergi berisik," katanya.
Ia memperkirakan dalam sehari kendaraan tersebut bisa bolak-balik lebih dari satu kali, bahkan mencapai tiga hingga empat kali.
Baca Juga: Aliran Kali Ciputat Diduga Dikorbankan untuk BXChange, Dampak Lingkungan Kian Terasa
"Kosong, penuh, kosong, penuh," ucapnya menggambarkan intensitas aktivitas.
Selain kebisingan, dampak kesehatan juga mulai dirasakan warga. Mamat menyebut munculnya lalat dalam jumlah banyak serta keluhan gatal-gatal pada kulit warga sekitar semenjak adanya operasi pengelolaan sampah Lapak Among.
"Lalat hijau udah banyak banget. Pas lagi makan, ya gimana, bau. Itu warga termasuk saya pada gatal-gatal badannya, bentol-bentol," cetusnya.
Baca Juga: Tuding Seskab Teddy Gay, Amien Rais Santai Diterpa Ancaman Hukum: Kita Buktikan Nanti!
Terkait perizinan kepada masyarakat, Mamat menegaskan tidak pernah ada komunikasi dari pihak pengelola dan kelurahan baik RT maupun RW sejak awal aktivitas berlangsung.
"Nggak, nggak ada. Nyelonong aja turun-turun. Saya kaget ada apa ya? Nggak dikasih tahu sama sekali," ungkapnya.
Ia membandingkan antara Lapak Among tempat transit sampah dengan aktivitas pengepul sampah plastik lain di lokasi tersebut sempat melalui jalur RT dan komunikasi dengan warga. Namun, khusus pengelolaan sampah ini disebut berjalan tanpa adanya sosialisasi kepada warga.
Baca Juga: Ekspor Anjlok, Iran Pangkas Produksi Minyak Imbas Blokade AS
"Kalau yang sampah ini nggak ada izin (sosialisai) sama sekali dari pertama," tegasnya.
Dari sisi kompensasi, ia mengaku tidak mengetahui dan pernah menerima satu kali dari pengelola. Ia juga mengaku pernah ditawari uang tanpa penjelasan yang jelas.
"Nggak ada sama sekali. Pernah saya dikasih duit 50 ribu buat rokok, sekali saya terima, kedua kalinya uang juga seratus ribu nggak saya terima karena gak ada penjelasannya," ujar Mamat kepada Akurat.co Banten.
Baca Juga: Makin Panas Kubu Roy Suryo Desak Polisi Tutup Kasus Ijazah Jokowi Lewat SP3
Lebih jauh, Mamat juga mengungkap adanya dugaan tindakan intimidasi dari pihak pengelola. Ia mengaku pernah didatangi oleh pengelola dan membawa senjata tajam.
"Pernah juga dua orang (pengelola) datang, sambil nyoren golok nawarin uang seratus ribu, tapi saya tolak karena anak juga nyuruh saya nolak. Kedua kali datang lagi yapi gak bawa golok, dia datang gendong tangan (tangan dikebelakangkan) begini," katanya saat bercerita.
Meski demikian, kata Mamat, ia memilih tidak terpancing dan hanya diam saat pengelolaan sampah Lapak Among datang menawarinya uang kompensasi.
Baca Juga: Kepala Dinas Banten Tabrak Siswa SD, 1 Korban Tewas, Diduga Mengemudi dengan Selang Oksigen
"Saya cuma diam aja, biarin," ujarnya singkat.
Aktivitas pengelolaan sampah tersebut disebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari, dengan waktu operasional utama sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Atas kondisi tersebut, Mamat berharap pemerintah setempat turun tangan dan menutup lokasi pengelolaan sampah yang dinilai merugikan warga di wilayah tersebut.
"Harapan saya sih pengennya ditutup. Bener-bener ditutup biar enak, biar aman, nggak ada penyakit. Kasihan warga dan anak-anak, badannya pada gatal-gatal semenjak ada ini," pungkasnya.
Baca Juga: Di Depan Buruh, Prabowo Tiba-Tiba Tanya Soal MBG! Ini Tujuan Besarnya
Sementara itu, Among selaku pengelola lapak membantah bahwa aktivitasnya tidak berizin. Ia mengaku telah mengantongi izin dari berbagai pihak di lingkungan setempat.
"Saya sudah mendapatkan izin dari UPT pengelolaan sampah wilayah timur dan juga dari RT, RW dan kelurahan. Saya di sini diketahui lurah dan juga RT. Saya bayar juga, SKRD-nya juga ada," cetusnya.
Ia menyebut aktivitas pengelolaan sampah tersebut telah berjalan selama enam bulan. "Sudah enam bulan berjalan di sini," ucapnya.
Baca Juga: Video Viral Amien Rais Soal Prabowo-Teddy Dihapus, Komdigi Sebut Fitnah dan Berisi Ujaran Kebencian
Sebagai informasi, lahan yang digunakan lapak tersebut merupakan milik PT Alam Sultra. Di lokasi yang sama juga terdapat deretan lapak pengepul sampah plastik atau rongsok yang telah beroperasi sejak lima tahun.
Hingga berita ini dipublikasikan Redaksi Akurat.co Banten masih terus menggali informasi lebih jauh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan
- 2Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
- 3BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
- 4Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
- 5Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi
- 6Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap
- 7Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya
- 8Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Drama 120 Menit dan Adu Penalti Akhirnya Putus Kutukan 35 Tahun
- 9Sesko Cedera Lagi, Manchester United Bisa Panik! 3 Striker Ini Berpotensi Jadi Solusi Januari 2027
- 10Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan! Michael Olise Ungkap Instruksi Zidane yang Bikin Belgia Hancur











