Banten

Libur Nataru 2026 Diprediksi Jadi Magnet Wisatawan Bali Okupansi Hotel Badung Melonjak Tajam

Moehamad Dheny Permana | 21 Desember 2025, 12:06 WIB
Libur Nataru 2026 Diprediksi Jadi Magnet Wisatawan Bali Okupansi Hotel Badung Melonjak Tajam

Akurat Banten - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Kabupaten Badung, Bali, memperkirakan lonjakan tertinggi kunjungan wisatawan pada momen libur panjang Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2026 akan terjadi setelah tanggal 20 Desember 2025, seiring meningkatnya arus wisatawan domestik maupun mancanegara ke Pulau Dewata.

Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menegaskan bahwa daya tarik Bali hingga kini masih sangat kuat di mata wisatawan dari berbagai negara maupun pelancong dalam negeri.

“Bali masih tetap diminati turis mancanegara dan wisatawan domestik,” ujar Rai Suryawijaya.

Menurut catatan PHRI, tingkat hunian hotel di wilayah Badung pada awal Desember 2025 masih berada di kisaran 70 persen karena periode tersebut masuk dalam fase low season atau musim kunjungan landai.

Meski demikian, kondisi tersebut diproyeksikan berubah signifikan ketika memasuki libur Natal, di mana tingkat okupansi hotel diperkirakan meningkat menjadi sekitar 78 persen.

Lonjakan yang lebih tajam diperkirakan terjadi saat pergantian tahun, dengan tingkat hunian hotel di Badung diprediksi menembus angka sekitar 97 persen.

Rai Suryawijaya menjelaskan bahwa peningkatan okupansi tidak hanya dialami hotel berbintang, tetapi juga akomodasi nonbintang, termasuk vila dan penginapan alternatif lainnya.

Ia menambahkan bahwa terdapat dua periode puncak kunjungan wisatawan di Bali, yakni pada rentang 20 hingga 27 Desember 2025 untuk libur Natal dan dilanjutkan pada 27 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 untuk momen libur Tahun Baru.

Proyeksi kenaikan tingkat hunian yang dihimpun dari berbagai hotel anggota asosiasi, lanjutnya, menjadi indikator kuat bahwa Bali masih menjadi destinasi unggulan baik secara nasional maupun internasional.

Hal tersebut dinilai cukup menarik mengingat Bali tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari curah hujan yang tinggi, potensi banjir, hingga persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi perhatian publik.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh General Manager BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia ITDC kawasan The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, yang menyebut tingkat hunian hotel di area kelolaannya diprediksi mencapai 83 persen selama libur Nataru.

Angka tersebut, menurut Agus, menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi tingkat hunian sepanjang Januari hingga November 2025 yang berada di kisaran 77,5 persen.

Baca Juga: 9 Jam Bertaruh Nyawa demi Sesuap Nasi: Kisah Ibu di Tapanuli Tengah Tembus Medan Banjir Sambil Memanggul Sembako

“Target kunjungan di kawasan kami bisa mencapai 3,4 juta orang,” kata Agus.

Kawasan The Nusa Dua sendiri merupakan area premium seluas sekitar 350 hektare yang menjadi rumah bagi 22 hotel bintang lima dan vila mewah.

Total kapasitas kamar di kawasan tersebut mencapai kurang lebih 5.485 unit, yang sebagian besar ditujukan untuk segmen wisatawan menengah ke atas.

Kabupaten Badung hingga kini masih menjadi salah satu episentrum pariwisata Bali dengan kontribusi akomodasi terbesar di Pulau Dewata.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS Bali tahun 2024, dari total 593 hotel berbintang yang tersebar di seluruh Bali, sebanyak 417 hotel berada di wilayah Kabupaten Badung.

Jumlah kamar hotel berbintang di Badung tercatat mencapai 48.257 unit, menjadikannya daerah dengan kapasitas akomodasi terbesar di Bali.

Tak hanya itu, akomodasi nonbintang di Badung juga mendominasi, dengan total 1.182 unit dari keseluruhan 3.582 unit hotel nonbintang di Bali.

Sementara itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang juga berada di Kabupaten Badung mencatat tingginya permintaan penerbangan tambahan selama periode libur akhir tahun.

Baca Juga: Sukabumi Mencekam! Detik-Detik Kampung Sawah Tengah Diterjang Banjir Bandang, Rumah Warga Dilaporkan Habis!

Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025, pengelola bandara menerima pengajuan 510 penerbangan tambahan dari maskapai, khususnya untuk rute domestik menuju dan dari Bali.

Pihak bandara memprediksi bahwa sepanjang periode musim liburan mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 akan terjadi sekitar 1,5 juta pergerakan penumpang.

Lonjakan trafik udara tersebut dinilai akan berbanding lurus dengan peningkatan okupansi hotel dan aktivitas pariwisata di berbagai kawasan utama Bali, khususnya Kabupaten Badung.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.