Tuduhan Penistaan Agama ke Jusuf Kalla, Akademisi Universitas Muhammadiyah: 'Dinilai Mengada-ada'

AKURAT BANTEN - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Tangerang menilai tuduhan penistaan agama yang ditujukan kepada Jusuf Kalla tidak memiliki dasar yang kuat dan cenderung mengada-ada.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMT, Memed Chumaidi, mengatakan polemik yang muncul akibat penafsiran ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada dinilai berlebihan.
Menurutnya, Jusuf Kalla hanya menyampaikan pandangan mengenai kompleksitas upaya mendamaikan konflik antar kelompok masyarakat, terutama yang melibatkan sentimen keagamaan.
Baca Juga: Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV Bikin Italia Geram, Hubungan AS Terancam?
"Tentu tuduhan penistaan agama sangat tidak mendasar dan mengada-ada," kata Memed, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, pengalaman Jusuf Kalla dalam menyelesaikan konflik sosial di Indonesia, seperti di Poso dan Aceh, menjadi bukti kapasitasnya sebagai tokoh perdamaian.
Memed menilai, tudingan bahwa Jusuf Kalla tidak memahami nilai-nilai agama lain juga tidak tepat. Ia menegaskan bahwa konteks pernyataan harus dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Baca Juga: AS Minta Iran Stop Nuklir 20 Tahun, Teheran Langsung Menolak, Ini Alasannya
"Kami percaya bahwa Jusuf Kalla akan memberikan penjelasan secara bijak, dan proses yang berjalan akan menghasilkan kejelasan yang adil bagi semua pihak," jelasnya.
Memed berharap polemik ini tidak berkembang menjadi isu yang dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, peristiwa ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat dialog dan menjaga persatuan.
"Dengan segala kerendahan hati saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai jasa Bapak Bangsa ini dan mendudukkan apa yang menjadi ganjalan sesuai konteks ceramah beliau di Yogyakarta. Kalau kita memahami konteks dengan jernih, tidak perlu ada ganjalan, somasi dan permintaan maaf," harapnya.
Baca Juga: Kubu Roy Suryo Sindir Joko Widodo, Respons Ijazah Dinilai Seret Jusuf Kalla
Sebelumnya, pernyataan Jusuf Kalla terkait istilah “mati syahid” yang disampaikan dalam ceramah di Masjid Kampus UGM memicu polemik. Bahkan, organisasi Gerakan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah pihak telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada Minggu (12/4/2026). ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






