Banten

Pasokan BBM Aceh Mulai Bangkit di Tengah Rintangan Banjir dan Longsor

Moehamad Dheny Permana | 30 November 2025, 23:40 WIB
Pasokan BBM Aceh Mulai Bangkit di Tengah Rintangan Banjir dan Longsor

Akurat Banten - Gelombang banjir dan longsor yang melanda sejumlah kawasan di Aceh dalam beberapa hari terakhir berdampak besar pada pergerakan energi di daerah tersebut.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan proses pemulihan distribusi BBM terus berjalan meski medan yang dihadapi berubah-ubah setiap jam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan pergerakan suplai terkendala akses jalan yang kerap tertutup, serta armada mobil tangki yang tidak dapat melaju akibat genangan dan tanah longsor.

“Kondisi akses memang dinamis, tapi layanan kepada masyarakat tetap kami prioritaskan,” ujarnya.

Ia menjelaskan beberapa wilayah yang sempat terisolasi tetap diupayakan mendapatkan pasokan melalui jalur alternatif, dengan pola pengiriman bertahap mengikuti situasi lapangan.

Menurutnya, strategi ini merupakan langkah penting untuk memastikan pasokan energi bagi warga terdampak tidak terputus.

Sejumlah mobil tangki juga masih tertahan di ruas jalan yang belum bisa dilalui, sementara unit lain yang dapat bergerak terus dimaksimalkan untuk mengalirkan suplai ke SPBU yang menjadi prioritas.

“Untuk kawasan yang masih bisa dilayani, pola operasional di SPBU tetap berjalan, bahkan ada yang dibuka 24 jam jika situasi sekitar memungkinkan,” jelas Fahrougi.

Ia menambahkan bahwa pengelola SPBU di Banda Aceh dan wilayah yang tidak mengalami gangguan juga menerapkan operasional penuh selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Baca Juga: Helikopter Polri Menembus Awan Demi Selamatkan Warga Terisolasi di Taput dan Tapteng

Dari pantauan lapangan, stok BBM di SPBU masih cukup dan pengisian ulang dilakukan sesuai jadwal yang memungkinkan bagi armada distribusi untuk melintas di tengah cuaca yang tidak menentu.

Pertamina juga memastikan ketersediaan BBM di Aceh berada pada kondisi aman dan suplai dari terminal BBM tetap berlangsung dengan pola penyesuaian yang ketat.

Menurut Fahrougi, seluruh rute distribusi dijalankan secara fleksibel mengikuti perkembangan kondisi jalan.

“Tim suplai terus mengevaluasi rute dan waktu keberangkatan, sehingga distribusi bisa tetap berjalan meskipun akses terbatas,” katanya.

Ia pun mengimbau warga untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar antrean di SPBU tetap terkendali dan distribusi dapat menjangkau wilayah terdampak secara merata.

Pada 29–30 November 2025, Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, turun langsung ke Aceh bersama tim darurat Pertamina untuk memantau kondisi distribusi di titik-titik yang paling parah.

Baca Juga: Puncak Pekan Semarak Hari Guru Nasional 2025, Wakil Ketua DPRD Banten Imron Rosadi Tekankan Penguatan Ketahanan Moral

“Kami melihat bagaimana suplai dilakukan bertahap mengikuti akses yang tersedia,” ujarnya.

Fathul menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah situasi bencana.

“Kami mengimbau masyarakat tidak panic buying, karena konsumsi yang wajar justru mempercepat pemerataan suplai,” katanya.

Pertamina Patra Niaga terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Aceh, BPBD, aparat keamanan, dan BPH Migas agar pemulihan layanan energi dapat berjalan optimal hingga seluruh akses kembali pulih.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.