UEA Aktifkan Pertahanan Udara, Serangan Rudal dan Drone Iran Berhasil Dicegat

AKURAT BANTEN - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Uni Emirat Arab mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan dari Iran.
Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara dan jet tempur nasional dikerahkan untuk merespons ancaman rudal balistik serta drone yang diluncurkan pada Sabtu 28 Maret 2026.
Suara ledakan keras yang terdengar di sejumlah wilayah disebut sebagai hasil dari proses intersepsi terhadap rudal dan pesawat tak berawak yang berhasil dilumpuhkan di udara.
Baca Juga: Setelah Lebaran, Ini Penyakit yang Sering Muncul Akibat Pola Makan Berlebih! Ada Apa Saja?
Dalam laporan Metro TV, disebutkan bahwa sistem pertahanan udara UEA secara aktif mencegat ancaman tersebut.
Intersepsi dilakukan terhadap rudal balistik maupun drone, dengan dukungan jet tempur yang ikut menargetkan objek di udara sebelum mencapai wilayah daratan.
Pihak kementerian menegaskan bahwa sistem pertahanan mereka terus siaga penuh dalam menghadapi ancaman udara yang masuk.
Meski demikian, tidak dijelaskan secara rinci jumlah serangan yang berhasil dicegat dalam insiden terbaru ini.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan. Sebelumnya, Iran dilaporkan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Baca Juga: Berlaku 16 Maret 2026, Aturan Baru SPT Diterbitkan DJP untuk Perjelas Sistem Pelaporan Pajak
Sejak konflik meningkat, UEA juga dilaporkan telah mencegat ratusan rudal dan ribuan drone.
Langkah ini menunjukkan intensitas serangan yang tinggi sekaligus kesiapan sistem pertahanan negara tersebut dalam menjaga wilayahnya.
Hingga saat ini, situasi di kawasan masih terus dipantau. Eskalasi yang terjadi menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik dan dampaknya terhadap stabilitas regional maupun global.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 8Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










