KPK Dalami Dugaan Korupsi Whoosh, Fokus ke Pengadaan Lahan dan Penjualan Aset Negara

AKURAT BANTEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mematangkan penyelidikan dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Salah satu fokus utama lembaga antirasuah ini adalah proses pengadaan lahan yang berada di bawah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), termasuk pihak-pihak yang diduga mengetahui detail mekanisme pembebasan tanah tersebut.
Plt Juru Bicara KPK, Budi, menjelaskan bahwa lembaganya menelusuri secara mendalam pihak-pihak yang terlibat dalam tahapan pengadaan lahan.
Baca Juga: Tragis! 5 Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali, Begini Kronologinya
“Bagaimana pihak-pihak ini kemudian melakukan pengadaan lahan yang digunakan untuk jalur kereta cepat tersebut,” ujar Budi, menegaskan arah penyelidikan yang kini tengah diperdalam.
Menurutnya, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah individu yang diduga mengetahui proses tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap terkait dugaan penyimpangan pada proyek infrastruktur besar tersebut.
“Sehingga nanti bisa saling mendukung dan melengkapi dalam proses atau tahapan di penyelidikan ini,” kata Budi dalam keterangannya pada Selasa, 18 November 2025.
Dalam kesempatan berbeda, KPK sebelumnya telah menyampaikan bahwa dugaan rasuah pada proyek Whoosh berkaitan erat dengan pengadaan lahan.
Temuan awal bahkan mengarah pada adanya praktik penjualan aset negara yang kemudian dibeli kembali oleh negara melalui mekanisme proyek tersebut.
Baca Juga: Anak Diduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Lemah dan Butuh Perhatian Khusus
“Ada oknum-oknum di mana dia yang bersangkutan itu yang seharusnya ini milik negara, tapi dijual lagi ke negara,” ungkap Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Jakarta, 11 November 2025.
Asep menuturkan bahwa data mengenai pihak yang diduga melakukan praktik tersebut sudah dikantongi oleh penyidik. Namun, ia belum bersedia menjelaskan secara rinci identitas ataupun peran oknum terkait hingga proses penyelidikan lebih matang.
Baca Juga: Penusukan Mengerikan Terjadi di Jalan Raya Condet Jakarta Timur
KPK menegaskan bahwa penyelidikan kasus Whoosh masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan metode pemeriksaan akan diperluas untuk menggali indikasi korupsi lain yang mungkin saling berkaitan.
Lembaga tersebut juga memastikan akan memanggil berbagai pihak, baik dari internal KCIC maupun instansi terkait.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung sendiri merupakan proyek strategis yang terus menjadi sorotan publik, baik dari sisi anggaran, efisiensi, hingga tata kelola. Berbagai catatan terkait pembengkakan biaya dan masalah lahan membuat penyelidikan KPK menjadi perhatian besar masyarakat.
Baca Juga: NTB Berpacu Turunkan Stunting, Dua Kabupaten Jadi Sorotan Utama
KPK berharap rangkaian pemeriksaan yang dilakukan dapat membuka terang dugaan rasuah dalam proyek transportasi modern pertama di Indonesia tersebut, serta mengantisipasi potensi kerugian negara yang lebih besar di masa mendatang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









