Banten

Benteng Moral BPN Jadi Senjata Terkuat Menggulung Jejaring Mafia Tanah

Moehamad Dheny Permana | 18 November 2025, 04:40 WIB
Benteng Moral BPN Jadi Senjata Terkuat Menggulung Jejaring Mafia Tanah

Akurat Banten - Di tengah tekanan kuat kejahatan pertanahan yang terus berevolusi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid kembali mengingatkan bahwa benteng pertama sekaligus terakhir untuk menghentikan mafia tanah bukanlah teknologi atau regulasi, melainkan keteguhan moral para aparatur.

Ia menegaskan bahwa mafia tanah hanya dapat bergerak ketika ada celah dari dalam lembaga, sebuah ruang kompromi yang seharusnya tertutup rapat.

“Selama jajaran BPN tidak mau diajak kongkalikong, mafia tanah pasti kabur,” ucap Nusron.

Menurutnya, berbagai upaya seperti digitalisasi layanan, perbaikan manajemen pertanahan, hingga penyempurnaan aturan, tidak akan memberi dampak besar bila masih terdapat oknum yang membuka pintu bagi praktik curang.

Ia menggambarkan bahwa kejahatan pertanahan selalu menemukan cara untuk beradaptasi dalam setiap era, namun pola dasarnya tetap sama yaitu memanfaatkan kelemahan integritas aparatur.

Baca Juga: Aparat Sisir Taman Daan Mogot Demi Pulihkan Rasa Aman Warga

Nusron mengatakan bahwa negara mana pun tidak kebal dari dua kekuatan yang selalu tarik-menarik, yakni pihak yang menjaga ketertiban dan pihak yang berupaya merusaknya.

Karena itu, strategi terpenting justru berada pada bagaimana memperkokoh karakter dan komitmen personel ATR/BPN agar tidak mudah digoyahkan oleh godaan apa pun.

“Kita berantas, mereka akan muncul lagi dalam bentuk berbeda,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa model kejahatan bisa berubah, tetapi niat di baliknya tidak pernah benar-benar hilang.

Untuk itu, fondasi utama yang wajib diperkuat ialah profesionalisme aparatur, disiplin administratif, serta kepatuhan tanpa celah terhadap seluruh standar prosedur.

Menurut Nusron, ketegasan dalam menjaga SOP dapat menutup ruang permainan mafia tanah, bahkan sebelum para pelaku sempat melancarkan aksinya.

“Kalau kita tidak tergoda, mereka pasti gagal,” ujarnya.

Baca Juga: Profil Haji Manaf Zubaidi Bukan Orang Sembarangan, Pantas Mantan Jaksa Ini Berani Tampar Keras Dedi Mulyadi

Ia memastikan bahwa negara berada di garis depan dalam setiap persoalan pertanahan dan menjamin bahwa penanganan kasus akan dilakukan secara transparan, objektif, dan sesuai hukum yang berlaku.

Di akhir, Nusron menggarisbawahi bahwa membersihkan urusan pertanahan di Indonesia tidak hanya soal menangkap pelaku, tetapi lebih dulu memastikan barisan internal BPN tetap kokoh dan tidak mudah digoyahkan.

Menurutnya, integritas adalah tameng yang tidak bisa ditembus oleh siapa pun bahkan oleh mafia tanah yang paling lihai sekalipun.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.