Banten

Cak Imin Geram! Gurita Minimarket Raksasa Mencekik UMKM, Pemerintah Harus Bertindak

Andi Syafrani | 29 Oktober 2025, 11:16 WIB
Cak Imin Geram! Gurita Minimarket Raksasa Mencekik UMKM, Pemerintah Harus Bertindak

AKURAT BANTEN – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional, kini tengah menghadapi tantangan berat. Selain persaingan dengan jaringan minimarket raksasa, UMKM juga harus berjuang melawan serbuan produk impor dan dampak negatif dari maraknya aktivitas judi online (judol). Kondisi ini memicu kekhawatiran akan keberlangsungan hidup UMKM di masa depan.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, menyoroti keberadaan jaringan minimarket besar seperti Alfamart dan Indomaret yang dinilainya kerap kali merugikan UMKM.

Menurutnya, dominasi kedua raksasa ritel ini sudah masuk kategori mengkhawatirkan karena berpotensi mematikan UMKM di berbagai daerah.

Baca Juga: Etanol Jadi Jurus Pamungkas! Bahlil Optimis Kurangi Impor Bensin, SPBU Swasta 'Ngeyel'?

"Ritel-ritel raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita membunuh ekonomi rakyat termasuk para pelaku UMKM," ujar Cak Imin dengan nada prihatin.

Ia bahkan menyebut Indomaret dan Alfamart sebagai "gurita" yang membawa ancaman dan bahaya bagi tumbuhnya usaha kecil.

Cak Imin mengungkapkan bahwa banyak bupati yang mengeluhkan kondisi ini dan terpaksa membuat peraturan khusus untuk membatasi ekspansi minimarket modern di kawasan pedesaan.

"Pemerintah daerah kewalahan menghadapi ekspansi ritel modern yang merepotkan UMKM kita," tambahnya.

Baca Juga: VIRAL! Mahasiswi Penerima KIP-K Terlibat Skandal Klub Malam, UNS Umumkan Sanksi dan Konseling

Kehadiran jaringan minimarket di tingkat desa membuat banyak warung tradisional kehilangan pelanggan. Mereka sulit bersaing karena minimarket memiliki modal besar, sistem distribusi yang efisien, serta harga jual yang lebih murah. Namun, tekanan terhadap UMKM tidak hanya datang dari minimarket.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, memperingatkan bahwa kebijakan tanpa pembatasan akan menciptakan "tsunami" produk impor yang menyingkirkan produk lokal.

"Persaingan pasar menjadi timpang. Produk impor yang lebih murah dan biaya produksinya rendah berpotensi menyingkirkan produk lokal," tegasnya.

Baca Juga: Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan PNS November 2025 Hoaks atau Fakta? Ternyata Ini Kata Kemenkeu

Novita menjelaskan bahwa tanpa proteksi selektif, UMKM akan kehilangan pangsa pasar dan terancam gulung tikar. Kondisi ini bisa memicu peningkatan pengangguran, defisit neraca perdagangan, dan penurunan daya saing nasional.

Persoalan lain yang tak kalah serius adalah maraknya aktivitas judi online (judol) yang dinilai ada kaitannya dengan penurunan modal usaha di kalangan masyarakat.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, sekitar Rp960 triliun dana masyarakat Indonesia tersedot ke dalam praktik judol.

Baca Juga: Profil Dini Yuliani Bukan Orang Sembarangan, Istri Bupati Purwakarta Meninggal Dunia Tinggalkan Banyak Kenangan Baik

"Bayangkan uang sebesar itu bisa digunakan untuk memajukan ekonomi rakyat," ujar Maman dengan nada geram. Menurutnya, aliran dana yang begitu besar ke situs judol menjadi penyebab utama melemahnya modal usaha hingga daya beli masyarakat.

Menteri UMKM menilai bahwa uang yang seharusnya berputar di pasar lokal justru menguap ke aktivitas ilegal yang tidak memberi dampak ekonomi nyata.

"Ini bukan hanya masalah kriminal, tapi sudah menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," tukas Maman.

Baca Juga: 'Nanti Saya Dimarahi': Menkeu Purbaya Tiba-Tiba 'Rem' Gaya Komunikasi 'Koboi'-nya, Mengapa?

Kondisi ini menuntut pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan terukur untuk melindungi UMKM dari berbagai ancaman. Pemerintah perlu meninjau kembali kebijakan terkait dengan ekspansi minimarket modern, memperketat pengawasan terhadap impor produk, serta memberantas aktivitas judi online secara tegas.

Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan dukungan konkret kepada UMKM, seperti akses permodalan yang mudah, pelatihan keterampilan, serta pendampingan usaha.

Dengan langkah-langkah yang komprehensif, diharapkan UMKM dapat bertahan dan terus berkontribusi bagi perekonomian nasional. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC