Berita Viral! Plt Kadinsos Diduga Biarkan Pegawainya Melakukan Pungli Bansos di Lebak

AKURAT BANTEN, LEBAK – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pelayanan bantuan sosial (Bansos) kembali mencuat di Kabupaten Lebak.
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lebak, Lila Gifty seakan pembiaran terhadap pegawainya melakukan pungli dan mengaku kecewa atas mencuatnya kasus yang menyeret salah satu pegawai dinasnya, meski sebelumnya ia telah berulang kali memberikan peringatan kepada jajaran pelayanan agar tidak melakukan pelanggaran.
Dalam keterangannya, Lila menegaskan sejak awal dirinya telah berkomitmen agar seluruh pegawai Dinsos memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tidak melakukan praktik pungli dalam bentuk apapun.
“Saya dari awal selalu menekankan kepada teman-teman di pelayanan agar memberikan pelayanan terbaik. Itu sudah menjadi komitmen kami bersama,” kata Lila diruang kerjanya pada Akurat Banten, Senin (9/3/2026).
Lila menjelaskan, sistem pelayanan di lapangan biasanya dilakukan oleh dua petugas sekaligus agar dapat saling mengawasi dan mencegah potensi penyimpangan.
Menurutnya, dugaan kasus yang kini ramai diperbincangkan membuatnya sangat kecewa karena sebelumnya ia sudah memberikan peringatan keras kepada para pegawai.
“Secara pribadi saya kecewa, karena saya sudah me-warning teman-teman jangan sampai terjadi hal seperti ini,” tegas Plt Kadinsos.
Baca Juga: AC Milan Hidupkan Gelar Juara di Sepuluh Laga Sisa Seri A Liga Italia, Usai Menang atas Inter
Ia mengungkapkan, laporan awal dugaan pungli tersebut sebenarnya sudah ia terima pada malam hari menjelang akhir pekan. Saat itu ia berencana memanggil pihak yang diduga terlibat pada hari Senin untuk dilakukan pembinaan sekaligus meminta yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang dirugikan.
Namun sebelum rencana tersebut terlaksana, kasus itu sudah lebih dulu viral di media sosial disertai video yang menyebar luas.
“Saya dapat laporan malam Sabtu. Rencananya hari Senin akan saya panggil untuk pembinaan. Tapi ternyata tengah malam sudah ramai di media sosial,” papar Lila.
Ia juga mengakui pengawasan di lapangan tidak selalu bisa dilakukan secara maksimal karena luasnya wilayah pelayanan dan jarak yang cukup jauh.
“Kami memang mungkin lemah dalam pengawasan, karena jarak wilayah pelayanan cukup jauh dan kami juga tidak mungkin terus-menerus mengawasi,” ujarnya.
Meski demikian, Lila menegaskan tidak akan mentolerir jika terbukti ada pegawai yang melakukan pungli dalam pelayanan bantuan sosial.
Ia bahkan menyatakan siap menjadi pihak pertama yang melaporkan jika ada bukti kuat terkait pelanggaran tersebut.
“Kalau memang ada bukti, saya yang pertama akan melaporkan. Tapi tentu harus ada bukti yang jelas,” tegasnya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan dugaan pungli dalam pelayanan bantuan sosial tidak hanya terjadi di satu wilayah. Bahkan disebut-sebut nominal pungutan yang diminta kepada masyarakat bervariasi, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Baca Juga: Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Laporkan Rumah ke RT RW Sebelum Mudik Lebaran
Kasus ini pun kini menjadi sorotan publik dan dinilai perlu diusut secara transparan agar tidak merugikan masyarakat, khususnya penerima bantuan sosial yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.
Diketahui,Dugaan pemerasan terhadap warga miskin oleh oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Sosial Kabupaten Lebak viral di media sosial. Oknum berinisial SN disebut meminta uang hingga Rp400 ribu kepada warga dengan dalih membantu proses perubahan status desil bantuan sosial.
Kasus tersebut mencuat setelah diungkap oleh Kepala Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Bedi, melalui pesan WhatsApp yang kemudian menyebar luas di masyarakat.
Baca Juga: Realme C83 5G Rilis dengan Baterai 7000 mAh dan Layar 144Hz, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Dalam pesan tersebut, Bedi menyampaikan kemarahannya atas dugaan praktik pungutan liar terhadap masyarakat kurang mampu.
“B*ngsat.! Ada oknum pegawai Dinsos yang peras uang dari masyarakat miskin untuk proses pemindahan desil,” kata Bedi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







