Banten

Duo Raksasa Demokrasi! Presiden Lula: Puji Keras Kebijakan 'Makan Bergizi Gratis' Prabowo

Saeful Anwar | 24 Oktober 2025, 09:10 WIB
Duo Raksasa Demokrasi! Presiden Lula: Puji Keras Kebijakan 'Makan Bergizi Gratis' Prabowo

 

AKURAT BANTEN– Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federasi Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, ke Indonesia menjadi penanda babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara.

Dalam konferensi pers bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Presiden Lula menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah ia rintis sejak 2008.

Presiden Lula dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia dan Brasil bukan hanya sekadar mitra, melainkan dua negara demokrasi besar dengan ekonomi yang berkembang pesat—sebuah fondasi kuat untuk kolaborasi global.

"Merupakan kehormatan untuk membalas kunjungan kenegaraan kepada Presiden Prabowo Subianto. Kemitraan strategis yang saya luncurkan pada kunjungan pertama saya ke Jakarta pada tahun 2008 terbukti semakin relevan dan aktual,” ujar Presiden Lula.

Baca Juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran Dinilai Bangun Politik Berkarakter Lewat Jalan Kebudayaan

Visi Ekonomi Tajam

Dalam pernyataan yang penuh ambisi, Presiden Lula menyoroti perlunya lompatan besar dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Ia mengajak Indonesia dan Brasil untuk melakukan 'pengorbanan yang lebih besar' demi memastikan pertumbuhan perdagangan sejalan dengan pertumbuhan populasi.

Indonesia dan Brasil, menurutnya, memiliki potensi untuk mengubah peta geografi ekonomi dunia.

“Saya pikir rakyat Indonesia dan rakyat Brasil layak bagi kita untuk melakukan pengorbanan yang lebih besar agar menjamin bahwa perdagangan antara Indonesia dan Brasil tumbuh sejalan dengan pertumbuhan populasi kita. Kita akan melakukan upaya besar agar Indonesia dan Brasil menjadi dua mitra penting dalam geografi ekonomi dunia,” tegasnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Presiden Lula menekankan urgensi penyelesaian Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) antara Mercosur dan Indonesia.

Ia secara pribadi berharap perundingan penting ini dapat dituntaskan sebelum masa kepresidenannya berakhir.

Sebagai "suara efektif dari Global Selatan," kedua negara juga bertekad untuk mengambil posisi yang layak dalam tatanan dunia yang terus bergejolak dan bertransformasi.

“Dunia yang sedang berkembang berutang banyak kepada Indonesia,” sebut Presiden Lula, mengakui peran historis dan masa depan Indonesia.

Baca Juga: Aroma Tersangka Kasus Kuota Haji Makin Tercium, KPK Isyaratkan Pengumuman Besar

Pujian Internasional 

Momen paling menarik dalam pertemuan ini adalah apresiasi khusus Presiden Lula terhadap salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis.

Presiden Lula, yang memimpin inisiatif Aliansi Global Melawan Kelaparan dan Kemiskinan selama kepresidenan Brasil di G20, melihat kebijakan ini sebagai perwujudan nyata dari aksi global.

“Kita tahu bahwa tidak ada pembangunan berkelanjutan tanpa mengatasi kelaparan dan kemiskinan,” jelas Lula.

Ia menegaskan bahwa kebijakan makan sekolah dari pemerintahan Presiden Prabowo layak mendapat pengakuan internasional dan merupakan bagian dari program percepatan pelaksanaan Aliansi Global tersebut.

Pujian ini memperkuat legitimasi dan relevansi global dari program yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Baca Juga: Pemerintah Pertimbangkan Kucurkan Dana APBN untuk Renovasi Pesantren, Santri Bakal Dapat Pelatihan Bangunan

Pesan Penutup

Menutup pernyataannya, Presiden Lula memberikan pesan yang sarat makna mengenai pentingnya kemandirian.

Ia mendorong penguatan hubungan di berbagai sektor perdagangan, ilmiah, teknologi, budaya, dan politik, agar kedua negara semakin tidak bergantung pada satu negara adidaya tertentu.

“Sahabatku Presiden Prabowo, bahwa Brasil dan Indonesia akan sebesar yang kita inginkan. Semakin banyak kita perlu mendiskusikan kesamaan yang ada antara kedua negara kita agar kita dapat semakin memperkuat hubungan... sehingga kita semakin tidak bergantung pada satu negara saja,” tutup Presiden Lula, menegaskan visi keseimbangan dan saling menguntungkan sebagai landasan kemitraan masa depan (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman