Satu Tahun Prabowo-Gibran Dinilai Bangun Politik Berkarakter Lewat Jalan Kebudayaan

Akurat Banten - Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai mulai menegaskan arah baru pembangunan bangsa, yaitu lewat penguatan budaya politik yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan.
Pandangan tersebut disampaikan oleh akademisi Universitas Karya Persada Muna, Sarniati, yang menilai pemerintahan saat ini menunjukkan keseriusan dalam merawat jati diri bangsa di tengah derasnya arus modernisasi.
“Dalam setahun terakhir, saya melihat ada semangat baru dari pemerintah untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang sempat memudar,” ujar Sarniati.
Ia menilai bahwa upaya pemerintah yang menempatkan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan merupakan langkah visioner.
Program seperti revitalisasi seni tradisional, penguatan komunitas adat, hingga dukungan terhadap kebudayaan lokal disebutnya menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tengah membangun pondasi kebangsaan melalui pendekatan politik yang berjiwa budaya.
“Pendekatan ini penting karena politik bukan hanya soal kekuasaan dan kebijakan, tapi juga tentang cara masyarakat memahami dan memaknai kehidupan bernegara,” lanjutnya.
Menurut Sarniati, politik berakar budaya berarti menempatkan nilai, keyakinan, dan sikap masyarakat sebagai bagian integral dari sistem pemerintahan.
Ia menjelaskan bahwa politik tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan, adat, bahkan mitos dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Dengan begitu, penguatan budaya politik akan menjadi dasar yang kokoh dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berdaulat.
Baca Juga: Rekonstruksi Berdarah di Kebon Jeruk, Jejak Cemburu yang Berakhir Tragis
Sarniati juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter.
Menurutnya, pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang kini gencar dilakukan pemerintah harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat moral dan identitas nasional.
“Bangsa yang maju bukan hanya yang memiliki jalan dan gedung megah, tetapi juga yang memiliki karakter kuat dan kebanggaan terhadap budayanya,” tutur Sarniati.
Namun, ia tak menutup mata bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan.
Sarniati menyoroti masih adanya polarisasi politik di masyarakat pasca-pemilu yang dapat mengancam semangat persatuan nasional.
“Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menyatukan kembali persaudaraan kebangsaan yang sempat terbelah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah tetap mengedepankan pendekatan budaya politik yang inklusif, mampu merangkul semua golongan tanpa melihat latar belakang politik maupun sosial.
“Pemerintahan harus menjadi ruang bersama yang menumbuhkan rasa memiliki terhadap negara ini,” katanya.
Sebagai akademisi, Sarniati menegaskan komitmennya bersama kalangan perguruan tinggi untuk berkontribusi melalui kajian, penelitian, dan aksi nyata dalam memperkuat politik berbudaya di Indonesia.
Baca Juga: Pertikaian Berdarah di Bawah Jembatan, Pria Silver Nekat Tikam Teman Istrinya Sendiri
“Dari Muna, kami siap menjaga semangat Indonesia yang berkarakter dan berdaulat,” pungkasnya.
Dengan arah baru yang berpijak pada budaya politik, ia percaya pemerintahan Prabowo-Gibran dapat melahirkan bangsa yang tak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara identitas dan persaudaraan nasional.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 7Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan







