Depok Diserbu Penumpang, Pramono Anung 'Sentil' Pemda: Halte Jangan Semua Jakarta yang Bangun!

AKURAT BANTEN – Lonjakan drastis penumpang Transjabodetabek rute Depok menuju Jakarta tengah menjadi sorotan publik.
Alih-alih hanya membahas penambahan armada, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan pernyataan tegas terkait fasilitas penunjang yang dinilai masih minim di wilayah penyangga.
Pramono secara terbuka "menyentil" Pemerintah Daerah (Pemda) di luar Jakarta, khususnya Depok, untuk tidak berpangku tangan dalam menyediakan infrastruktur transportasi bagi warga mereka sendiri.
Baca Juga: Mencekam! Detik-Detik Truk 'Tractor Head' Hantam Beruntun 6 Mobil di Underpass Ciawi Jagorawi
"Jangan Semuanya Jakarta yang Menyiapkan"
Dalam keterangannya di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026), Pramono Anung menyoroti ketimpangan fasilitas antara bus yang disediakan Pemprov DKI dengan halte yang ada di wilayah tujuan.
Menurutnya, kesuksesan integrasi transportasi Jabodetabek adalah tanggung jawab bersama.
"Yang di Depok itu karena Depok kan bukan Provinsi DKI Jakarta, harusnya haltenya jangan kemudian semuanya Jakarta yang menyiapkan," tegas Pramono dengan nada bicara yang lugas.
Pramono berharap pemerintah daerah penyangga ikut berperan aktif mengalokasikan anggaran untuk membangun halte yang layak.
Hal ini dinilai krusial agar antrean penumpang yang "menyerbu" rute tersebut tidak menumpuk di pinggir jalan tanpa fasilitas yang memadai.
Baca Juga: Bukan Lagi Calistung! Bunda PAUD Tangerang Ubah Total Cara Belajar Anak: Apa Itu Deep Learning?
Animo Tinggi, Infrastruktur Tertinggal
Antrean yang membeludak di rute Depok membuktikan bahwa warga sangat haus akan transportasi publik yang murah dan terintegrasi.
Namun, tingginya minat ini tidak dibarengi dengan kesiapan halte di titik-titik jemput wilayah Depok.
Menurut Pramono, dukungan dari pemda setempat akan membantu:
Menekan angka antrean di titik-titik krusial.
Meningkatkan kenyamanan penumpang saat menunggu bus.
Mempercepat sirkulasi bus karena adanya titik pemberhentian yang teratur.
Baca Juga: Waspada! Sungai Cisadane Tercemar Racun Pestisida, Warga Dilarang Konsumsi Ikan 'Mabuk'!
Ekspansi Rute Hingga Kelakar 'Sampai Singapura'
Di tengah kritiknya, Pramono memastikan bahwa perluasan rute Transjabodetabek tidak akan berhenti.
Saat ini, layanan sudah menjangkau Alam Sutera, PIK, Bogor, hingga Bandara Soekarno-Hatta.
Ia bahkan berkelakar mengenai banyaknya permintaan rute baru dari masyarakat. "Ada juga yang minta sampai ke Singapura," ucapnya sambil tertawa, menyiratkan bahwa kebutuhan akan transportasi publik yang efisien memang sangat masif.
Baca Juga: Bukan Sekadar Main Air, Aksi Heroik Siswa PAUD Putri Ayu di Markas Damkar Cibodas Bikin Gemas!
Target Besar: Perang Melawan Kemacetan
Langkah tegas Pramono ini merupakan bagian dari misi besar mengurangi ketergantungan warga pada kendaraan pribadi.
Dengan bus yang nyaman dan halte yang tersebar luas, diharapkan kemacetan dari daerah penyangga menuju Jakarta bisa ditekan secara signifikan.
Kini bola panas ada di tangan Pemda penyangga. Akankah mereka menyambut "sentilan" Pramono dengan pembangunan nyata, atau membiarkan warga mereka terus mengantre di halte seadanya? (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









