Bukannya Menangis, Ibu Tiri Nizam Malah Tantang Netizen Kirim Uang Wakaf: Sok Pahlawan Kesiangan!

"Geger! Ibu tiri Nizam tantang netizen kirim uang wakaf dan sebut kematian anaknya cuma takdir, bukan pidana. Simak pernyataan kontroversialnya di sini!"
AKURAT BANTEN – Publik kembali dikejutkan dengan sikap dingin dan pernyataan kontroversial TR (47), ibu tiri almarhum Nizam, bocah malang yang kematiannya tengah menjadi sorotan tajam.
Bukannya menunjukkan duka atau penyesalan mendalam, TR justru terekam memberikan klarifikasi yang memancing kemarahan netizen di seluruh tanah air.
Dalam sebuah video yang kini viral, TR secara gamblang menantang siapa pun yang merasa kasihan pada Nizam untuk memberikan bantuan materi secara nyata, bukan sekadar komentar di media sosial.
Baca Juga: Kapolri Dikepung ‘Deadline’! Komisi III DPR Beri Waktu 1 Bulan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah
Sebut Netizen "Sok Kasihan" dan "Pahlawan Kesiangan"
TR tampak gerah dengan perhatian besar publik terhadap kasus kematian anak tirinya.
Dengan nada bicara yang tanpa beban, ia melabeli pihak-pihak yang bersimpati sebagai pahlawan kesiangan.
"Apa ada netizen-netizen atau orang-orang yang merasa sok kasihan ke anak? Kalau kasihan, sok sumbang, urusin tuh sampai anak itu dikurbankan, diakikahkan, dikasih rumah pulasarannya di kuburan," ujar TR dengan ketus.
Menurutnya, dukungan di media sosial tidak ada gunanya jika tidak dibarengi dengan uang untuk pengurusan jenazah hingga acara tahlilan.
Ia secara terang-terangan meminta netizen untuk mengirimkan rezeki dan wakaf daripada terus memviralkan kasus ini.
Baca Juga: Tragedi Lubang Maut Banten: Rakyat Kecil Dipenjara, Pejabat DPUPR Kapan Dimintai Pertanggungjawaban?
Anggap Kematian Takdir, Tolak Proses Pidana
Keanehan sikap TR tak berhenti di situ. Ia bersikeras bahwa apa yang menimpa Nizam adalah murni garis Tuhan yang tidak perlu diperpanjang secara hukum.
Secara mengejutkan, ia juga menyatakan keberatannya atas prosedur otopsi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Ini takdirnya anak saya sudah sampai di sini. Jangan sampai ada yang merasa dirugikan, apalagi sampai ada yang merasa menjadi korban pidana. Ini itu tidak ada anak meninggal, ini takdirnya," tegas TR.
Ia mengklaim bahwa aturan manusia bisa dibuat-buat, namun aturan Allah tidak dapat diubah.
Pernyataan ini dinilai banyak pihak sebagai upaya untuk menutupi kebenaran di balik kematian tragis sang anak.
Baca Juga: Kalideres Membara! 2.000 KK Melawan Proyek Krematorium Siluman, Pramono Anung Dibuat Terperanjat!
Reaksi Netizen: "Tega dan Tak Manusiawi"
Pernyataan TR langsung memicu gelombang kecaman. Netizen menilai permintaan "wakaf" di tengah kasus kematian yang mencurigakan adalah hal yang sangat tidak etis.
Publik pun mendesak pihak kepolisian untuk terus mengusut tuntas kasus ini tanpa terpengaruh oleh narasi "takdir" yang dilemparkan oleh pelaku.
Hingga saat ini, kasus kematian Nizam masih terus diselidiki. Masyarakat menunggu keadilan ditegakkan bagi bocah kecil yang hidupnya harus berakhir secara tragis tersebut (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









