Hati Hancur Orang Tua di Pangandaran: Tabungan Siswa Rp 7,4 M Raib, Nekat Adang Rombongan Gubernur Demi Keadilan

AKURAT BANTEN – Suasana kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Kabupaten Pangandaran berubah menjadi drama penuh haru dan ketegangan.
Sekelompok orang tua siswa nekat menghadang laju rombongan kendaraan Gubernur di tengah jalan.
Mereka tidak meminta bantuan sosial, melainkan menuntut keadilan atas raibnya uang tabungan anak-anak mereka yang mencapai angka fantastis: Rp 7,47 miliar.
Baca Juga: Bukan Rp15 Ribu! Badan Gizi Nasional Bongkar Anggaran Asli Makan Gratis: Ternyata Cuma Segini!
Jeritan Hati di Aspal Jalan
Dengan wajah letih dan mata berkaca-kaca, para orang tua ini berdiri di depan mobil dinas Gubernur. Mereka merasa sudah tidak ada lagi tempat untuk mengadu.
Selama bertahun-tahun, uang yang mereka sisihkan dari penghasilan yang pas-pasan—demi masa depan pendidikan anak—seolah menguap begitu saja di tangan pihak sekolah dan koperasi.
"Hati kami hancur, Pak. Ini uang sekolah, uang masa depan anak kami. Sudah empat angkatan lulus, tapi serupiah pun tabungan tidak dibayar. Total di kecamatan kami saja mencapai Rp 2,5 miliar yang mandek," ujar salah satu warga dengan suara bergetar saat berhadapan langsung dengan Dedi Mulyadi, Senin (23/2/2026).
Skandal yang Menahun: Uang Siswa Dipinjam Oknum Guru?
Kasus ini bagaikan bisul yang akhirnya pecah. Berdasarkan penelusuran sementara, dana miliaran rupiah tersebut macet karena praktik manajemen sekolah yang carut-marut.
Uang tabungan siswa diduga disetorkan ke koperasi yang kini kolaps, dan yang lebih menyakitkan, sebagian besar dana tersebut ternyata dipinjam oleh oknum guru-guru.
Salah satu orang tua, Ervin, menceritakan beban mental yang dialaminya. Anaknya yang kini sudah harus masuk SMP sangat membutuhkan uang tabungan sebesar Rp 5 juta miliknya.
Namun, setiap kali menagih ke sekolah, ia hanya mendapatkan janji kosong dan instruksi untuk terus menunggu tanpa kepastian.
Reaksi Tegas Dedi Mulyadi: Instruksi Audit Investigasi
Melihat aksi nekat dan mendengar penderitaan warga secara langsung, Dedi Mulyadi tampak terenyuh sekaligus geram.
Ia segera mengambil langkah taktis dengan memerintahkan Inspektorat Jawa Barat untuk turun tangan melakukan audit investigasi menyeluruh.
"Saya akan periksa lewat inspektorat. Kita lacak alirannya ke mana. Intinya, hak orang tua dan siswa harus kembali. Negara tidak boleh membiarkan rakyat kecil dizalimi oleh sistem yang rusak," tegas Dedi dengan nada bicara yang lugas dan penuh empati.
Baca Juga: Oligarki Lintas Etnis dan Agama: Siapa Sebenarnya Beking di Balik Kebijakan Kontroversial Jokowi?
Langkah Menuju Keadilan
Warga Pangandaran kini menaruh harapan besar pada janji sang Gubernur.
Pengadangan rombongan ini menjadi simbol keputusasaan sekaligus keberanian warga dalam memperjuangkan hak mereka.
Skandal tabungan siswa ini kini menjadi sorotan tajam, memaksa pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk tidak lagi menutup mata (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 4Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 5Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









