Menkop: Koperasi Desa Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Nasional

Akurat Banten - Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada penguatan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional.
Dalam sambutannya saat meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Plaza Lebak, Banten, Ferry menyampaikan pesan Presiden agar koperasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.
“Presiden ingin koperasi tidak hanya hidup di atas kertas, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi. Karena itu, kita bekerja keras, bahkan sampai larut malam, demi memenuhi harapan tersebut,” ujar Ferry.
Menurutnya, koperasi desa dan kelurahan bukan sekadar wadah simpan pinjam, melainkan instrumen penting yang mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada praktik rentenir, tengkulak, maupun pinjaman daring ilegal yang kerap merugikan warga.
Ferry menekankan, keberadaan KDMP dan KDKMP akan membuka akses ekonomi yang lebih adil, termasuk menghadirkan harga barang yang lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat kecil.
Selain itu, koperasi juga diwajibkan menyediakan apotek dan klinik desa, sehingga warga bisa memperoleh obat serta layanan kesehatan dengan biaya rendah.
Baca Juga: DPR Dorong Kemenag Segera Wujudkan Kenaikan Insentif dan Pengangkatan Guru Honorer
“Kami optimistis koperasi bisa benar-benar menjadi soko guru perekonomian. Terlebih, sejak Presiden meresmikan pembentukan KDMP secara nasional di Klaten pada Juli lalu, kini sudah ada lebih dari 80 ribu unit tersebar di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Tahap selanjutnya, lanjut Ferry, adalah fase operasional yang mencakup penyaluran pinjaman penyertaan modal.
Pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan melalui bank-bank Himbara dan beberapa BUMN lainnya.
Sosialisasi mekanisme pencairan dana akan berlangsung pada 25 September 2025, sebelum dana digulirkan.
Ferry mengungkapkan, pemerintah mengalokasikan dana pinjaman sebesar Rp16 triliun untuk 10 ribu KDMP di berbagai daerah. Dana ini diharapkan dapat segera dicairkan agar ekonomi desa bergerak lebih cepat.
“Keinginan Presiden jelas, dana ini harus sampai ke masyarakat secepat mungkin untuk mendorong ekonomi desa. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi akan lebih merata dari bawah,” tegasnya.
Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, dalam kesempatan yang sama menyatakan keyakinannya bahwa koperasi dapat menjadi jawaban atas tantangan kemiskinan di wilayahnya.
Ia menyoroti tingginya angka kemiskinan di Lebak yang masih mencapai 111 ribu jiwa, dengan 17 ribu di antaranya masuk kategori miskin ekstrem.
“Dengan hadirnya 344 unit KDMP di Lebak, kami berharap ekonomi desa bisa bangkit. Koperasi ini bisa menjadi sarana masyarakat untuk keluar dari lingkaran kemiskinan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Hasbi.
Ia menambahkan, model koperasi desa ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat.
Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, Lebak menargetkan percepatan penurunan angka kemiskinan dalam beberapa tahun mendatang.
Gerakan koperasi desa yang kini digencarkan pemerintah menjadi sinyal bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada kota besar.
Desa kini diangkat sebagai basis utama pertumbuhan, sejalan dengan misi Presiden Prabowo menjadikan koperasi sebagai fondasi ekonomi nasional yang kuat dan inklusif.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus








