Banten

Menkop: Koperasi Desa Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Nasional

Moehamad Dheny Permana | 12 September 2025, 20:48 WIB
Menkop: Koperasi Desa Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Nasional

Akurat Banten - Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada penguatan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional.

Dalam sambutannya saat meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Plaza Lebak, Banten, Ferry menyampaikan pesan Presiden agar koperasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.

“Presiden ingin koperasi tidak hanya hidup di atas kertas, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi. Karena itu, kita bekerja keras, bahkan sampai larut malam, demi memenuhi harapan tersebut,” ujar Ferry.

Menurutnya, koperasi desa dan kelurahan bukan sekadar wadah simpan pinjam, melainkan instrumen penting yang mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada praktik rentenir, tengkulak, maupun pinjaman daring ilegal yang kerap merugikan warga.

Ferry menekankan, keberadaan KDMP dan KDKMP akan membuka akses ekonomi yang lebih adil, termasuk menghadirkan harga barang yang lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat kecil.

Selain itu, koperasi juga diwajibkan menyediakan apotek dan klinik desa, sehingga warga bisa memperoleh obat serta layanan kesehatan dengan biaya rendah.

Baca Juga: DPR Dorong Kemenag Segera Wujudkan Kenaikan Insentif dan Pengangkatan Guru Honorer

“Kami optimistis koperasi bisa benar-benar menjadi soko guru perekonomian. Terlebih, sejak Presiden meresmikan pembentukan KDMP secara nasional di Klaten pada Juli lalu, kini sudah ada lebih dari 80 ribu unit tersebar di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Tahap selanjutnya, lanjut Ferry, adalah fase operasional yang mencakup penyaluran pinjaman penyertaan modal.

Pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan melalui bank-bank Himbara dan beberapa BUMN lainnya.

Sosialisasi mekanisme pencairan dana akan berlangsung pada 25 September 2025, sebelum dana digulirkan.

Ferry mengungkapkan, pemerintah mengalokasikan dana pinjaman sebesar Rp16 triliun untuk 10 ribu KDMP di berbagai daerah. Dana ini diharapkan dapat segera dicairkan agar ekonomi desa bergerak lebih cepat.

“Keinginan Presiden jelas, dana ini harus sampai ke masyarakat secepat mungkin untuk mendorong ekonomi desa. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi akan lebih merata dari bawah,” tegasnya.

Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, dalam kesempatan yang sama menyatakan keyakinannya bahwa koperasi dapat menjadi jawaban atas tantangan kemiskinan di wilayahnya.

Ia menyoroti tingginya angka kemiskinan di Lebak yang masih mencapai 111 ribu jiwa, dengan 17 ribu di antaranya masuk kategori miskin ekstrem.

“Dengan hadirnya 344 unit KDMP di Lebak, kami berharap ekonomi desa bisa bangkit. Koperasi ini bisa menjadi sarana masyarakat untuk keluar dari lingkaran kemiskinan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Hasbi.

Baca Juga: Flashdisk Putih dan Isu Video 7 Menit, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach: Fakta atau Hoax Bikin Geger Dunia Maya?

Ia menambahkan, model koperasi desa ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat.

Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, Lebak menargetkan percepatan penurunan angka kemiskinan dalam beberapa tahun mendatang.

Gerakan koperasi desa yang kini digencarkan pemerintah menjadi sinyal bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada kota besar.

Desa kini diangkat sebagai basis utama pertumbuhan, sejalan dengan misi Presiden Prabowo menjadikan koperasi sebagai fondasi ekonomi nasional yang kuat dan inklusif.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.