Banten

Kadin Nilai Perubahan Kabinet Bisa Perkuat Sektor Riil dan Industri Nasional

Moehamad Dheny Permana | 10 September 2025, 19:57 WIB
Kadin Nilai Perubahan Kabinet Bisa Perkuat Sektor Riil dan Industri Nasional

Akurat Banten - Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan, terutama setelah posisi Menteri Keuangan resmi dipercayakan kepada Purbaya Yudhi Sadewa.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menilai langkah ini sebagai momentum penting yang bisa memberikan arah baru bagi kebijakan sektor riil.

"Kami melihat reshuffle kali ini bukan sekadar pergantian posisi, tetapi bagian dari penyesuaian strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks," kata Saleh.

Ia menegaskan bahwa dunia usaha menaruh harapan besar pada kepemimpinan Purbaya, terutama dalam menjaga stabilitas makro dan memperkuat pertumbuhan industri.

Menurutnya, konsistensi kebijakan fiskal menjadi kunci agar pelaku usaha tidak menghadapi ketidakpastian yang berkepanjangan.

Saleh menambahkan, "Yang paling mendesak saat ini adalah bagaimana kebijakan fiskal tetap berkelanjutan dan berpihak pada dunia usaha, sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong daya saing industri nasional."

Dalam pandangan Kadin, reformasi struktural di bidang perpajakan menjadi salah satu agenda yang tidak bisa ditunda.

Sistem pajak yang lebih sederhana, adil, dan mendorong kepatuhan sukarela diyakini dapat memperkuat fondasi fiskal negara sekaligus memberikan ruang bagi dunia usaha untuk tumbuh lebih cepat.

Baca Juga: Hunian Seperti Baru Tanpa Bongkar-Bongkar, Begini Caranya

Selain itu, Kadin juga menyoroti pentingnya efisiensi belanja negara.

Saleh menekankan bahwa anggaran negara sebaiknya diarahkan pada program produktif seperti infrastruktur, pendidikan vokasi, serta riset industri yang bisa langsung mendukung kebutuhan sektor riil.

Ia menilai birokrasi pengelolaan APBN juga perlu lebih responsif agar kebijakan yang dijalankan tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku industri.

Industri dalam negeri, menurut Kadin, membutuhkan kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan.

Insentif seperti keringanan pajak, akses pembiayaan terjangkau, hingga stimulus investasi dinilai sangat penting untuk memperkuat industri pengolahan.

Tak hanya itu, harmonisasi tarif dan bea masuk juga dianggap perlu agar produk lokal bisa bersaing di pasar global.

Komunikasi terbuka antara Kementerian Keuangan dengan asosiasi pelaku usaha pun disebut sebagai kunci keberhasilan.

"Saya kira Pak Purbaya dapat melakukan komunikasi yang terbuka, rutin, dan berbasis data. Forum dialog dengan Kadin maupun Apindo perlu diperkuat agar aspirasi dunia usaha bisa menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan," ujar Saleh.

Baca Juga: KPK Ungkap Ada Dugaan Dana BJB 'Mampir' Ke Kantor Eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Dengan pendekatan semacam itu, Kadin berharap setiap kebijakan fiskal yang lahir mampu tepat sasaran, mengurangi potensi distorsi, dan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha.

Bagi Kadin, reshuffle kali ini bukan hanya soal perubahan di kursi kabinet, melainkan sinyal positif bahwa pemerintah ingin menyelaraskan kebijakan fiskal dengan kebutuhan sektor riil yang sedang berjuang menghadapi dinamika global.

Optimisme dunia usaha pun kian menguat, menanti gebrakan baru dari menteri keuangan yang baru.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.