Mahasiswa Ingatkan Publik Jaga Kondusivitas, Presiden Prabowo Janjikan Ruang Dialog dengan Rakyat

Akurat Banten - Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Muzammil Ihsan, menegaskan bahwa aksi demonstrasi tidak boleh bergeser menjadi tindakan anarkis.
Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah gelombang unjuk rasa yang semakin meluas.
“Menyelamatkan Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua. Masyarakat harus tetap bersatu, tidak mudah terprovokasi,” ujar Muzammil.
Menurutnya, kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi adalah hak warga negara.
Namun, hak tersebut tidak seharusnya disalahgunakan untuk tindakan yang merugikan sesama, termasuk perusakan fasilitas umum atau penjarahan.
“Kita harus menjaga fasilitas umum yang menjadi milik bersama. Gerakan rakyat harus tetap murni sebagai suara nurani, bukan sebagai alat penghancur negeri,” katanya.
Baca Juga: Hindari Overload Informasi, Psikolog UI: Pilih Waktu dan Sumber Berita dengan Bijak
Di sisi lain, BEM SI tetap berdiri teguh pada sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.
Beberapa poin yang disoroti antara lain percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, pengusutan kasus meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan, hingga pemangkasan anggaran DPR RI.
“Anggaran DPR harus dievaluasi dan diperkecil untuk kemudian dialihkan demi kepentingan rakyat,” tutur Muzammil.
Ia berharap gelombang aksi yang dilakukan mahasiswa maupun masyarakat tetap berlangsung dalam suasana kondusif sehingga esensi perjuangan tidak hilang.
Di tengah tuntutan publik yang semakin kencang, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan langkah konkret untuk meredakan ketegangan.
Dalam pernyataannya di Istana Merdeka pada Minggu, 31 Agustus 2025, Kepala Negara mengumumkan penghapusan tunjangan anggota DPR RI serta moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.
“Beberapa kebijakan DPR RI sudah disepakati untuk dicabut, termasuk besaran tunjangan anggota DPR RI dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri,” kata Prabowo.
Tak hanya itu, Presiden juga berjanji membuka jalur komunikasi yang lebih luas antara DPR dan rakyat.
Baca Juga: Gagahnya Andra Soni Hadapi Demo Banten, Dengarkan Keinginan Massa di Tengah Hujan
Ia meminta pimpinan DPR segera mengundang berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga kelompok sipil, untuk berdialog secara langsung.
“Saya juga akan meminta pimpinan DPR RI untuk segera mengundang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh mahasiswa, dan kelompok-kelompok yang ingin menyampaikan aspirasi, agar bisa diterima dengan baik dan berdialog langsung,” ujarnya.
Prabowo menambahkan, usulan-usulan yang muncul dari publik tidak akan diabaikan.
Melalui mekanisme delegasi, aspirasi akan diteruskan ke DPR RI untuk dibahas lebih lanjut.
“Hal-hal lain juga akan ditindaklanjuti melalui delegasi ke DPR RI,” jelasnya.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo bersama delapan ketua umum partai politik parlemen, termasuk Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Ketua DPD RI Sultan Najamudin.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintah berusaha meredakan ketegangan dengan mendengarkan langsung suara rakyat, sembari menjaga agar aspirasi tetap tersampaikan tanpa harus menimbulkan gesekan di lapangan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







