Banten

Bandung Siapkan Enam Titik Evakuasi untuk Hadapi Ancaman Sesar Lembang

Moehamad Dheny Permana | 26 Agustus 2025, 04:37 WIB
Bandung Siapkan Enam Titik Evakuasi untuk Hadapi Ancaman Sesar Lembang

Akurat Banten - Pemerintah Kota Bandung mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang.

Enam lokasi strategis resmi ditunjuk sebagai titik evakuasi massal jika bencana benar-benar terjadi.

Titik yang dipilih mencakup Taman Tegalega, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Lapangan Gasibu, Alun-Alun Kota Bandung, Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), serta Lapangan Olahraga Arcamanik.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa penentuan enam lokasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata dalam menghadapi ancaman gempa.

“Dampak gempa bisa meluas ke infrastruktur, ekonomi, hingga sosial masyarakat. Oleh karena itu, arah kebijakan kami lebih pada upaya preventif dan kesiapsiagaan, bukan hanya responsif,” kata Erwin.

Pemerintah Kota Bandung menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai prioritas, sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Bencana.

Erwin menilai potensi gempa akibat pergeseran Sesar Lembang perlu mendapatkan perhatian serius karena lokasinya sangat dekat dengan kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Baca Juga: Insiden Berdarah Didepan Gedung DPR, Polisi dan Jurnalis Alami Luka, Saat Demo Menjurus Anarkis

Risiko tersebut bahkan telah dimasukkan dalam program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dan cepat ketika situasi darurat terjadi.

Selain itu, pemetaan wilayah rawan gempa kini tengah dilakukan bersama Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pemetaan ini nantinya dijadikan acuan dalam perencanaan pembangunan serta dasar penyusunan strategi edukasi publik mengenai mitigasi bencana.

“Pemkot Bandung juga menggencarkan edukasi kesiapsiagaan dengan simulasi evakuasi di sekolah, perkantoran, hingga lingkungan warga,” ujar Erwin.

Menurutnya, keberhasilan mitigasi tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan harus melibatkan akademisi, komunitas, serta masyarakat luas.

Baca Juga: Skandal Azizah Salsha Kebanyakan! Pratama Arhan Ceraikan Zize Tanpa Koar-koar di PA Tigaraksa

Kolaborasi itu dinilai sebagai kunci dalam membangun budaya tangguh menghadapi bencana.

Erwin juga mengingatkan agar warga tetap tenang namun tidak lengah dalam menghadapi potensi gempa.

“Kesiapsiagaan bukan berarti menakut-nakuti, melainkan langkah bijak melindungi diri dan keluarga. Mulailah dari hal kecil, seperti tahu jalur evakuasi dan menyiapkan tas siaga bencana,” tuturnya.

Pemerintah berharap, dengan adanya titik evakuasi yang sudah disiapkan, masyarakat Bandung dapat merasa lebih aman sekaligus memahami bahwa mitigasi adalah bagian penting dalam kehidupan di wilayah rawan bencana.

Upaya ini menjadi bukti bahwa kesiapan menghadapi gempa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.