Banten

Trump Bongkar Isi Pertemuannya dengan Putin, Bola Panas Kini di Tangan Zelenskyy dan Eropa

Moehamad Dheny Permana | 17 Agustus 2025, 08:33 WIB
Trump Bongkar Isi Pertemuannya dengan Putin, Bola Panas Kini di Tangan Zelenskyy dan Eropa

Akurat Banten - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya membeberkan isi pembicaraan tertutupnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berlangsung di Alaska beberapa hari lalu.

Melalui laporan kantor berita Italia, ANSA, Trump diketahui sudah menginformasikan hasil pertemuan tersebut kepada para pemimpin Uni Eropa dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Menurut keterangan juru bicara Komisi Eropa yang dikutip media itu, Trump menjelaskan garis besar diskusinya dengan Putin yang berlangsung selama lebih dari tiga jam.

Baik Trump maupun Putin sebelumnya sama-sama menampilkan sikap optimistis seusai pertemuan, bahkan Putin menyebut kedua belah pihak telah berhasil mencapai sebuah pemahaman.

Dalam wawancara khusus bersama Fox News, Trump menegaskan bahwa kelanjutan proses perdamaian tidak lagi berada di tangannya.

“Banyak poin telah disepakati, tidak terlalu banyak yang tersisa, hanya satu atau dua hal yang cukup signifikan, tetapi menurut saya hal itu bisa dicapai,” ucap Trump.

Baca Juga: Penggeledahan Ditjen Haji, Menag Nasaruddin: Biarkan KPK Bekerja Tuntas

Ia menambahkan, kini semua keputusan berada di tangan Presiden Ukraina.

“Sekarang, keputusan benar-benar ada di tangan Presiden Zelenskyy. Saya juga ingin mengatakan negara-negara Eropa harus lebih terlibat, tetapi pada akhirnya keputusan ada di Presiden Zelenskyy,” ungkapnya.

Pernyataan Trump ini sekaligus menegaskan pergeseran beban tanggung jawab ke pihak Eropa dan Kiev, meski Washington tetap memainkan peran penting dalam proses diplomasi tersebut.

Beberapa analis internasional menilai, sikap Trump kali ini cukup berbeda dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan Putin.

Alih-alih menunjukkan dominasi AS, Trump justru menekankan perlunya partisipasi aktif Eropa untuk mencari titik temu.

Langkah itu dinilai sebagai strategi untuk mendorong Uni Eropa lebih serius dalam ikut menyelesaikan konflik berkepanjangan yang melibatkan Ukraina dan Rusia.

Pertemuan di Alaska sendiri disebut berlangsung intens dan produktif, meski tidak semua isu krusial tuntas dibahas.

Beberapa sumber diplomatik menilai masih ada ganjalan besar, terutama soal jaminan keamanan Ukraina dan peran Rusia dalam dinamika kawasan.

Namun dengan adanya pemahaman yang disebut Putin, banyak pihak meyakini setidaknya jalan menuju negosiasi damai mulai terbuka.

Trump yang dikenal kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial kali ini tampil lebih diplomatis.

Ia berulang kali menekankan bahwa keberhasilan perundingan lanjutan sangat bergantung pada langkah-langkah yang akan diambil Zelenskyy.

Baca Juga: 18 Poin Penting Pidato Presiden 17 Agustus 2025 Presiden Prabowo, Salah Satunya Gaji PNS Naik?

Pesan tersebut jelas menjadi sinyal bahwa Washington ingin mendorong Ukraina agar lebih fleksibel dalam menentukan sikap politiknya ke depan.

Di sisi lain, desakan kepada Uni Eropa untuk lebih terlibat juga dianggap sebagai kritik terselubung atas sikap Eropa yang selama ini dinilai kurang tegas dalam menyikapi konflik Rusia-Ukraina.

Meski demikian, sejumlah pengamat memperingatkan bahwa pernyataan optimistis Trump belum tentu sejalan dengan realitas di lapangan.

Pasalnya, masih ada banyak hambatan geopolitik yang bisa menggagalkan upaya perdamaian, termasuk tarik ulur kepentingan antara Barat dan Rusia.

Kini perhatian dunia tertuju pada langkah selanjutnya dari Zelenskyy dan para pemimpin Eropa.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.