DLH Kota Tangerang Segera Turunkan Tim Cek Dugaan Limbah di Situ Cangkring

AKURAT BANTEN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang memastikan akan menurunkan tim dari Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) untuk mengecek dugaan pencemaran yang menyebabkan kematian massal ikan di Situ Cangkring, Kelurahan Periuk Jaya.
"Kita nanti cek di Situ Cangkring, ya. Nanti kita kirimkan tim dari PPKLH untuk ngecek," kata Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, saat dikonfirmasi, Jumat (15/8/2025).
Wawan mengaku, sebelumnya belum mengetahui dan pihaknya baru menerima informasi terkait kejadian yang diduga adanya pencemaran di situ Cangkring.
"Kita baru dapat informasi," ujarnya.
Baca Juga: Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring, Warga Sebut Wali Kota Biarkan Pencemaran
Saat disinggung soal laporan warga yang sempat disampaikan sebelumnya, ia mengatakan hal tersebut berada di tingkat Kepala Bidang.
"Kalau itu di tingkat kabid, nanti saya cek dulu," jelasnya.
Terkait dugaan adanya pembuangan limbah perusahaan ke perairan situ, Wawan menyebut pihaknya akan menindaklanjuti berdasarkan rekomendasi hasil pemeriksaan PPKLH di lapangan.
"Nanti kalau sudah dicek oleh bidang PPKLH, rekomendasinya baru kita tindaklanjuti," katanya.
Baca Juga: Kabupaten Tangerang Resmi Kirim 36 Pelajar Ikuti Program Sekolah Rakyat
Ia menegaskan, pengecekan akan dilakukan dalam waktu dekat. "Segera," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Situ Cangkring di Kelurahan Priuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, berubah jadi kuburan ikan. Ribuan ekor mati mengambang selama hampir dua pekan terakhir.
Warga meyakin insiden tersebut akibat adanya pencemaran dari limbah industri yang diduga menjadi penyebab ribuan ikan mati.
Selain itu warga juga menyayangkan pejabat terkait, termasuk Wali Kota, dinilai hanya diam dan membiarkan hal tersebut kembali terjadi.
Baca Juga: DLH Kota Tangerang Intensifkan Pemantauan Kebersihan di 13 Kecamatan
"Sudah dua minggu ikan mati, jumlahnya ton-an. Dari kiloan sudah nggak keitung, sampai karungan. Saya sudah kirim video ke banyak pihak, bahkan ke Wali Kota. Tapi tidak ada tanggapan. Jelas ini pembiaran," tegas Naji Hardianto, warga sekaligus pengurus keamanan lingkungan RW 02 RT 03 Periuk Jaya, Kamis (14/8/25).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus





