Banten

PANAS! Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Bonus Persib yang Ditolak Umuh Muchtar: Ternyata Rp1 Miliar dari Saya Pribadi Sudah Cair!

Saeful Anwar | 29 Juni 2025, 17:14 WIB
PANAS! Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Bonus Persib yang Ditolak Umuh Muchtar: Ternyata Rp1 Miliar dari Saya Pribadi Sudah Cair!

AKURAT BANTEN – Polemik bonus juara Liga 1 2024/2025 untuk Persib Bandung semakin memanas! Setelah manajemen Persib menolak mentah-mentah sumbangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jawa Barat yang tak sesuai janji Rp1 miliar, kini mantan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM), angkat bicara. Ia mengklaim, janji bonus Rp1 miliar dari kantong pribadinya sudah ditunaikan!

Sebelumnya, manajemen Persib Bandung memutuskan menolak bonus dari sumbangan ASN Pemprov Jabar yang hanya terkumpul Rp365.525.000. Angka ini jauh di bawah janji awal Rp1 miliar yang sempat dilontarkan oleh Dedi Mulyadi saat Persib menjuarai Liga 1 BRI Indonesia.

Klarifikasi Dedi Mulyadi: Bonus Rp2 Miliar dari Dua Sumber Berbeda!
Menanggapi penolakan tersebut, Dedi Mulyadi memberikan penjelasan rinci mengenai sumber bonus yang pernah ia janjikan. Menurutnya, bonus sebesar Rp2 miliar yang ia janjikan itu berasal dari dua sumber berbeda: Rp1 miliar dari uang pribadinya dan Rp1 miliar dari patungan ASN Pemprov Jabar.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga Listrik PLN Juni-September 2025 Tidak Naik, Dorong Daya Beli Masyarakat

"Janji (bonus Rp1 miliar) dari saya pribadi sudah saya tunaikan di depan anggota DPRD,” ujar Dedi, saat ditemui di Cirebon, akhir pekan ini. Pernyataan ini menjadi jawaban langsung atas kekecewaan manajemen Persib terkait nominal bonus.

Sedangkan untuk sisa Rp1 miliar lainnya yang bersumber dari ASN, Dedi mengaku telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, untuk mengoordinasikan para ASN Pemprov Jabar agar memberikan sumbangan secara sukarela.

“Sumbangan sukarela (dari ASN) ditargetkan Rp1 miliar. Tetapi ada kalimat berikutnya, kalau tidak mampu, jangan dipaksakan, apalagi ngambil yang bukan haknya. Jadi kalau ASN mampunya segitu, ya gak papa segitu saja,” ucap Dedi, menjelaskan filosofi di balik pengumpulan dana dari ASN.

Baca Juga: Prabowo: Hilirisasi Bukan Sekadar Wacana, Tapi Warisan Perjuangan Bangsa

Umuh Muchtar Tetap Menolak: Khawatir Jadi Bumerang!
Di sisi lain, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), H. Umuh Muchtar, tetap pada pendiriannya untuk menolak uang bonus dari sumbangan ASN Pemprov Jabar. Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa sumbangan tersebut bisa menjadi masalah di masa mendatang.

Umuh menyebut Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman sudah "berkoar-koar" tentang janji uang Rp1 miliar, namun yang terkumpul hanya Rp365 juta. “Sudah diinstruksikan kepada staf di Persib, saya tolak,” ucap Umuh pada Jumat (27/6/2025).

Untuk menghindari konflik dan prasangka dari Bobotoh (suporter Persib), Umuh memutuskan untuk menolak dan mengembalikan uang yang sudah diberikan Pemprov Jabar. “Saya takutnya jadi beban dan jadi prasangka dari semua Bobotoh bahwa Persib sudah menerima uang Rp1 miliar," kata dia.

Baca Juga: Destap KPK: Skandal Korupsi Proyek Jalan di Sumut Seret Anak dan Ayah Pengusaha, Siapa Itu?

Umuh juga menyoroti bahwa Pemprov Jabar tampak terbebani dengan janji bonus yang sebelumnya dilontarkan Dedi Mulyadi saat pawai Persib juara. Ia meminta pemerintah jangan asal berjanji memberikan bonus miliaran jika sulit untuk direalisasikan.

“Saudara Herman, Sekda Jabar hati-hati ya, uang Rp1 miliar itu nggak susah karena dia menyusahkan sendiri," tegas Umuh, menyindir pihak yang berjanji.

Yang lebih mengejutkan, Umuh menegaskan klub akan tetap menolak bonus yang diberikan Pemprov Jabar, bahkan jika nominal terkumpul mencapai Rp1 miliar sekalipun. Alasannya? Terkait dengan risiko pertanggungjawaban. “Ditolak. Karena apa? Riskan, kecuali ada rinciannya," pungkasnya (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman