Banten

Kerja Sama Ekonomi RI-Rusia: Peluang Emas atau Ancaman Terselubung?

Andi Syafrani | 20 Juni 2025, 18:51 WIB
Kerja Sama Ekonomi RI-Rusia: Peluang Emas atau Ancaman Terselubung?

AKURAT BANTEN - Indonesia dan Rusia tengah merajut kerja sama ekonomi yang lebih erat, menargetkan sektor-sektor strategis seperti industri gula, pupuk, dan perdagangan daging.

Langkah ini disambut positif oleh banyak pihak sebagai suntikan vital bagi pemulihan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Namun, di balik potensi keuntungannya, terdapat pula kekhawatiran akan dampak negatif terhadap sektor domestik.

 Baca Juga: Waduh! Manchester City Kena Denda Rp21 Miliar Gegara Telat Kick-Off Oleh Premier League

Ekonom senior Indef, Tauhid Ahmad, melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam blok ekonomi BRICS.

"Ini langkah positif untuk memperkuat kerja sama perdagangan bilateral, dan sekaligus menjadi bagian dari strategi kita di BRICS," ujarnya saat dihubungi Jumat (20/6/2025).

Ia menambahkan bahwa investasi signifikan dari Rusia bisa menjadi penyangga ekonomi Indonesia, terutama di tengah gejolak global akibat konflik Iran-Israel dan tekanan tarif dari AS.

 Baca Juga: Rencana Tawuran Bubrah! Tiga Pemuda Diciduk Polisi di Kwitang, Bawa Celurit dan Busur Panah

Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah rencana impor daging dari Rusia. Tauhid menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan pangan.

"Harus dipastikan daging impor tersebut memenuhi standar Indonesia dan bersaing secara harga," tegasnya.

Ia berharap daging impor dari Rusia dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan impor dari Australia atau Selandia Baru.

 Baca Juga: Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Akan Diperiksa Kejagung atas Kasus Laptop Rp9,9 Triliun!

Namun, di sisi lain, Tauhid mengingatkan pentingnya melindungi peternak lokal.

"Kita harus hati-hati agar kerja sama ini tidak malah mematikan industri peternakan dalam negeri," katanya.

Pemerintah perlu merancang strategi yang tepat agar impor daging tidak menjadi beban bagi peternak lokal dan justru mampu mendorong peningkatan daya saing mereka.

Selain daging, kerja sama juga menyasar industri gula dan pupuk. Investasi Rusia di sektor ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sekaligus menurunkan harga jual di pasar domestik.

Namun, pemerintah perlu memastikan agar investasi ini tidak hanya menguntungkan pihak asing, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

 Baca Juga: Modus Licik Mafia Tanah: Mbah Tupon Ditipu Sertifikat Digadai Rp2,5 Miliar, 6 Pelaku Ditangkap

Tantangannya terletak pada bagaimana menyeimbangkan keuntungan ekonomi dengan perlindungan terhadap sektor-sektor domestik. Pemerintah perlu menyiapkan regulasi yang komprehensif dan pengawasan yang ketat untuk mencegah potensi kerugian yang dapat ditimbulkan. Transparansi dalam proses kerja sama juga sangat penting untuk membangun kepercayaan publik.

 Baca Juga: Indonesia-Rusia Pererat Kemitraan, Tandatangani 4 MoU Strategis di St. Petersburg

Keberhasilan kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan implementasi yang tepat. Jika dikelola dengan bijak, kerja sama ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, jika tidak diimbangi dengan strategi yang tepat, potensi kerugian bagi sektor domestik justru akan lebih besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC