Banten

Serangan Israel ke Teheran Tewaskan Kepala Intelijen Iran, Korban Sipil Terus Bertambah

Andi Syafrani | 16 Juni 2025, 08:26 WIB
Serangan Israel ke Teheran Tewaskan Kepala Intelijen Iran, Korban Sipil Terus Bertambah

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah sebuah serangan udara menghantam jantung pertahanan Iran pada Minggu, 15 Juni 2025.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammad Kazemi, bersama dua jenderal tinggi lainnya. Insiden ini menjadi pukulan berat bagi tubuh militer Iran yang kini tengah dalam kondisi siaga penuh.

Baca Juga: Congrats! Al Ghazali dan Alyssa Daguise Resmi Menikah Hari Ini, Resepsi Mewah Menyusul di JCC

Tiga perwira tinggi yang tewas dalam serangan itu diidentifikasi sebagai Mohammad Kazemi, Hassan Mohaghegh, dan Mohseb Bagheri. Ketiganya dikenal sebagai sosok penting dalam jaringan intelijen IRGC dan berperan strategis dalam pengawasan keamanan dalam negeri Iran maupun operasi luar negeri.

“Ketiga jenderal tersebut gugur sebagai martir,” demikian pernyataan resmi IRGC seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Baca Juga: Penembakan Brutal di Villa Mewah Bali: Warga Australia Tewas, Satu Lainnya Luka Parah

Konfirmasi mengenai tewasnya Kazemi dan dua perwira lainnya juga disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam wawancara eksklusifnya bersama Fox News.

“Saya bisa memastikan bahwa kami telah berhasil menargetkan kepala intelijen Iran dan wakilnya di Teheran,” kata Netanyahu, menegaskan keberhasilan operasi militer negaranya di tengah konflik yang makin memanas.

Baca Juga: Aceh Tak Terima Empat Pulaunya Masuk Sumut, Mualem Siap Bawa ke Presiden Prabowo

Serangan Israel ini merupakan lanjutan dari gelombang serangan udara yang dimulai sejak Jumat, 13 Juni lalu. Target-target militer dan infrastruktur penting Iran jadi sasaran utama. Namun, dampaknya juga menghantam warga sipil.

Data sementara dari media lokal Iran menyebutkan bahwa korban jiwa di kalangan warga sipil telah mencapai 224 orang, sementara lebih dari 1.200 lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan udara.

Baca Juga: Israel Bombardir Iran hingga 9 Ilmuwan Nuklir Tewas, Siapa Saja?

Yang mengejutkan, serangan pada Minggu itu juga menyasar Bandara Internasional Mashhad yang terletak di bagian timur jauh Iran. Lokasi tersebut berjarak sekitar 2.300 kilometer dari Israel, menjadikan ini sebagai serangan terjauh yang pernah dilancarkan militer Zionis ke wilayah Iran.

Aksi ini jelas menunjukkan kemampuan dan tekad Israel untuk memperluas jangkauan militernya dalam upaya menghentikan pengaruh Iran di kawasan.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Iran selain pernyataan duka dan seruan perlawanan dari IRGC. Namun, para analis memprediksi kemungkinan besar Iran akan membalas serangan ini dalam waktu dekat.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan internasional bahwa eskalasi konflik bisa merembet ke wilayah-wilayah lain dan berujung pada krisis regional yang lebih besar.

Baca Juga: Dewa United Siap Tempur di Piala Presiden 2025, Pemanasan Serius Jelang Tampil di Asia

Sementara itu, PBB dan beberapa negara telah menyerukan penghentian kekerasan dan membuka ruang diplomasi sebelum situasi makin tak terkendali.

Namun hingga kini, suara perdamaian tampaknya masih tenggelam di antara dentuman rudal dan bara dendam yang kian membara antara dua musuh bebuyutan ini.

Baca Juga: Serangan Israel Picu Ketegangan, Negosiasi Nuklir Iran Terancam Batal

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC