Budi Arie Bantah Terima 50 Persen Uang Judol: Narasi Jahat, Fakta Tak Mendukung!

AKURAT BANTEN - Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menegaskan dirinya sama sekali tidak terlibat dalam dugaan praktik perlindungan situs judi online (judol) yang menyeret sejumlah mantan pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Isu yang menyebut ia menerima 50 persen dari keuntungan praktik ilegal tersebut, disebutnya sebagai fitnah keji yang menyerang integritas dan kehormatan pribadinya.
Baca Juga: Tragis! 7 Pemotor di Magetan Disambar Kereta Api Malioboro Ekspres, 4 Orang Tewas
“Itu narasi jahat yang merusak harkat dan martabat saya. Sama sekali tidak benar,” tegas Budi Arie lewat pernyataan resminya, Senin, 19 Mei 2025.
Ia menegaskan bahwa tuduhan itu hanyalah omong kosong dari para tersangka yang mencoba memanfaatkan namanya demi melindungi kepentingan sendiri.
Menurut Budi, tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan dirinya menerima uang atau mengetahui kesepakatan jatah 50 persen seperti yang ramai dibicarakan.
Baca Juga: Terbaru! 15 Link Twibbon Gratis Perayaan Hari Pendidikan Nasional ke 117, Dapat Unduh Gratis
“Kalau benar mereka bilang saya dapat jatah, itu hanya akal-akalan mereka saja. Saya tidak pernah tahu ada pembagian semacam itu. Apalagi menerima uang, tidak ada fakta yang mendukung,” lanjutnya.
Budi bahkan menyebut dirinya justru menjadi pihak yang paling gencar dalam upaya pemberantasan situs-situs judi daring ketika masih menjabat sebagai Menkominfo. Ia menyarankan publik untuk menelusuri jejak digital kebijakan dan langkah-langkah keras yang diambilnya saat itu sebagai bentuk komitmennya.
“Saya malah sedang intens bergerak membasmi situs-situs judol waktu itu. Bisa dicek langkah-langkah saya selama menjabat Menkominfo,” tegasnya.
Baca Juga: Tertunda ke Tanah Suci: Kisah Haru Calon Haji Asal Papua Barat yang Batal Terbang karena Sakit
Ia juga membeberkan tiga alasan kuat yang membuktikan ketidaklibatannya dalam skandal ini. Pertama, para pelaku tidak pernah secara langsung menyampaikan rencana pemberian jatah kepadanya karena tahu akan berhadapan dengan tindakan hukum.
Kedua, Budi mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya praktik kotor yang dilakukan bawahannya. Dan ketiga, tidak ada sepeser pun dana yang mengalir ke dirinya dari aktivitas ilegal tersebut.
Baca Juga: Bukan Cuma Untung! Ini Alasan Mengapa Profit Bukan Segalanya dalam Bisnis
“Intinya mereka tidak akan berani bicara langsung ke saya soal itu. Karena saya pasti langsung laporkan ke penegak hukum,” ujar Budi.
Budi Arie pun berharap agar masyarakat tidak terjebak dalam narasi yang dimanipulasi oleh para pelaku. Ia percaya proses hukum akan berjalan objektif dan transparan, serta meminta aparat bekerja secara profesional demi mengungkap kebenaran yang sesungguhnya.
Baca Juga: Nama Budi Arie Muncul di Kasus Mafia Judi Online, Istana Pilih Tunggu Proses Hukum Jalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan




