Polemik Kasus Pagar Laut di Tangerang, Bareskrim Mulai Dalami Dugaan Perusakan Lingkungan dan Dokumen Palsu

AKURAT BANTEN - Kasus pagar laut di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, kini tengah jadi sorotan setelah diduga menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian bagi masyarakat, khususnya para nelayan.
Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan dan tengah bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendalami dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Baca Juga: Heboh Soal Pelengseran Wapres Gibran, Begini Tanggapan Jokowi
"Subdit 4 kami sedang koordinasi dengan KKP untuk melihat lebih jauh dampak ekologisnya," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu, Brigjen Nunung Syaifuddin, di Gedung Bareskrim Polri, Senin, 5 Mei 2025.
Menurutnya, fokus utama penyelidikan adalah pada kerusakan yang ditimbulkan akibat pemagaran laut tanpa izin resmi. Ia menegaskan bahwa audit lingkungan dari KKP akan menjadi dasar penting untuk menentukan unsur pidana dalam perkara ini.
Baca Juga: Heboh! Bocah 9 Tahun Bakar 13 Rumah di Sukabumi, Motifnya Karena Terinspirasi Film
Sementara itu, kasus pemalsuan dokumen yang terkait dengan proyek pagar laut ini ditangani secara terpisah oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum).
Dalam kasus tersebut, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Kepala Desa Kohod Arsin, Sekretaris Desa Ujang Karta, serta dua orang penerima kuasa berinisial SP dan CE. Mereka diduga membuat dan menggunakan dokumen palsu untuk mengelabui proses administrasi.
Baca Juga: Gaji Bukan Jaminan, KPK Sentil Pejabat Nakal: Jangan Bangga Pakai Uang Haram!
Namun, penahanan keempat tersangka tersebut tidak berlangsung lama karena masa penahanan mereka telah habis, sementara berkas perkara bolak-balik dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung.
JPU meminta penyidik menambahkan pasal dugaan tindak pidana korupsi, namun Dittipidum bersikukuh tidak ada unsur kerugian negara, berdasarkan hasil analisis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca Juga: Janjikan Biaya Haji Murah, Presiden Prabowo Ungkap akan Berjuang Lewat Diplomasi RI-Saudi
Di sisi lain, penyelidikan indikasi suap atau gratifikasi kepada penyelenggara negara yang berkaitan dengan kasus ini masih berlangsung di tingkat Mabes Polri melalui Kortas Tipikor. Keempat tersangka sendiri dijerat dengan Pasal 263, 264, dan 266 KUHP mengenai pemalsuan dokumen serta pasal turut serta dalam tindak pidana.
Kasus pagar laut ini kini bukan hanya soal pelanggaran administratif, tapi juga menyangkut kerusakan alam yang berdampak pada kehidupan masyarakat pesisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






