Harga Lapak Jualan Pesta Rakyat Cibaliung 2024 Naik Drastis, Panitia Persilahkan Pedagang Bawa Bukti Ke Sekretariat

AKURAT BANTEN - Pesta Rakyat Cibaliung (PRC) diakui banyak mendatangkan manfaat bagi masyarakat karena bisa membantu perekonomian warga yang turut berkecimpung dalam moment tahunan tersebut. Selasa (13/8/24)
Event ini biasanya digelar selama satu bulan dimulai pada Juli dan berakhir di tanggal 17 Agustus sebagai puncak acara di lapangan Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung.
Tahun ini PRC 2024 dikeluhkan oleh pedagang lantaran harga-harga lapak yang melambung tinggi dari harga yang sudah ditetapkan oleh panitia.
Ahmad, Panitia penjualan lapak pedagang mengaku, sebelum menjual lapak kepada para pedagang pihaknya terlebih dahulu melakukan koordinasi dan musyawarah di Kantor Kecamatan Cibaliung.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis, Langkah Mengurangi Polusi Udara
"Kalau pengelolaan, kita sesuai dengen yang disepakati oleh ketua phbn, ketua prc ketua kavling itu tidak lepas dari musyawarah di kantor kecamatan," kata Ahmad kepada banten.akurat.co saat diwawancarai melalui telpon WhatsApp.
Ahmad menjelaskan, panitia yang membidangi lapak hanya menjual lapak-lapak milik instansi diluar itu dikelola oleh warga masing-masing yang memiliki lahan di sekitar lapangan Sukajadi.
"Ukuran lapak 200x300 harga itu sesuai kelas, ada kelas 1 ada kelas 2. Jalur kecamatan jalur pasar dan ada sebagian punya warga dan kami tidak mengukur punya warga, kami hanya sebatas mengelola yang instansi doang plus pinggir lapangan," katanya.
Kata Ahmad, ada dua kelas dalam penjualan kavling atau lapak pedagang di Pesta Rakyat Cibaliung.
Kelas pertama dibandrol dengan harga Rp750.000 perlapak sementara kelas kedua dibandrol dengan harga Rp600.000.
"Kami yang lebih tau, masa yang jualan kopi harus disamakan dengan yang jualan kaen, yang dibawah itu yang di lapangan itu kelas dua," ucapnya.
"Kelas berdasarkan peta yang sudah ditentukan tahun-tahun yang dulu tidak dirubah, cuma yang dirubah itu untuk orsel doang. Saya mah tidak ada harga mahal tidak ada harga murah, harga itu yang ditentukan yang disepakati musyawarah mufakat berdasarkan rakor di kecamatan itu kelas satu 750ribu kelas dua 600ribu," imbuhnya.
Ahmad juga meminta, jika pedagang keberatan karena membeli kavling dengan harga yang jauh lebih mahal dari yang ditentukan panitia, bisa langsung mendatangi kantor sekretariat panitia di Pesta Rakyat Cibaliung.
Baca Juga: Oknum Kades Karangnunggal Dilaporkan Ke Polisi, Diduga Intimidasi dan Lecehkan Profesi Wartawan
"Itu mah silahkan aja kan kita ada kantornya ada sekretariatnya, kalau ada konsumen yang mengeluh tinggal datang ke kantor saya ke sekretariat, bawa buktinya, bawa kuitansinya kita bereskan," tegasnya.
Meski demikian, Ahmad juga tidak menampik banyak broker yang bermain harga kavling di Pesta Rakyat Cibaliung.
"Saya tidak tau, gak tau oknum gak tau apa yang jelas kami jual lapak itu satu kavling lapak itu 750 kalau dari saya ke pembeli, gak tau kalau dari broker mah ke penjual, itu mah urusan dia mau pada ini juga, kan hasil kesepakatan dia, yang jelas saya mah tidak ada, jangankan satu juta 800 juga gak ada lebih dari 750 gak ada," paparnya.
Ahmad menduga para oknum tersebut membeli lapak kepada panitia lewat warga Cibaliung untuk kemudian dijual kembali kepada para pedagang.
"Tidak menutup kemungkinan, contohnya gini, masyarakat cibaliung gak tau masyarakat dari mana dipinta ktp-nya (untuk membeli lapak) dia minta di lapak sekian dengan harga kuitansi resmi 750 untuk itu, gak tau dijual lagi sama dia gak tau 1juta gak tau 5 juta, saya mah tidak tahu," jelasnya.
"Sampai detik ini saya baru tahu ada konsumen yang ngeluh, belum tau saya silahkan aja ke kantor sekretariat bawa kesini, bawa kuitansinya. 24 jam saya tunggu," imbuhnya.
Ahmad mengaku dirinya sudah melakukan upaya maksimal untuk mengantisipasi para calo tersebut. Untuk itu ia menyarankan para pedagang membawa bukti transaksi ke sekretariat Panitia.
"Saya sudah maksimal mengantisipasi broker itu, kalo memang ada bawa kesini, saya pengen tau kronologis nya sepeti apa, apakah ada tekanan dari broker dari keterangan juga kan tidak masalah kalau memang dia berani mah dan saya juga kan gak tau brokernya. Makanya bawa kesini (sekretariat)," tandasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang yang enggan disebutkan nama dan alamatnya, mengaku telah membeli lapak di depan Kantor Kecamatan seharga 2 juta rupiah per kavling.
"Beli dua juta, itu dapet dari tangan kedua, saya beli dua kapling ini, belum saya harus ngontrak lagi buat nyimpen barang-barang dan buat mandi," ucapnya.
Hal serupa juga diakui H salah satu pedagang asal jawa barat yang berjualan di acara Pesta Rakyat Cibaliung, H mengaku membeli lapak dengan harga 1,5 juta per kavling.
"Saya beli lebih dari dua kavling, satu kavlingnya 1,5 juta ukuran 180x150, ini berapa kavling saya beli," cetusnya.
Ia berharap, panitia PRC bisa menurunkan harga kavling di tahun-tahun mendatang lebih bagus jika ada harga tetap yang diketahui oleh para pedagang.
"Semoga tahun berikutnya harga kavling bisa normal, tidak ada oknun yang mencari keuntungan sepihak," tukasnya.
Adanya hal itu, Ketua Pesta Rakyat Cibaliung Sujana mengaku, akan membenahi hal-hal tersebut karena menginginkan PRC ini tetap ramai dan bisa dinikmati semua kalangan.
"Kita berupaya mudah-mudahan kedepan ada solusi terbaik terutama dari sistem harus seperti apa, ini dalam masa kajian dan ini menjadi PR besar bagi kami panitia termasuk tokoh-tokoh masyarakat," jelasnya, Senin (12/8/24)
"Semalam juga (Minggu 11/8/24) beberapa orang perwakilan ngobrol, kami minta dukungan dan arahan agar kedepan ini permasalahan kavling menjadi hal yang wajar harganya, jangan sampai seperti sekarang, pastinya akan ada pembenahan," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Terungkap di Sidang MK, Bawaslu Sempat Terkendala Akses Data Pendidikan Gibran
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik









